
Aulia merasa sangat bahagia karena lamaran yang datang dari Satria semalam .Satria sudah memutuskan lima hari lagi ,dia akan menikahi Aulia secara sah ,baik di mata agama maupun di mata negara .
Satria memang benar - benar gila,semuanya yang serba mendadak tentu membuat semua keluarganya sangat sibuk mempersiapkannya.Kali ini pernikahan akan berlangsung di rumah Pak Harun sebagai wali sah Aulia.
Akan ada beberapa tamu penting yang akan di undang oleh Aulia.Diantaranya adalah Bu Luci dan suaminya,Bapak Kepala Sekolah nya dulu yang membantunya mendapatkan beasiswa dan juga Naina,sahabat terbaiknya saat ia kuliah di London.
Melalui jaringan telpon Internasional, Aulia menghubungi sahabatnya
"Halo Nai,lima hari lagi aku nikah sama Satria . Kamu kesini ya kalau ada waktu !", pintaku pada Naina
" Selamat ya Aulia, akhirnya pria brengsek itu akan menikahimu. Tentu aku akan datang kesana Aulia. Hari ini juga ,aku akan melakukan penerbangan ",ucap Naina yang merasa girang karena sahabatnya akan kembali menikah dengan mantan suaminya dulu.
"Benarkah ? ",ucapku tak percaya
" Tentu", jawab Naina yakin
Mereka pun melanjutkan percakapan di sambungan telpon seluler karena keduanya sangat merasa rindu setelah terakhir bertemu di London saat Aulia di wisuda.
*****Keesokan Harinya*****
Naina benar - benar menepati janjinya . Hari ini ,dia benar - benar datang ke rumahku .
"Naina....",pekikku saat melihat Naina sudah berada di depan halaman rumahku
"Aulia...",Naina dan aku pun berpelukan untuk melepas rasa rindu karena kami memang sibuk dengan urusan masing - masing selama ini . Setelah puas berpelukan ,aku mengajak Naina ,masuk ke rumahku dan meletakkan barang - barang yang dibawanya di kamar yang sama denganku .
"Pak ,Bu ini Naina ,sahabat terbaikku saat di London dulu . Naina ini juga yang sering membantuku , baik secara finansial maupun nonfinansial .Naina lah yang selalu ada bersamaku saat aku mengalami keterpurukan saat bercerai dengan Satria di London !",ucapku mengenalkan Naina pada orang tuaku
__ADS_1
Naina dengan sopan mengulurkan tangannya dengan maksud hendak berjabat tangan dengan ayah dan juga ibuku
"Naina",ucapnya memperkenalkan dirinya pada Ayah dan ibu dengan sopan.
" Terima kasih Nak Naina, karena selama di London ,kamu telah menjaga putri kami dengan baik ,sehingga dia bisa pulang dalam keadaan sehat ,tak kekurangan suatu apapun . Trima kasih pula Bapak ucap kan karena telah membantunya mengatasi permasalahannya disana sehingga di negeri orang ,puteri kami tidak merasa sendiri ",ucapan tulus Bapak yang membuatku terharu .
"Saya sudah menganggap Aulia ini seperti saudara saya sendiri Pak , jadi sudah semestinya saya melindunginya dan menyayanginya",ucap Naina terharu
"Di sini kalau Nak Naina butuh apa - apa silahkan langsung minta sama Ibu. Anggap saja kami ini orang tua sendiri Nak ! Kami tahu dari Aulia,kamu hanya tinggal dengan nenek kamu setelah orang tuamu meninggal dalam kecelakaan sewaktu kamu masih kecil ",ucap Ibu dengan tulus .
Naina orang nya sangat supel dan ramah,humoris dan juga pemberani. Dia juga sangat mudah akrab dengan siapa saja ,termasuk kedua orang tuaku .
Naina merasa memiliki orang tua lagi ,pasalnya selama ini dia hanya hidup bersama neneknya,yang merupakan keluarga satu-satunya yang di miliki oleh Naina.
Naina juga tak memiliki saudara kandung, pasalnya ia adalah anak tunggal dari orang tuanya sebelum meninggal.
Naina juga bisa lebih cepat akrab dengan kedua saudariku ,yaitu Amel dan Ilham. Naina selalu memberikan apa saja yang di minta adikku seperti coklat dan permen serta makanan ringan lainnya.
Dirumah ayah,kami mengobrol panjang lebar dan berbagi pengalaman pribadi setelah aku memutuskan untuk pulang ke Indonesia,tanah airku enam bulan yang lalu .
Naina sebenarnya sedang merasa patah hati karena mengetahui kekasihnya yang telah berselingkuh dengan salah satu teman kerja nya di London .
Pacarnya adalah pria brengsek yang telah merenggut kesucian milik Naina dan dengan mudahnya mencampakkannya dan berpaling darinya serta mengkhianatinya dengan rekan kerjanya sendiri.
"Hiks...hiks...Gue bodoh Aulia ,bisa -bisanya gue percaya pada Tomi .Gue kira dia beneran sayang sama Gue . Sekarang gue udah ga perawan lagi Aulia. Gue malu ...,malu pada gue sendiri ",tangis Naina pecah saat ia curhat kepada Aulia saat Tomi mengkhianatinnya.
Awalnya ia ingin menyembunyikan masalah ini dari Aulia,tapi rupanya mimik wajah Naina tidak bisa membohongi Aulia. Aulia terus mendesak Naina agar ia membagi masalah nya .
__ADS_1
"Naina ,kamu yang sabar Ya ! ,akan ada waktu dimana kamu akan mendapatkan kebahagiaan. Tomi tidak berhak mendapatkan wanita sebaik kamu Naina",ucapku tulus pada sahabatku,Naina
"Terima kasih Aulia, maaf aku telah merusak hari bahagiamu dengan cerita kisah kelamku",ucap Naina padaku .
"Aku yakin Naina suatu hari nanti akan ada laki - laki terbaik yang di siapkan Tuhan untukmu . Kamu hanya perlu bersabar menunggu sampai saat waktunya itu tiba kepadamu . Percayalah pada Takdir yang diciptakan Tuhan !",ucapku memberi semangat pada Naina.
Saat ini hati Naina sedang rapuh ,dan sebagai seorang sahabat aku tidak ingin berdiam diri melihat kesedihan dan juga kerapuhan yang sedang dialami oleh Naina, sahabat terbaikku .Dia adalah orang yang begitu penting untukku.
Disaat kami sedang asyik mengobrol,aku tiba - tiba teringat dengan ponselku yang aku tinggal di meja kamarku .Aku takut Satria menghubungiku karena kami tidak boleh bertemu dalam waktu lima hari kedepan.
Benar saja di sana sudah ada seratus tiga panggilan tak terjawab dari Satria
'Pasti Satria marah lagi padaku ',ucapku dalam hati setelah mengetahu banyaknya panggilan darinya yang telah ku abaikan .
Selain melakukan panggilan,satria juga mengirimiku banyak pesan di hpku.
'Sayang ,kamu dimana?'
'Sayang ,kenapa tidak diangkat?'
'Sayang ,kenapa diam ?', begitulah beberapa pesan milik Satria yang baru ku buka dan masih banyak lagi yang belum ku buka.
Aku sebenarnya ingin menghubungi Satria terlebih dahulu,tapi tiba -tiba saka ponselku bergetar karena mendapatkan panggilan suara lagi dari Satria
"Halo Sayang ,maaf ya HP ku tadi aku cilent dan aku tinggal dikamar ,karena sekarang ada Naina di sini",ucapku memberi tahu Satria
"Sayang ,kalau panggilan ini tidak kamu jawab ,sebenarnya aku akan menyusulmu di rumah Bapak,aku kangen banget Sayang ... Oh ya,Naina kerumahmu Sayang?",tanya Satria heran
__ADS_1
" Iya Sayang,aku mengundangnya datang kesini untuk menghadiri pesta pernikahan kita Sayang ...!",ucapku menjelaskan pada Satria.
"Aku ikut senang Sayang ,sahabatmu ikut hadir dalam pesta kita nanti . Saat bertemu nanti ,aku akan mengucapkan terima kasih padanya karena dialah yang menjagamu selama di London. Dan katakan padanya, dia boleh minta apa saja pada calon suamimu yang ganteng ini",ucap Satria dengan percaya dirinya yang terlalu tinggi .