
Jam menunjukkan pukul sepuluh malam tapi Satria belum juga pulang. Sejak dari mall tadi, aku memang tidak berselera untuk makan. Fikiranku selalu melayang - layang memikirkan Satria yang pergi entah kemana.
Aku berjalan mondar - mandir di kamar seperti orang gila. Tentu aku sangat khawatir kepada suamiku , aku takut terjadi sesuatu dengannya . Pasalnya ini adalah hari minggu dan tidak biasanya pula dia belum pulang selarut ini.
Aku kemudian menanyakan keadaannya kepada ketiga sahabatnya ,namun nihil mereka tidak mengetahui keberadaan Satria
Aku pun berjalan kearah balkon kamarku,karena disana akan terlihat pintu utama. Aku berharap Satria akan segera pulang.Ketika jam menunjukkan angka 12 malam , aku mendengar bel di pintu utama berbunyi
Dengan langkah kaki cepat ,aku segera berlari menghampiri gagang pintu utama dan kubuka perlahan - lahan .
Ternyata Satria pulang dalam posisi mabuk berat . Aku belum pernah melihatnya seperti ini .Hatiku hancur bagai di sayat sembilu.Aku menghampirinya dan memapahnya ke kamar kami . Aku mengganti bajunya dan membantunya ke ranjang. Akhirnya sekarang ,dia bisa tertidur pulas.
Aku hanya bisa menangis sendirian hingga mataku sembab memandangi keadaannya .Aku tidak merasa cemburu , tapi merasa bersalah sebagai teman . Sebagai sesosok pria sempurna , tentu dia memiliki penggemar yang banyak dan itu adalah wajar . Tapi setelah nikah , apakah ia melupakanku sebagai teman . Seharusnya bila ada masalah dia bisa menceritakan masalahnya padaku sebagai teman seperti biasanya bukan malah mabuk - mabukan seperti ini. Aku memutuskan untuk tidak terlalu berharap padanya lagi . Termasuk bila nanti dia akan meminta berpisah denganku .Malam semakin larut ,mataku yang terlihat lelah menangis mulai merasa mengantuk dan aku memutuskan tidur sambil memeluknya.
Pagi hari pun tiba , aku bangun dan menoleh kesebelahku , tak terlihat batang hidungnya.Aku pergi ke bawah dan menanyakan pada mama
__ADS_1
"Mama lihat Satria engga tadi ma?"
"Pagi - pagi sekali Satria berangkat kekantor nak, dia juga meminta tolong mama memberi tahumu dia akan mengadakan kunjungan perusahaan keluar kota sehingga hari ini dia tidak akan pulang dan menginap selama tiga hari di sana"
Mendengar penjelasan dari mama ,aku kaget setengah mati . Lagi - lagi ini sudah diluar kendaliku, apa aku tidak begitu penting dimatanya sehingga dia pergi selama itu tidak meminta ijinku terlebih dahulu.Satria hanya mengabariku lewat mama.Setelah menikah ,kenapa dia berubah kepadaku ...
Apa selama ini aku hanya di kasihinya?
Setelah kepergiannya selama tiga hari , Satria belum juga pulang . Selama itu pula ,aku tidak pernah di kasih kabar olehnya.Aku mencoba menghubunginya. Beberapa kali panggilanku tak terjawab,namun sekali berhasil ,sekretaris yang mengangkatnya.Dia mengatakan padaku kalau tuannya sedang sibuk.
Kapan pulang Sat?
Kenapa tidak menghubungiku ?
Namun tak juga mendapat balasan . Pikiranku kalut ,otakku berputar - putar dan ternyata aku pingsan .
__ADS_1
Saat sadar,di hadapanku sudah ada mama dan juga Pak Dokter yang memeriksaku
Dokter mengatakan aku terlalu stres dan jarang makan sehingga magh akut ku kembali kambuh .Setelah memberi vitamin dan memastikan keadaan ku yang telah membaik ,dokter tersebut akhirnya meninggalkan kami .
Memang benar aku tidak berselera makan akhir - akhir ini . Aku hanya bisa makan dua sampai tiga sendok setiap hari .Mama yang melihat keadaanku sebenarnya sedih tapi juga tak bisa berbuat apa - apa. Mama berusaha menghubungi Satria tapi juga tidak berhasil . Kemudian mama menelpon sekretarisnya dan mengatakan kalau aku sedang sakit .
Mama menyuruh bi Sumi mengambilkan makanku dan memaksaku makan .
"Makanlah nak ,jangan melupakan makan lagi nanti kamu bisa magh lagi . Satria pasti akan segera kembali "
" Iya ma"
"Buka mulutmu, biar mama suapi"
Aku pun membuka mulutku dan menerima suapan dari mama. Beruntung aku memilikinya, karena mama juga sangat baik padaku
__ADS_1