CITA -CITA SI GADIS MISKIN

CITA -CITA SI GADIS MISKIN
Dion Mulai Kehilangan Naina


__ADS_3

Berhari - hari mulai menjalani hubungan yang serius dengan Diandra, membuat Dion semakin jauh dari Naina. Naina sering resign dari kantornya dengan alasan sakit. Bila bertemu pun,Naina hanya akan menyapa seperlunya saja , tanpa mengajak bicara seperti dulu. Naina yang dulunya manja dan juga periang , kini berubah menjadi muram dan tak mudah tersentuh oleh orang lain.Ketika istirahat tiba,Naina yang sering ke kantin,hanya sering duduk melamun di meja kerjanya saja. Naina juga sering menangis di meja kerjanya saat Dion tak sengaja melewati ruangan Naina. Kali ini , Naina benar - benar patah hati dan membuat Dion sangat merasa bersalah pada Naina. Apalagi sekarang, Diandra sering datang ke kantor sekedar untuk membawa bekal makan siang untuknya. Dion sudah menjanjikan perasaannya untuk Naina, bukan untuk wanita lain .Naina sudah banyak membantu Dion ketika ia sedang mengalami patah hati dengan Aulia. Kini gara - gara perjodohan yang mendadak dari orang tuanya, Dion harus menyakiti Naina.Dion bertekad akan meminta maaf pada Naina dan akan menyelesaikan masalahnya yang runyam dengan bijak sehingga ia tidak akan menyakiti kedua wanita itu.


Saat makan siang tiba, Dion yang sudah mendapatkan bekal dari Diandra masuk ke ruangan kerja Naina.Dion ingin mengajak Naina makan siang berdua dengannya.Saat tiba di ruangan, Naina terlihat masih mengetik dokumen di layar komputernya.


tok ..tok...tok...


"Permisi Naina ! Apa aku mengganggu?",tanya Dion pada Naina


Naina agak sedikit terkejut ,tapi kemudian ia memberikan senyumnya untuk Dion.


"Silahkan masuk kak Dion",ucap Naina


Dion masuk ke ruangan Naina dan duduk berhadapan dengannya.


"Sudah lama kita tak makan siang bersama,makan yuk Naina bersamaku dengan makanan ini ",pinta Dion pada Naina

__ADS_1


"Maaf Kak Dion ,aku belum lapar . Kak Dion boleh kok kalau makannya di sini,Naina akan menemani Kak Dion",ucap Naina dengan tulus sembari ia menutup layar monitornya saat Dion datang di jam istirahat.Sebenarnya Naina tahu kalau bekal itu dari Diandra , tunangan Dion ,makanya ia menolak tawaran Dion dengan halus agar Dion tak merasa kecewa dengannya.


"Kamu istirahat masih kerja aja Nai,kamu makan ya, kalau kamu tidak mau bekal ini, kita bisa pesan makanan di kantin atau restoran di dekat kantor kita",ucap Dion pada Naina lagi


"Maaf kak Dion,aku sedang tidak ingin keluar.Aku juga tidak sedang lapar. Kak Dion makan saja biar Naina temani di sini ",Naina masih menolak tawaran Dion.


Dion tahu Naina masih sedih sehingga nafsu makan Naina semakin berkurang. Tak bertemu dengan Naina beberapa hari ,sekarang tubuh Naina semakin kurus mungkin karena jarang makan .


Dion tak memaksa Naina lagi. Terpaksa ia memakan bekal tersebut sendirian . Naina hanya menemaninya saja tanpa berkata sepatah katapun .Naina hanya diam memandangi wajah Dion yang sudah lama sangat di rindukannya.


"Tidak apa - apa Kak,Kak Dion ga salah kok. Mungkin aja Naina yang terlalu berharap sama Kak Dion",ucap Naina yang mulai menitikkan air mata di pipinya


"Nai jangan sedih seperti ini. Kamu tidak boleh terus - terusan seperti ini.Kamu harus kuat Nai!",ucap Dion serius menatap Naina


"Kak Dion tidak usah mikirin aku. Aku bukan siapa - siapanya Kak Dion. Lebih baik Kak Dion pikirin aja kebahagiaan Kak Dion dengan Diandra",ucap Naina yang benar - benar menusuk hati Dion

__ADS_1


Dion benar - benar bingung dengan hatinya. Hatinya sakit ketika mendengar perkataan Naina.Kebahagiaan ? Kebahagiaan bersama Diandra?


Naina tidak tahu,bagaimana hatinya selama ini tidak bertemu dengannya. Dion seperti kehilangan sesuatu yang sangat besar. Saat mendengar Naina sering sakit dan resign dari kantor , perasaan Dion selalu gelisah tak menentu. Ingin rasanya,ia berlari dan menemui Naina saat itu juga.


"Naina ,kamu salah paham . Aku akan menyelesaikan masalahku dulu dengan Diandra dan juga keluargaku. Kamu harus kuat Naina "


"Kak,aku mohon jangan beri harapan lagi padaku. Aku tidak ingin berharap lagi Kak",ucap Naina sambil menangis. Ia berdiri dan memutar badannya agar Dion tak melihatnya menangis.


Dion tak tahan melihat Naina menangis beberapa kali untuknya. Sudah cukup ia membuat hati Naina hancur. Melihat kesedihan Naina,membuat hatinya ikut sakit.


Dion merengkuh tubuh kecil Naina dari belakang dan memeluknya dengan erat.


Naina yang sadar ketika Dion memeluknya mencoba melepaskan tangan yang melingkar di tubuhnya


"Kak Dion lepas. Aku mohon pergilah... Biarkan aku sendiri"

__ADS_1


"Nai,berhentilah meronta. Diamlah sebentar ,sudah lama aku merindukanmu",bisik Dion di telinga Naina yang membuat jantung Naina bergetar hebat


__ADS_2