
Setelah mengantarku pulang ,Satria berpamitan kepadaku dan juga keluargaku .
Aku yang merasa sangat lelah memohon ijin pada Bapak dan ibu untuk membersihkan diri di kamar mandi .
Aku mandi dengan air dingin agar segala penat yang ada pada diriku bisa hilang seketika . Benar saja,aku merasakan badanku terasa agak ringan setelah mandi .Seakan- akan rasa lelah itu ikut luruh bersama air yang mengguyur tubuhku.
Setelah selesai mengganti pakaian ku dengan baju tidur biru kesukaanku,aku menghampiri keluargaku yang ada di ruang keluarga .
"Nduk ,makanlah . Kami sudah selesai makan . Kami pikir kamu pulang terlambat lagi jadi kami memutuskan untuk makan duluan karena adik - adikmu merasa kelaparan",ucap ibu padaku
"Iya nduk ,makanlah dulu biar maghmu tidak kambuh lagi ",ucap Bapak menambahkan perkataan ibu
"Iya Pak ,Bu . Aulia tadi udah makan sama Satria ,kebetulan kami ada pertemuan penting dengan kliennya Satria di restoran .Jadi kami sekalian makan di sana",ucapku menjelaskan pada Bapak dan ibu .
"Bagaimana hubunganmu dengan Nak Satria sekarang Nduk ? Bapak lihat kayaknya Satria makin lengket padamu. Apa tidak sebaiknya kalian menikah saja untuk menghindari fitnah?",tanya Bapakku mencari tahu sejauh mana hubunganku dengan Satria
"Kalian sudah sama - sama dewasa Aulia. Kalian sudah pernah menikah dan sudah tahu sifat masing -masing Nak ,Satria selalu meminta kami untuk membujukmu agar mau segera menikah dengannya",ucap ibu dengan serius.
"Sebetulnya hari ini saya mau membicarakan hal ini pada Ibu dan Ayah . Aulia sudah menerima ajakan Satria untuk menikah !"
"Benarkah Nak? Kapan kalian akan menikah Nak?",tanya Bapak padaku
***Di rumah Satria***
Sepulang mengantarkan Aulia ,aku segera bertemu dengan papa dan mama. Aulia sudah setuju untuk menikah . Jadi , aku tidak akan menyia - nyiakan kesempatan yang langka ini
"Pa , Ma , Satria pengen cepet - cepet nikahin Aulia nih . Tadi Aulia udah siap untuk nikah sama Satria",ucap Satria memberi tahu ke dua orang tuanya.
__ADS_1
"Papa senang kamu akan menikah kembali dengan Aulia Nak , dia wanita yang baik dan Papa akan selalu mendukung kamu, iya kan Ma?",ucap Papa Satria
" Mama juga setuju sama pendapat Papa Sat,asalkan kamu senang dan bahagia ,kami akan turut bahagia. Sekalian bila nanti Aulia udah jadi mantu Mama lagi,Mama akan minta maaf pada Aulia ",ucap Mama sambil berkaca -kaca.
" Satria udah siapin semuanya. Kita melamarnya sekarang aja ya Pa ,Ma ! Satria ingin membuat kejutan pada Aulia ",pinta Satria
"Apa tidak terlalu mendadak Sat ?",tanya Papa bingung
"Tidak Pa, aku rasa sudah saatnya kami mengakhiri masa - masa sendiri kami , begitu dia setuju ,Satria akan mengikatnya Pa.Sekarang ,Aulia tambah cantik Pa ,Ma .Dion udah terang - terangan suka pada Aulia . Aku tidak ingin ada orang lain yang memilikinya kecuali aku ",jawab Satria yakin
Papa dan Mama nya Satria terkejut dengan permintaan anaknya tersebut tapi mereka juga tahu bagaimana perasaan Satria pada Aulia . Setelah bertemu dengan Aulia, Satria telah melabuhkan hatinya untuk Aulia seorang .Mereka juga tahu, dengan berbagai cara ,Satria berusaha membujuk Aulia untuk menikah kembali ,tapi karena masih ada trauma yang dialami oleh Aulia ,membuat Satria harus bersabar . Kini Satria udah punya kesempatan itu,dan Satria benar - benar bergerak cepat untuk segera mengikat Aulia menjadi miliknya.
Kedua orang tua Satria pun akhirnya menyetujui permintaan anak tunggalnya tersebut . Mama tampak sibuk dengan memesan online barang - barang yang akan di jadikan seserahan untuk keluarga Aulia nantinya.
Sementara Satria memesan baju terbaik dan termahal yang sudah siap pakai untuk acara lamarannya tersebut . Satria sengaja tidak memberi tahu Aulia dan juga keluarganya karena ini adalah akan menjadi sebuah kejutan untuk Aulia.
Setelah semuanya siap,mobil mereka meluncur dari rumah Satria pada pukul delapan malam.Di dalam mobil ,Satria tersenyum senang membayangkan wajah Aulia ketika tahu kejutan yang diberikan untuknya .
Disaat kami membicarakan tentang Satria ,pintu rumah kami terdengar diketuk dari luar
Tok....tok...tok...
Aku yang hendak berdiri di tahan oleh ibu
"Biar ibu saja Nak,kamu duduk di sini saja !",perintah ibu padaku
" Baik Bu"
__ADS_1
Ibu melangkahkan kaki menuju pintu utama,pelan - pelan tangannya membuka knop pintu.
Saat pintu terbuka ,ibu kaget melihat Satria bersama kedua orang tuanya berada di depan pintu serta membawa beberapa seserahan .
"Ya Ampun Satria ....!",teriak ibu karena kaget ,pasalnya Aulia tidak mengatakan apapun tentang kedatangan orang tua Satria .
"Mari mari Silahkan masuk Nak, Bapak ,Ibu !",ucap ibu gugup karena tak ada persiapan
Aku yang melihat Satria datang bersama orang tuanya kaget setengah mati karena tak ada persiapan apa - apa. Ditambah lagi ,aku hanya memakai baju tidur lengan pendek dan celana panjang yang sudah lama tak ku pakai .
Bapakku pun sama halnya denganku dan juga ibu, tetapi beliau bisa bersikap agar lebih tenang dan mencoba mengendalikan keadaan karena walaupun kedatangan mereka mendadak , mereka harus di hormati dan di sambut dengan baik .
"Mari - mari Nak Satria kita berkumpul di sini saja. Maaf Pak ,Bu tempatnya hanya sempit ", ucap Bapak sopan
Mereka segera duduk di tempat yang telah di sediakan . Sedangkan ibu dan aku pergi ke dapur untuk mempersiapkan hidangan seadanya karena tak ada persiapan sama sekali dari kami.Kami menyediakan teh dan beberapa biskuit kecil serta makanan ringan yang kubeli di warung kelontong di dekat rumah kami .
Sementara Satria dan keluarganya tampak berbincang ringan dengan ayah dan juga kedua adikku . Terdengar tawa kecil menyelingi pembicaraan mereka. Setelah semuanya siap ,aku dan ibu turut bergabung dengan mereka . Satria terus menatapku dan tersenyum padaku .
"Maaf Pak Harun atas kedatangan kami yang terkesan mendadak . Kami kesini bermaksud untuk melamar Putri tertua Bapak,Aulia",ucap papa Satria membuka percakapan yang mulai serius.
"Iya Pak , lihatlah anak kami Satria udah ngebet banget sama puteri Bapak . Setelah tadi mendapat lampu hijau dari Aulia,dia seperti anak kecil merengek pada kami untuk segera melamarkan Aulia untuknya . Satria sudah tak sabar mengikat Aulia ",ucap mama Satria menambahkan pada Bapak.
"Kalau Bapak terserah sama anak - anak saja karena yang menjalani kehidupan kan anak - anak kita nantinya. Aulia sini Nak, kamu sedang di lamar Satria ,apa kamu sudah siap Nak? ", tanya ayah padaku
"Insya Allah siap Pak !",ucap Aulia yakin pada keputusannya
" Alhamdulillah ",ucap semua yang ada di situ
__ADS_1
Satria pun menyematkan cincin berlian yang telah di siapkannya di jari Aulia dan kemudian mencium kening Aulia dengan lembut
" Terima kasih Sayang",ucap Satria dengan lembut