
Naina yang sudah mengetahui hari ini adalah hari ulang tahun Dion bersemangat ke mall untuk membeli jam tangan mewah untuk Dion dengan uang tabungannya. Naina tentunya akan memberikan kado yang terbaik untuk orang yang selama ini selalu ia kejar. Sesampainya di toko terkenal tersebut ,Naina dengan senyumnya yang sumringah mulai memilih jam tangan mahal untuk Dion . Dia juga membeli tiga buah dasi dengan warna dan motif berbeda untuk Dion . Naina mendapatkan undangan ke pesta Dion di rumahnya dan disanalah dia akan menyerahkan hadiahnya pada orang yang menjadi orang nomer satu di hatinya.
Kasak kusuk di kantornya yang mengatakan Dion akan bertunangan malam ini sebenarnya sangat mengganggu pikirannya. Namun ,dia menepisnya di dalam hati karena Dion pernah berjanji akan membuka hati untuknya ,bukan untuk wanita lain .
Setelah membeli kado untuk Dion,Naina mencari taksi di depan mall tersebut dan segera menaikinya sampai ke rumah Dion.
Rupanya di sana sudah banyak orang yang datang. Ketiga sahabat Dion juga tampak hadir termasuk Aulia yang selalu terlihat hangat dengan Satria dengan perut buncitnya yang sekarang udah masuk bulan ke delapan .Naina mendekati Aulia dan memeluk Aulia dengan pelan karena takut menyakiti bayi yang sedang ia kandung
"Hai Aulia,gimana kabarnya? Kamu makin cantik saja sekarang !",ucap Naina pada Aulia.
"Aku baik Nai,kamu sendiri gimana Nai? Kok kesininya telat? Kata suamiku,malam ini Dion akan bertunangan . Kok kamu belum siap - siap sih Nai?",tanya Aulia yang membuat hati Naina bertanya - tanya dalam hatinya sendiri tak karuan .
__ADS_1
Satria tadi memang menjelaskan pada Aulia kalau hari ini Dion akan ulang tahun dan sekaligus bertunangan,tapi belum sempat Satria menjelaskan bahwa bukan Naina lah calonnya Dion ,Aulia sudah salah paham dan berkesimpulan sendiri kalau Dion akan bertunangan dengan Naina ,sahabatnya.
Acara pesta itupun di mulai , Dion sangat terlihat tampan dengan kemeja yang ia pakai malam itu. Dion bersama orang tuanya berdiri di dekat Diandra yang terlihat begitu sangat cantik dengan gaun yang di pakainya . Diandra sering memegang tangan Dion yang membuat Naina sangat cemburu. Saat kue ulang tahun di potong,mamanya Dion menyuruh memberikan kue pertamanya untuk Diandra . Dion pun menuruti keinginan mamanya karena selama ini dia juga tidak pernah membantah.
"Selamat Ultah ya Dion Sayang",ucap Diandra yang membuat semua mata menatap mereka berdua.
"Dion ,Mami akan menjelaskan sama kamu Nak. Diandra pulang ke Indonesia karena mama yang minta. Malam ini Mami minta satu hal sama kamu dan jangan pernah kamu tolak Nak,Mami harap kamu mau menikah dengan Diandra. Karena Papanya Diandra lah yang telah berjasa pada keluarga kita",ucap Mama di depan semua orang termasuk juga Naina .
"Papi juga minta kamu tidak menolaknya Nak !. Papi yakin cinta akan tumbuh dengan sendirinya padamu nanti setelah nikah dengan Diandra,karena sejak remaja Papi tahu kalau Diandra sudah sangat mencintaimu",pinta Teguh di hadapan semua orang .
Dion hanya berdiri mematung karena merasa bingung dengan permintaan orang tuanya dan juga dia yang tidak pernah membantah orang tuanya,tidak bisa bila harus mempermalukan keluarganya di depan banyak orang.
__ADS_1
Dion yang belum bicara sepatah katapun melihat Naina yang menangis di samping Aulia. Disana ,Naina terlihat benar - benar hancur. Tapi Naina ,masih bisa menyeimbangkan tubuhnya agar tidak tumbang menghadapi kenyataan pahit yang ada di depannya. Entah kenapa,Dion merasa sakit melihat Naina yang terlihat sangat muram itu.
Namun ,Dion tidak ingin egois. Mungkin dengan cara inilah ,Naina akan menemukan kebahagiaannya dan juga Naina bisa melupakannya karena selama ini dia belum bisa membahagiakan Naina.
"Baik Pa ,Ma Dion akan bertunangan dengan Diandra",ucap Dion pada kedua orang tuanya
"Terima kasih Nak,kamu benar - benar anak yang paling baik di dunia ini",ucap kedua orang tua Dion dan memeluk putranya tersebut di depan semua orang.
Diandra berlari memeluk Dion dan mengucapkan terima kasih
" Makasih ya Dion,aku janji kelak aku akan menjadi yang terbaik untukmu",ucap Diandra sambil memeluk Dion dan mencium pipi Dion karena rasa bahagianya.
__ADS_1
Dion makin melihat ke arah Naina yang berdiri tak jauh darinya,kado yang di bawanya terjatuh dan Naina yang masih terisak - isak berlari dari tempat berdirinya semula ,menghilang tanpa jejak dari segerombolan orang yang ada di sana
Naina berlari sejauh - jauhnya dan mengatakan pada hatinya bahwa ia harus berhenti berharap pada Dion.