CITA -CITA SI GADIS MISKIN

CITA -CITA SI GADIS MISKIN
Satria Berubah


__ADS_3

Setelah menyaksikan drama yang dibuat oleh tunangannya tadi ,Satria yang merasa bersalah pada Riana segera menenangkannya.


Matanya tajam bertanya kepada ketiga temannya .


"Coba kalian jelaskan padaku kenapa wanita itu bisa sampai di sini?",teriakan Satria terdengar menggelegar menyapu ruangan


"Aulia bekerja di sini selama tiga minggu yang lalu",ucap Dion tegas


"Kenapa membiarkannya bekerja disini . Apa kantor - kantor lain sudah tutup sehingga dia bekerja disini?"


"Entahlah yang jelas kinerjanya sangat bagus Sat, perusahaan kita berkembang lebih ketika dia bergabung di perusahaan ini .Dia bekerja agar kedua adiknya bisa kuliah seperti dirinya. Kau lihat tadi kan Sat,dia bukan wanita matre seperti pemikiranmu akhir -akhir ini. Setiap istirahat dia hanya makan sepotong roti dan segelas air mineral",Dion berusaha menyadarkan Satria

__ADS_1


"Panggil wanita itu kemari !"


Dion pun memasuki ruangan Aulia . Ia masih tampak membersihkan wajahnya yang penuh lebam ,dan juga darah . Dion memandanginya dengan iba . Ingin sekali dia menolongnya,tapi ia takut Satria salah paham . Dion masih sangat yakin dengan perasaan Satria . Matanya menunjukkan kalau ia masih sangat mencintai Aulia ,mantan istrinya


"Aulia ,mari ke ruangan direktur sebentar. Satria memanggilmu",Dion berucap padaku


"Benarkah ?",tanyaku senang tak terkira


Aku sungguh sangat merindukannya. Meskipun ia bertingkah apapun ,hatinya tidak bisa berubah. Aku akan terus mencintainya sampai akhir


Saat berada diruangan yang sama dengan Satria ,Dion memintaku mendekat pada Satria tapi Dion masih berjaga -jaga bila nanti Satria berlaku kasar padaku

__ADS_1


Saat berada di hadapan Satria ,dia malah melemparku dengan banyak uang lembaran kertas. "Ini ambillah dan segeralah angkat kaki dari sini", teriaknya padaku .


Aku memegangi pipiku yang masih sakit oleh tamparan Riana dan kini tambah sakit lagi karena sikap Satria yang baru kali ini kasar padaku .


Aku tidak menyangka kalau Satria akan berubah seperti itu . Aku hanya diam mematung dan masih berusaha menyeimbangkan tubuhku agar tidak goyah . Air mata yang tadinya hampir kering ketika aku memasuki ruangan ini kini telah tumpah membanjiri wajahku yang lebam dan berdarah


Melihat keadaan ku seperti itu membuat ketiga sahabat Satria mendekatiku dan menjauhkan diriku dari Satria . Mereka tentu ingin menyelamatkan diriku dari amukan Satria.


"Kalian akan membawanya kemana? Kalian akan menolong gadis murahan ini ?",teriaknya pada ketiga sahabatnya


Aku yang masih mendengarnya mengumpat, menghentikan tubuhku agar tak menjauh dari suaranya .

__ADS_1


Satria makin mendekat kan tubuhnya pada diriku ,Dia masih marah -marah mengeluarkan segala emosi yang ada pada dirinya.Aku membiarkannya seperti itu agar ia tenang . Mungkin ini adalah luapan emosinya setelah dua tahun tidak bertemu denganku . Aku hanya bisa berdiri mematung dengan tanganku yang masih bertumpu pada meja yang berada di dekatku .Kekuatanku hanya ada disitu karena roti yang ingin aku makan tadi telah di injak -injak oleh Riana , tunangan Satria . Tubuhku tiba - tiba sangat lemas,mataku mulai terasa berputar - putar dan keningku terasa sangat berat . Saat aku mulai merasakan tubuhku yang hampir ambruk di dada Satria, aku yang sudah tak bertenaga lagi tiba - tiba terjatuh di lantai . Satria hendak mengangkat tubuhku ,tapi aku menolaknya ,


"Jangan menyentuhku .Kamu jijik padaku kan?",ucapku dan aku pun mulai kehilangan kesadaranku .


__ADS_2