
Aku masih tidak percaya kalau aku memang sedang hamil. Untuk memastikan kehamilanku, aku pergi ke dokter kandungan bersama Naina sebelum pergi ke kampus.
Di sana dokter memeriksa kandunganku. Setelah mengolesi perutku dengan gel ,di dalam layar monitor , dokter menunjukkan keadaan bayiku.
" Lihatlah pada monitor nona, keadaan bayi Anda saat ini sangat sehat dan detak jantungnya sangat baik",kata dokter yang menunjukkan detak jantung bayiku
Terdengar jelas detak jantung bayiku ,aku yang mendengarnya begitu terharu. Ternyata bayi yang tumbuh di rahimku sudah memiliki detak jantung.
Naina yang menemaniku di dalam turut bahagia memandang ku karena sebentar lagi akan ada malaikat kecil yang lucu dan juga imut.
Menurut penjelasan dokter , usia kehamilanku sudah memasuki minggu ke sepuluh dan akan mengalami morning sickness sampai beberapa bulan ke depan .
Aku yang saat ini sedang ada di perjalanan menuju kampus,memfoto hasil usg tadi dan kukirimkan pada Satria . Tak lupa , aku juga memfoto hasil ketiga test pack yang aku gunakan untuk memeriksa kehamilanku kemarin .
Tak lama kemudian Satria menelponku berkali -kali . Aku yang sedang ada kelas tentu belum bisa mengangkat telponnya.
Saat istirahat tiba, dengan cepat aku meraih ponselku dan disana ada 130 panggilan tak terjawab milik Satria dan beberapa notif pesan milik nya karena tadi hpku aku silent
Aku takut Satria marah dan nekat, segera saja aku menelfonnya,
" Halo Sayang ,maaf tadi aku ada kelas ", kataku menjelaskan.
Tiba - tiba saja aku merasa mual dan langsung menuju kamar mandi terdekat masih dengan video call bersama Satria .
__ADS_1
"Sayang ,kamu kenapa?", Satria berteriak karena khawatir padaku
Di depan wastafel aku memuntahkan semua yang ada di dalam perutku dan segera membersihkannya
Hoek... hoek... hoek...
Semua makanan dan minuman yang aku makan tadi pagi keluar semua.
"Sayang kamu kenapa?",tanya Satria lagi padaku
"Aku mengalami morning sickness Sayang. Aku akan sering mengalami mual dan muntah diawal kehamilan .Hal ini biasa pada wanita hamil diawal - awal kehamilannya Sayang ," kataku menjelaskan
" Ya Tuhan. Aku sungguh sangat merasa bahagia dengan berita kehamilanmu saat ini Sayang.Aku minta maaf karena tidak ada di sisimu saat kamu dalam posisi hamil anak kita yang pertama!"
"Ingin rasanya aku menyentuh anak kita di perutmu Sayang ,aku juga sangat merindukanmu "
" Aku juga sangat merindukanmu suamiku "
Lama kami mengobrol , melepas rindu yang kami rasakan melalui handpone. Satria telah memberi tahu keluarganya , keluarga bapakku yang ada di kampung dan juga tak lupa keluarga Bu Luci tentang kehamilanku. Tentu ini merupakan kabar gembira untuk keluarga besar kami. Satria tak henti - henti nya bersyukur karena sebentar lagi akan tumbuh Satria kecil di rahimku. Dia sangat bersemangat menunggu kehadiran buah hati kami.
Aku yang masih melamun di kejutkan oleh tingkah Naina .
" Melamun aja dari tadi , ambillah ini dan makanlah . Kasihan bayimu kalau kamu sampai kekurangan makan", katanya sambil menyerahkan sebungkus makanan dan minuman yang di bawanya dari kantin.
__ADS_1
Tingkah Naina ini mengingatkan Aulia saat masih berada di kampus yang sama dengan suaminya, setiap hari saat jam istirahat tiba ,Satria akan selalu membawakannya makanan .Sedangkan pagi harinya, Satria selalu menyiapkan makanan kecil untuk Aulia agar bisa di makannya mengingat kebiasaan Aulia yang tidak bisa sarapan , maka Satria mengganti menu makan paginya hanya dengan makanan kecil yang masih cukup nutrisi dan proteinnya.
Mungkin karena pengaruh hormon kehamilan , membuatku sangat merindukan suamiku . Saat aku seperti ini , seharusnya kami bersama. Aku membayangkan diriku bisa bermanja - manja pada suamiku dan memeluk tubuhnya .
Sesaat aku menghentikan lamunanku , aku mulai sadar ada Naina yang sedang mengulurkan makanan dan juga minuman . Aku menerima bungkusan plastik tersebut
"Terimakasih Nai" , ucapku tulus pada Naina
Naina menganggukkan kepala nya sambil tersenyum padaku . Sementara aku , segera membuka bungkusan makanan dan minuman tadi dan mulai menyendoknya pelan - pelan dan kumasukkan ke mulutku sedikit demi sedikit .
" Kamu lagi rindu banget sama suami mu ya ?",tanya Naina yang seperti melihat isi hatiku
" Iya ,mungkin karena pengaruh hormon kehamilan juga ", jawabku memberi alasan
" Sabar Aulia,gue denger kemarin kan katanya besok mau kemari "
" Aku juga tidak tahu .Tadi Satria tidak membahasnya di telpon tadi ",kataku menjelaskan
" Udah di tunggu aja , suami loe pasti kemari kok .Jangan sensitif gitu ,kasihan anak loe "
Bener kata Naina sekarang aku lebih sensitif .Aku mudah menangis .Bahkan ,saat aku mengingat Satria pun aku bisa menangis sendiri .Berkali - kali aku mencoba untuk menyeimbangkan tubuhku dan juga pikiranku . Kini aku sudah mempunyai tanggung jawab terhadap anakku . Aku tidak ingin rapuh karena terpisah jauh dari suamiku .
Aku ingin menjadi wanita yang kuat yang bisa menjaga diriku dan juga bayi ku agar kami sama - sama kuat .Kuraba perutku yang datar ini , ternyata seperti ada gelinjaran yang bergerak - gerak menari diperutku . Mungkin bayiku sedang bergerak . Aku tersenyum simpul memandangi perut ku yang rata dan masih menyentuhnya
__ADS_1
"Sabar ya Dek , di sini kita sedang berjuang untuk kebahagiaan kita nanti ",ucapku pada bayiku sendiri .