CITA -CITA SI GADIS MISKIN

CITA -CITA SI GADIS MISKIN
Kita pacaran kan


__ADS_3

Aku begitu senang dengan jawaban Aulia . Kenyataannya cintaku tidak bertepuk sebelah tangan . Aku begitu puas mendengar jawaban nya yang juga mencintaiku. Sekali lagi aku memeluknya dan menciumi wajahnya . Karena sudah petang ,Aulia memintaku mengantarnya pulang.


"Sekarang kita pacaran kan sayang ?",aku menggodanya saat kami di mobil.


"Apaan sih Sat ?",kilahnya kemudian


"Sini mendekat lah sayang !",ucapku sambil mengemudikan mobil yang aku bawa dengan benar.


Aku melihat wajahnya seperti kepiting rebus ,untuk menghindari tatapanku dia mengalihkan wajahnya ke luar jendela mobil .

__ADS_1


Di perjalanan pulang kami mengobrol dengan santai . Sesekali aku menggodanya karena dia tambah cantik bila sedang malu


Seminggu sudah kami menjalani hubungan ini. Dikelas dan dimanapun dia pergi aku selalu mengikutinya . Aku tidak memberikan kesempatan pada orang lain untuk menghina dirinya lagi . Sungguh aneh aku pada diriku sendiri , bila dulu dan sekarang aku selalu di kejar - kejar oleh cewek , sekarang aku menjadi posesif dengan cewekku sendiri. Selama satu minggu itu pula aku jauh dari sahabat - sahabatku . Saat aku hendak pulang bersama Aulia ,Dion mengajakku ke kafe biasa . Dia ingin aku kesana sekarang .Aku tidak mungkin membiarkan Aulia pulang sendirian apalagi jalan kaki . Maka dari itu aku mengajaknya ikut bersamaku.Lagi pula ini adalah saat yang tepat aku mengenalkan Aulia yang sudah berstatus pacarku ini pada mereka. Aku begitu mengenal ketiga sahabatku mereka pasti melakukan hal ini untuk meminta penjelasanku.


Kami berangkat menuju kafe dengan dua mobil yang berbeda . Sesampainya disana, Adi yang biasanya pendiam menyapaku terlebih dahulu


"Hai bro kesini !",ucapnya kemudian .


" Sebenarnya gue udah pacaran sama Aulia",ucapku dengan tegas.

__ADS_1


"Sejak kapan bro ?",tanya Dion meng interogasiku


"Beneran loe suka sama Aulia? Bukannya dia itu bukan tipemu ?",celetuk Adi tiba - tiba


"Gue beneran suka sama dia sejak pertama ketemu . Sebenarnya gue udah ngelamar dia tapi Aulia belum siap nikah sama gue " , aku menjawab sambil memperhatikan wajah Aulia. Gadis itu rupanya masih menundukkan pandangannya karena malu


Aku pun mulai memegang tangan Aulia. Benar saja , tangannya dingin mungkin karena grogi atau tidak nyaman pada teman - temanku . Untuk mengurangi rasa gugupnya aku meminta teman - temanku untuk segera makan sementara aku menyuapi Aulia secara perlahan - lahan.Meski pada awalnya Aulia menolak karena malu , akan tetapi bisa membuatnya menuruti keinginanku


"Menurutlah Aulia, pacarmu itu tidak suka dibantah ",ucap Dion menjelaskan kelakuanku pada Aulia

__ADS_1


"Sayang bukalah mulutmu,aku suapi ya a...a..",ucapku sambil membawa satu sendok penuh isi makanan


Aulia pun membuka mulutnya dan mulai mengunyah makanan itu .Ketiga sahabatku yang memperhatikan kami geleng - geleng kepala saat melihatku . Mereka tahu sifat dan kelakuanku karena sejak kecil kami bersama. Perlakuanku kepada Aulia tentu saja sangat berbeda dengan wanita - wanita ku dulu . Mereka pasti bisa melihat cintaku kali ini tulus dan tidak sedang bermain- main dengan wanita . Aku sangat berharap mereka bisa mendukung ku karena ini tidak akan mudah bagiku dan juga untuk Aulia. Kelak , kami pasti akan mendapatkan ujian cinta yang bertubi - tubi untuk menguat kan cinta kami . Aku berjanji pada diriku sendiri , aku akan selalu berada di sisinya sampai maut memisahkan kita.


__ADS_2