
Satria mulai merencanakan bulan madu bersamaku . Rencananya ,minggu ini ia akan membawaku ke Bali .Kami akan mengambil rehat sejenak untuk melepaskan lelah. Satria memang meninggalkan pekerjaannya untuk memberikan kebahagiaan kecil bersamaku setelah kami menikah beberapa hari yang lalu.
Dengan langkah panjang perjalanan kami, akhirnya kami tiba di kota Bali. Satria menyewa sebuah kamar hotel di dekat pantai terkenal di kota ini. Setelah melakukan Check in di resepsionis, Satria menggandeng tanganku seperti anak kecil menuju salah satu kamar hotel yang telah di pesannya.
" Sayang ,bagus banget kamarnya.... Disini aku juga bisa melihat laut...." ,ucapku kegirangan melihat kamar hotel yang terlihat sangat elegan , dan melalui jendela ,aku bisa melihat lau dengan jelas.
Satria tiba - tiba memelukku dari belakang
"Maaf Sayang ,aku baru mengajakmu liburan sekarang . Dulu saat kita menikah aku tidak pernah mengajakmu liburan seperti ini. Aku menyesal Sayang....", ucapnya sambil memeluk tubuhku yang masih membelakanginya.
Akupun membalikkan badanku,kulihat wajah suamiku dengan tersenyum
" Jangan bicara seperti itu Sayang...Yang lalu biarlah berlalu....Biarkan kisah kita yang dulu sebagai pelajaran yang berharga pada hubungan kita yang sekarang . Berjanjilah Sayang,jangan pernah meninggalkan aku lagi ! Jangan terlalu cemburu lagi ,karena aku hanya mencintaimu seorang, tidak ada yang lain ",pintaku pada Satria dengan tulus .
"Tidak akan Sayang !!! Maafkan aku Sayang atas kebodohanku yang aku lakukan di masa lalu",ucap Satria dan matanya menatapku lekat .
__ADS_1
Aku hanya menganggukkan kepalaku sebagai jawabanku atas permintaan darinya.
Perlahan - lahan ia mendekatkan wajahnya padaku . Kemudian kami terhanyut dengan keromantisan yang tercipta karena adanya suasana dan juga keindahan baru yang terlihat di mata kami .
Tembok kamar menjadi saksi percintaan kami. Deburan ombak dan angin pantai yang dingin seakan ikut menjadi saksi bisu keromantisan kami berdua. Beberapa waktu terlewat dengan kehangatan tubuh kami yang menjadi satu
"Sayang,segeralah hamil. Aku ingin segera menjadi ayah ",ucapnya setelah aktifitas kami selesai seraya tangannya meraba perutku yang masih rata.
" Doakan saja Sayang...!",ucapku kemudian .
"Terima kasih Sayang..."
****Di Pantai *****
Karena jarak yang sangat dekat antara hotel dan juga pantai ,kami hanya berjalan kaki menuju pantai
__ADS_1
Deburan ombak dan angin berhembus dengan sangat kencang . Disana banyak anak kecil yang berlarian kesana kemari bermain air dengan ombak - ombak kecilnya , sedangkan para orang dewasa banyak yang berfoto -foto selfi untuk mengabadikan momen liburan mereka .Disini hanya ada keceriaan dan tawa yang terlihat dari para pengunjung .
Saat aku begitu menikmati pemandangan yang ada di sekitarku , Satria yang tadi di sampingku menggendong tubuhku di pundaknya
"Lepasin Sayang ,aku malu...!",ucapku padanya.
"Tak apa Sayang. Dulu aku ingin lari -larian saat di pantai bersamamu . Sekarang karena melihat kelelahan karena melayaniku semalam ,aku saja yang menggendongmu biar kamu gak capek ", ucap Satria
Banyak pasang mata yang menuju ke arah kami .
" Manis sekali suaminya ....",ucap beberapa orang di antara mereka. Mereka heran karena wajah Satria yang tampan dan bersahaja bisa begitu manis dan perhatian padaku .
Satria berlari - lari kecil sambil menggendong tubuhku beberapa kali sampai ia puas dan menurunkan tubuhku karena permintaanku . Aku sungguh sangat malu karena Satria bersikap romantis di depan banyak orang .
Kami menghabiskan kenangan di sini selama tiga hari .Satria tidak hanya mengajakku ke pantai , dia juga mengajakku ke beberapa tempat terkenal di Bali . Aku sangat bahagia melewati momen - momen indah bersamanya .
__ADS_1