
Satria mendengarkan kisah Aulia sewaktu kecil . Dia tahu Aulia tidak akan berbicara sebelum dia bertanya kepadanya , makanya dia akan menyakan apa saja sehingga Aulia bisa bicara dengannya .
Satria yakin ia bisa membantu Aulia dengan kekayaannya dan bisa melindungi Aulia dari teman - teman bila ada yang membuly Aulia seperti kisah SMA nya.
Tapi anehnya gadis itu tidak pernah bertanya apapun tentang Satria. Satria cukup mengerti mungkin ini karena Aulia yang memiliki sifat malu - malu berbeda dengan kebanyakan wanita yang di temuinya.
Sepulang dari kampus diam - diam Satria mengikuti Aulia dari belakang .Dia pun menghentikan mobilnya dan menghampiri Aulia .
"Aulia ayo naiklah aku akan mengantarmu pulang !", ajak Satria dengan halus .
" Aku bisa pulang sendiri Sat . Sekalian di jalan aku ingin mencari pekerjaan part time ",tolak Aulia secara halus
"Kenapa mesti bekerja Aulia? Kalau kamu mau aku bisa membantumu . Aku akan memberikan apapun yang kamu butuhkan. Kalau kamu butuh uang atau apapun mintalah kepadaku ",Satria menawarkan bantuan untuk Aulia
"Tidak Sat aku tidak ingin memanfaatkanmu , aku ingin berteman denganmu secara tulus. Kamu adalah teman pertama dan satu- satunya untukku . Biarkan aku mandiri Sat ", Aulia menatap Satria dengan serius
__ADS_1
" Baiklah aku tidak akan memaksamu tapi pulanglah bersamaku nanti aku yang akan mencarikan pekerjaan untukmu ",lanjut Satria
"Benarkah ?" ,tanya Aulia
Satria pun menganggukkan kepala tanda ia menyetujuinya.
Dimobil Satria sesekali memandangi wajah Aulia . Wajah itu kini menjadi wajah yang sering dirindukannya. Di dalam mobil Satria bertanya - tanya kepada Aulia untuk menghindari keheningan . Aulia masih terlihat kikuk dan canggung . Dia sering melihat keluar jendela mobil untuk mengurangi kecanggungannya saat bersama Satria.
Sesampainya di rumah Bu Luci , Aulia meminta Satria untuk turun dan mampir sebentar.
"Anak ibu sudah pulang ternyata. Mari silahkan masuk nak Satria !", ajak Bu Luci yang telah mengenal Satria saat mengantar Aulia sepulang dari rumah sakit kemarin.
Aku pun masuk kedalam dan berganti pakaian rumahan .Sementara Satria , aku melihatnya duduk diruang tamu .Aku segera mendekati ruang tamu ,ternyata Bu Luci sudah menyiapkan teh dan cemilan diatas meja
"Nak Satria satu kelas ya sama Aulia?",tanya Bu Luci kepada Satria
__ADS_1
"Iya Bu", jawab Satria dengan sopan .
" Terima kasih nak Satria karena sudah baik dan menolong Aulia kemarin ",ucap Bu Luci bersungguh - sungguh.
" Tidak apa - apa Bu ,Aulia adalah teman terbaik saya di kampus . Meskipun baru bertemu ,Aulia sudah menjadi teman terbaik untuk saya",jawab Satria sambil menatapku .
Kini wajahku mungkin terlihat sangat merah karena jawaban dari Satria.
"Teman terbaik?,dari mana ia mendapat kata - kata itu ? Aku tidak boleh kepedean . Mana mungkin Satria menyukaiku ", kataku dalam hati
Beberapa hari ini aku bingung menghadapi Satria . Dia sangat baik kepadaku,dia memperlakukan ku dengan istimewa. Tapi aku tidak boleh berhayal dan mengharap lebih . Bagiku menjadi temannya saja itu lebih dari cukup . Aku juga tidak ingin cinta ini bisa merusak hubungan pertemanan kami.
Setiap hari berdekatan dengannya,membuat hatiku melompat - lompat . Apalagi aku sering melihat senyumnya yang menawan seperti saat ini dia benar - benar seperti seorang pangeran .
Aku menyukainya,aku memujanya dan bahkan sangat mengharapkanya tapi semua itu harus aku tekan dalam kediamanku.
__ADS_1
Setelah berbincang - bincang cukup lama , Satria pun memutuskan untuk pulang.