
Hari ini aku bersiap -siap memasuki ruangan kelas untuk melanjutkan study ku yang tertunda . Aku dan Naina berjalan beriringan sambil bercanda tawa. Aku merasa terhibur dengan celotehan - celotehan kecilnya .
" Cie ... cie ...yang suaminya mau dateng . Sumringah banget nih kayaknya", ucapnya padaku
" Bukan hari ini Naina, kemarin Satria bilang kalau ada kunjungan kerja yang mendadak lagi . Tentunya dia tidak bisa kesini minggu ini.",ucapku pada Naina
" Oh ya ? Kenapa mendadak sekali .Kemarin kan dia bilang akan menjumpai mu secepatnya , eh sekarang malah molor deh kesininya",ucap Naina kesal.
" Iya sih Nai , sebenarnya aku juga sedih . Tapi mau bagaimana lagi ,Papa memang sedang menggodog potensi Satria sekarang . Beliau menginginkan agar Satria bisa berubah selagi aku ada di sini Nai agar Satriia bisa di percaya penuh memegang perusahaan papa Nai ."
__ADS_1
Sesampai di kelas , dosen mulai memberikan tugas - tugas untuk kami
Naina mengatakan kalau hari ini dia akan kesalon terlebih dahulu karena kebetulan ada teman kami yang mengadakan ulang tahun untuk teman kami di kelas. Jadi hari ini kami tidak bisa pulang bersama. Aku memilih naik taksi karena merasa lebih aman disana . Sesampainya dirumah , aku segera membuka knop pintu apartemenku dengan kunci yang masih aku pegang . kubuka tas kecilku dan aku mulai mencari -cari kunci yang ada di dalam tasku.
Kreeek ...
Suara pintu terbuka dan akupun segera melangkah kan kakiku masuk ke ruang apartemenku . Sebenarnya aku agak malas masuk karena hari ini Naina tidak akan datang kemari . Sesampainya dari pesta ulang tahun teman kami , Naina.akan pulang ke rumahnya untuk bertemu dengan keluarganya.. Lagi pula , sudah lama di tidak pulang karena terlalu sering menemaniku .Langkahku tiba -tiba terhenti karena aku menyadari kalau apartemenku sedang minim pencahayaan . Biasanya, bila pergi kemanapun aku tidak pernah mematikan lampu di apartemen mewah pemberian Satria ini . Merasa ada yang janggal,aku mengambil sapu lidi yang ada diruang depan dan aku membawanya untuk berjaga - jaga . Lampu - lampu yang ada mulai aku hidupkan kembali . Tiba -tiba ,ada tangan hangat yang memelukku dari belakang . Aku merasa kaget dengan sentuhan yang mendadak itu ,tanpa pikir panjang aku memukul nya dengan sapu lidiku
Aku seperti mengenali suara tersebut . Lalu aku menoleh ke belakang dan ternyata benar dia adalah Satria , suamiku yang selama beberapa bulan terakhir ini aku sangat merindukannya.
__ADS_1
Aku masih diam tak bergeming menatap wajahnya,lalu aku meraba wajahnya,menyibakkan rambutnya yang mulai tak beraturan dan membelai Satria . Aku pikir ini adalah ilusi karena beberapa hari ini aku begitu merindukannya.
Aku masih saja membelai Satria dan belum menyadari bahwa yang di hadapanku memang benar - benar Satria. Satria yang sadar dengan kelakuanku yang menganggapnya hanya bayangan, segera memeluk erat diriku . Setetes air matanya mengalir tepat mengenai wajahku .
" Sayang kamu tidak sedang bermimpi .Ini aku Satria , suamimu", ucapnya membuat ku tersadar .
" Sayang , kamu sudah di sini ? " , tanyaku heran tak percaya
" Iya Sayang , aku sengaja memberimu kejutan . Lagi pula aku sudah sangat rindu dengan kalian berdua, kamu dan anak kita", ucapnya sambil menyentuh wajahku san mengelus lembut perutku .
__ADS_1
" Aku sangat bahagia Sayang kamu akhirnya bisa hamil anakku . Ini adalah kebahagiaan terbesar dalam hidupku . Kalian berdua adalah alasan selama ini aku bisa hidup"