CITA -CITA SI GADIS MISKIN

CITA -CITA SI GADIS MISKIN
Naina dan Dion ### Naina Sakit###


__ADS_3

Berhari - hari memikirkan Dion yang mulai kasar padanya , membuat Naina semakin lemah fisiknya . Dia mulai sering telat makan dan juga jarang olahraga seperti kebiasaannya selama ini .Naina sering melamun dan membuatnya kesulitan untuk tidur dengan nyenyak . Akibatnya,kini ia harus berjalan sempoyongan untuk bisa sampai ke kantornya karena rasa pusing yang teramat sangat yang di rasakannya.Kepala Naina berputar - putar dan membuatnya hampir ambruk di tanah . Untunglah ada sepasang tangan yang berhasil menangkap tubuhnya yang terlihat lemah itu dan seketika Naina pingsan .


Ruangan serba putih, bau obat - obatan dan selang infus yang ada di tangannya yang pertama kali di lihat Naina saat ia tersadar dari pingsannya. Selain dokter dan perawat ,perlahan - lahan , ia mulai melihat Dion yang berada di sampingnya.Guratan wajah Dion menunjukkan dia merasa khawatir dengan Naina.Perlahan - lahan ,tangan Dion memegang tangan Naina dan mencium punggung tangan Naina.


"Maafkan aku Naina",ucapnya sambil menitikkan sebutir air mata yang sekilas terlihat di mataku


Naina mengerjap -ngerjapkan matanya ,berusaha menyadarkan dirinya,dia merasa takut ini hanyalah khayalan dan ilusinya saja. Tangannya yang masih terpasang infus mulai digerakkan ke wajah Dion dan menyentuhnya perlahan - lahan . Jari - jarinya , ia gerakkan di sepanjang wajah Dion, orang yang sangat di rindukan kehadirannya selama ini .


"Kak Dion !!! Kamu beneran di sini ?",tanya Naina yang tak percaya pada apa yang dilihatnya. Naina yang telah sadar sepenuhnya dan melihat Dion berada di depannya,langsung menghambur ke pelukannya.

__ADS_1


"Kak Dion , maafin aku .Jangan marah lagi denganku .Aku tidak sanggup Kak....hu ...hu...",tangis Naina pecah saat dia memeluk Dion untuk yang pertama kalinya.


Dion tidak menolak pelukan dari Naina karena ia merasa bersalah pada Naina. Secara tidak langsung,dialah yang menyebabkan Naina sakit seperti ini . Meskipun ia masih bingung dengan perasaannya, Dion mulai bersikap baik lagi pada Naina.


"Naina kamu tidak pernah bersalah padaku .Jangan pernah meminta maaf lagi padaku . Aku yang salah , seharusnya aku tidak bersikap seperti kemarin saat menolakmu .Aku minta maaf Naina !!!",ucap Dion yang sungguh - sungguh karena menyesal


"Sikapku yang kemarin - kemarin seperti anak kecil Nai,kamu mau kan maafin aku ?",tambah Dion lagi yang membuat Naina terharu .


Naina pun segera melepaskan Dion ,saat melihat ketiga sahabat Dion dan Aulia yang memandanginya dengan tersenyum . Namun berbeda dengan Dion , rupanya ia tidak ingin melepaskan pelukan dari Naina,karena ia masih merindukan Naina karena sudah lama tak berjumpa...

__ADS_1


"Ehm...ehmmm...",dehem Satria agar Dion melepas pelukannya dari Naina.


"Sepertinya kita datang disaat yang tak tepat Sat !",ucap Boy yang membuat wajah Naina bersemu merah seperti kepiting rebus karena Dion masih belum melepaskan pelukannya.


Mendengar ucapan Boy,Dion mulai melepaskan pelukannya tapi tangannya masih menggenggam Naina dengan erat . Dion sudah mulai nyaman dengan Naina.


Aulia yang tampak berkaca - kaca mendekati sahabatnya,ia memeluk sahabatnya itu sebentar


"Kenapa bisa sakit Nai? Sekarang kamu telat makan juga ya??",ucapnya saat mengenang di London dulu,Nainalah yang sering mengingatkannya untuk makan karena sedang ada masalah dengan Satria.

__ADS_1


"Jangan khawatir Aulia,aku tidak apa - apa kok. Setelah ini aku janji akan makan yang banyak !!!",ucapnya pada Aulia


" Dion ,kasihan Naina. Suapi lah Naina",celetuk Satria karena tidak ingin istrinya bersedih memikirkan kesehatan sahabatnya. Satria tahu Naina begitu penting bagi Aulia, untuk itu Satria juga berniat mendukung perasaan Naina pada Dion semampunya .


__ADS_2