
Selama tiga hari Satria menemaniku di sini dengan penuh kasih sayang .Aku begitu di manjakannya, seolah - olah aku ini adalah ratu seperti yang aku baca di dongeng - dongeng sewaktu kecil . Aku tidak menyangka ini semua akan terjadi di dalam hidupku .Hidupku yang dulu penuh dengan cercaan dan hinaan , akan merasakan kebahagiaan yang di berikan oleh suamiku tercinta secara bertubi - tubi .
Hari ini Satria hendak pulang ke negeri kami , karena sudah tiga hari dia berada di sini . Selama berada disini, Satria sangat lengket denganku . Kami menghabiskan waktu bersama dengan mesra dan sering bercanda tawa . Kami bercerita tentang pengalaman kami saat kami terpisah .
Saat kami hendak pergi ke restaurant untuk merayakan kebersamaan kami sebelum ia kembali , tiba - tiba mobil Satria bertabrakan dengan mobil yang melaju kencang dari arah yang berlawanan dengan mobil kami . Tabrakan itu cukup keras sehingga kami berdua pingsan di tempat .
Perlahan - lahan aku mulai membuka mataku . Aku tertegun melihat selang infus yang terpasang di tubuhku . Di depan ku sudah Ada Satria yang mendapat kan luka jahitan di dahinya dan tangannya terpasang gib karena patah tulang ringan yang di deritanya.Dia menyentuh tanganku dengan lembut dan mencium keningku saat aku tersadar .
" Sayang , maafkan aku ", katanya sambil menangis .
__ADS_1
Mendengar perkataan Satria ,aku mulai teringat kejadian saat kami kecelakaan kemarin.Aku pun teringat dengan bayi yang ada di rahimku
" Sayang , bagaimana keadaan anak kita?", tanyaku padanya.
" Maafkan aku Sayang , anak kita tidak bisa selamat karena kejadian itu . Dan......!" , ucap Satria yang terpotong
Mendengar perkataan suamiku , tubuh ku terasa lemas tak berdaya .Hidupku seakan hancur seketika . Hal ini karena kami harus kehilangan bayi yang seharusnya tumbuh dengan subur di rahimku . Bayi yang kami harapkan , bayi yang di bangga - banggakan oleh Satria sejak ia tahu kalau aku hamil telah kembali ke pangkuan -Nya.Mungkin Tuhan sangat menyayangi anakku sehingga ia di dipanggil -Nya dengan begitu cepat
" Sayang , Sabarlah mungkin ini ujian dari Tuhan ", ucap Satria menenangkanku . Satria memelukku dengan erat meski dirinya juga merasakan sakit yang sama denganku
__ADS_1
Aku menghembuskan napas kuat - kuat dan melepasnya perlahan untuk menghadapi emosi yang bergejolak di dalam hatiku .
" Iya Sayang , aku minta maaf Sayang ", ucapku padanya.
Saat aku mulai bisa mengontrol emosiku dan terlihat lebih tenang , Satria mendekatiku dan berkata,"Sayang , aku ingin memberi tahumu satu hal "
" Katakanlah", ucapku penasaran
" Aku ingin memberi tahumu satu hal , setelah kamu di kiret tadi ,dokter mengatakan akan sulit bagimu untuk kembali hamil . Karena ada masalah dengan janinmu Sayang ,itu menyebabkan kamu nantinya akan sulit untuk kembali hamil Sayang .", katanya menatapku dengan iba . Sorot matanya menunjukkan bahwa dirinya sedang rapuh saat ini, dan aku melihatnya.
__ADS_1
Aku bagai disambar petir disiang hari ,baru saja aku menguatkan jiwaku yang rapuh karena baru kehilangan anak kami , kini aku dihadapkan dengan kenyataan pahit lagi , bahwa dalam waktu dekat aku tidak bisa hamil karena janinku yang tidak sehat akibat benturan yang terlalu keras saat kecelakaan kemarin . Aku kembali menangis dalam dekapan suamiku . Ini seperti mimpi buruk bagiku . Satu kenyataan belum terlupakan , datang kenyataan pahit lagi dalam hidupku .