CITA -CITA SI GADIS MISKIN

CITA -CITA SI GADIS MISKIN
Persiapan ke London


__ADS_3

Hari ini adalah hari terakhir aku bersama Satria. Satria pun izin dari kantor ayahnya. Seharian ini, ia akan menemaniku kemanapun yang aku mau .


Satria Pov


Setelah kami menyelesaikan salah paham yang ada diantara kami , tak terasa hari - hari yang kami lalui cepat berlalu. Hari yang aku takutkan pun tiba yakni dia akan pergi dariku . Dua tahun bukanlah waktu yang singkat menurut kami ,jarak antara Indonesia - London juga jauh , ini tentunya sedikit banyak juga mempengaruhi emosiku . Aku masih ingat ,ketika kami berpisah tempo hari yang lalu , berpisah tujuh hari dengannya , sudah seperti tujuh tahun tak bertemu dengannya.


Aku berharap ada kekuatan diantara kami untuk menghadapi perpisahan ini . Bagiku , ini adalah bagian dari kisah kami dan merupakan ujian untuk hubungan ini.


Aku mencintainya, aku pasti bisa menunggunya. Wajah nya yang polos tanpa dosa inilah yang pasti akan selalu aku rindukan .


Hari ini aku mengantarkan istriku ke kampus kami untuk daftar ulang program S2 di London . Selesainya ,kami mampir ke rumah Bu Luci sekalian untuk berpamitan dengannya


Sesampainya di rumah Bu Luci aku melihat Aulia , Bu Luci dengan hangat menyambut kami

__ADS_1


"Selamat datang anak - anak ibu",ucapnya sambil memelukku dan Aulia secara bergantian


"Aulia kangen banget Bu"


"Kami kesini untuk meminta restu ibu, sebentar lagi anak ibu ini akan pergi ke London . Aku minta doanya Bu agar Aulia bisa sukses di sana",ucapku sambil menggenggam tangan Aulia


"Tentu nak, tanpa kalian minta pun ibu akan selalu mendoakan kalian .Ibu dan Bapak tidak mempunyai anak , tentu kalianlah yang selalu kami doakan . Ibu akan merindukanmu Aulia karena kamu akan jauh dari ibu ", ucap Bu Luci sambil memeluk Aulia.Matanya tampak sayu memandangi istriku tercinta


"Ibu jangan sedih ,sepulang dari sana nanti Aulia akan sering nengokin ibu " ,ucap isteriku kemudian


Setelah meminta restu kami pun segera berpamitan dengan Bu Luci . Hari ini aku diam - diam merencanakan pergi kepantai yang sering kami kunjungi saat awal - awal pacaran.


Aku mengemudikan mobilku dengan cepat agar nanti kami pulang tidak kemalaman . Aulia kaget , karena aku tidak memberi tahunya terlebih dahulu . Dia menatapku seolah menuntut jawaban ku .

__ADS_1


"Mari kita habiskan saat - saat terakhir kita di pantai ini Sayang,karena di sini aku pernah melamarmu. Aku masih tidak percaya ,sekarang kamu sudah menjadi istriku"


"Terima kasih Sat karena telah menungguku. Aku harap kamu bisa bersabar menungguku lagi ", ucap Aulia menatapku


"Sungguh ini merupakan ujian terbesarku Sayang , tapi aku tidak bisa memaksamu melepaskan impianmu . Aku masih ingat , kamu selalu menggunakan waktu mu untuk belajar dan belajar untuk meraih S2 mu . Aku tidak ingin egois kepadamu Sayang"


"Terima kasih Sat,kamu adalah suami terbaik untukku


" Terima kasih pula Sayang kamu juga istri terbaik di dunia ini . Tetaplah menjadi seperti ini.Aku menyukai kepolosanmu dan dirimu yang apa adanya . Berjanjilah jangan pernah berpaling dariku. Jangan pernah pergi meninggalkanku , karena kemanapun kamu pergi aku akan tetap mencarimu"


"Bila kamu hamil segera beri tahu aku ya, aku ingin menjadi yang pertama kali yang mendengar berita itu . Aku akan selalu merindukanmu",ucapku kepadanya sambil menggenggam erat tangannya .


"Tentu Sat, kamu adalah ayah dari calon anakku. Kamu berhak mengetahuinya nanti . Jangan terlalu sedih Sat , kita bisa bertemu kalau kamu menyusulku kesana ",ucapnya sambil tersenyum padaku

__ADS_1


__ADS_2