
Setelah beberapa bulan sejak pernikahan kami, Satria sangat bersemangat saat di ranjang bersamaku . Satria akan meminta lebih dan lebih karena dia tidak pernah puas dengan tubuhku .
Seperti biasa, aku menyiapkan semua keperluan Satria sebelum berangkat ke kantor . Setelah menyiapkan baju kantornya,aku segera ke dapur untuk menyiapkan sarapan dan susu hangat kesukaan Satria.Aku meletakkan dua nampan nasi goreng dan dua susu untuk kami berdua .Satria datang kepadaku dan memelukku dari belakang seperti kebiasaannya akhir - akhir ini bersamaku .
"Sayang , aku belum memakai dasinya",Satria mengingatkan aku yang lupa memakaikan dasi untuknya.
Akupun segera berbalik dan menuruti keinginan dari suamiku yang sekarang ada di depanku .Aku agak berjinjit agar bisa mengimbangi tinggi badannya dan aku mulai memasangkan dasi di kerah lehernya. Setelah selesai ,Satria menarik tubuhku ke sofa dan dia mulai mencumbuku lagi dengan bibirnya yang menempel pada bibirku dan tangannya mulai menggelayari tubuhku
" Sayang ,aku ingin....",Satria meminta jatahnya lagi
"Apa semalam belum puas Sayang ?",tanyaku pada Satria
"Aku selalu menginginkannya saat di dekatmu Sayang !",bisiknya di telingaku
__ADS_1
Satria mulai melancarkan aksinya dan dia menggeluti tubuhku hingga ia benar - benar merasa puas.
Satria pun mengajakku mandi bersama dan di dalamnya kami menjalani ritual kembali karena Satria menginginkannya kembali . Saat kami sudah membersihkan badan kami ,aku mengajak Satria untuk sarapan bersama .Saat kami makan ,aku merasakan rasa mual yang sangat hebat di perutku.
Hoek...hoek...hoek...
Aku memuntahkan isi makanan yang baru saja aku makan ke dalam wastafel . Satria bingung melihat keadaanku
"Kamu kenapa Sayang ?",tanyanya kepadaku . Dia merasa bingung dan khawatir karena melihat wajahku yang pucat .
Melihat tubuh istrinya yang lemah , membuat Satria menggendong tubuh wanita yang sangat di cintainya itu sampai ke kamar mereka.
"Jangan - jangan kamu hamil Sayang !!!",tebak Satria dan ekspresinya menunjukkan wajah kegembiraannya tersebut.
__ADS_1
Satria pun menciumi kening ku berulang kali dan berkata "Aku akan memanggil Dokter untuk memastikan kehamilanmu Sayang ",ucapnya seraya memeluk diriku dengan mesra.
Setelah menelfon dokter khusus langganan keluarganya, kini Dokter Gunawan sudah tiba di apartemen milik Sàtria.
"Selamat Sat,istrimu benar - benar hamil seperti dugaanmu . Saat ini usia kandungangannya udah masuk minggu ke lima",jelas Dokter Gunawan pada kami . Setelah memberi vitamin dan obat penguat kandungan ,Dokter Gunawan meminta izin untuk pamit dari apartemen kami
"Sekali lagi terima kasih Dok",ucap Satria sebelum Dokter Gunawan pergi dari apartemen kami
Setelah mengantarkan Dokter Gunawan sampai di pintu apartemen, Satria langsung menghambur ke pelukanku . Dia menciumku di semua bagian wajahku tanpa sisa
"Terima kasih Sayang,mimpi kita menjadi orang tua akan segera terwujud . Mulai sekarang kamu tidak boleh ke mana - mana Sayang . Jaga anak kita dengan baik . Kabar ini akan menjadi kabar hebat untuk keluarga besar kita ",ucap Satria sambil mengelus perutku yang masih rata.
Satria kemudian beralih menciumi perutku dengan pelan dan lembut dengan kedua tangannya yang masih berada di perutku
__ADS_1
"Halo Sayang , ini papa .Papa janji akan menjagamu dan juga mamamu dengan baik . Papa tidak ingin kejadian di masa lalu terulang lagi saat kakakmu harus pergi karena ulah Riana. Papa tidak sabar menunggumu dan Papa ingin sekali berjumpa denganmu Sayang . Cepat besar di kandungan Mama dan jangan nakal ya di sana agar mamamu tetap sehat ",ucap Satria yang seolah - olah sedang berbicara dengan bayi kami . Aku sangat bahagia dengan kabar gembira ini . Sudah sangat lama ,kami ingin memiliki bayi dan sekarang Tuhan memberikan kesempatan itu .