
Hari berganti hari ,bulan berganti bulan . Tak terasa ,kandungan Aulia sudah menginjak tujuh bulan . Acara tujuh bulanan akan di adakan di apartemen Satria. Disana akan ada pesta kecii - kecilan dan Tasyakuran dengan mengundang keluarga terdekat, sahabat dan juga beberapa anak yatim piatu sebagai tamu Undangan .
Satria mengajak Aulia turun ke bawah setelah Aulia berdandan sederhana dengan long dress putih yang elegan dan berukuran longgar menyesuaikan perutnya yang mulai membesar. Aulia hanya mengenakan make up tipis dan pewarna merah yang lumayan tipis di bibirnya. Sedangkan rambut panjangnya ia gerai ,sehingga menambah kecantikannya.
"Sayang kamu sangat cantik memakai gaun ini ",puji Satria sambil mencium rambut wangi milik istrinya dari belakang .
"Terima kasih Sayang",ucap Aulia yang masih menatap wajahnya di depan cermin riasnya .
"Yuk kita turun Sayang ,para tamu undangan sudah mulai berdatangan dan mama nyuruh aku kesini jemput kamu Sayang ",pinta Satria
"Baiklah ,aku sudah siap Sayang",jawab Aulia sambil tersenyum manis.
Melihat istrinya yang sangat cantik dan melihat senyumnya yang menawan ,membuat Satria sangat ingin melahap istrinya saat ini juga . Namun , niatnya dia urungkan karena banyak tamu undangan yang sudah berada diluar. Alhasil Satria hanya mampu ******* bibir istrinya tersebut dalam waktu yang cukup lama . Setelah puas, ia menggandeng istrinya keluar dan turun dari kamar mereka.
Satria sangat mencintai Aulia, apalagi sekarang istrinya tersebut sedang berbadan dua.Sejak istrinya mengandung,perlakuan Satria pada Aulia semakin manis dan sangat over protective .Selain itu, Satria juga sangat perhatian dan selalu menuruti keinginan Aulia. Baginya, kebahagiaan istrinya adalah kebahagiaannya pula yang harus ia perjuangkan .
Orang tua Aulia,Bu Luci dan kedua orang tua Satria turut serta dalam acara tersebut . Ketiga sahabat Satria dan juga Naina juga tampak ada disana. Satria juga mengundang semua karyawan yang ada di beberapa perusahaannya dan juga mendatangkan anak -anak yatim piatu untuk ikut mendoakan keselamatan atas bayi dan juga Aulia sendiri.
__ADS_1
Satria dan Aulia menyalami para tamu undangan dengan ramah dan tersenyum .
"Bapak senang Nduk melihat kamu sebahagia ini. Sebentar lagi Bapak akan menjadi kakek untuk yang pertama kalinya . Mudah - mudahan kalian berdua selalu sehat dan selalu bahagia bersama Satria. Bapak sangat bersyukur kamu punya suami seperti Satria. Bapak bisa melihat cinta dan juga kasih sayangnya yang luar biasa kepadamu Nduk!",ucap Bapak ketika Aulia memeluknya.
"Terima kasih Pak atas doanya! Aulia sangat sayang sama Bapak ! Terima kasih Bapak selalu di samping Aulia dan telah membesarkan serta mendidik Aulia dengan baik. Semua peluh dan keringat Bapak akhirya terbayarkan dengan sempurna dengan kebahagiaan yang kita miliki saat ini",ucap Aulia terharu
"Ibu bahagia Nak, akhirnya kamu hamil dan sekarang kamu sedang menantikan buah cintamu dengan Satria. Ibu sangat menanti kehadiran cucu pertama ibu pasti dia nantinya lucu dan imut seperti kamu dan juga Satria ", ucap Bu Luci yang gantian memeluk Aulia .
"Terima kasih Bu ,Aulia juga berharap Ibu bisa menyayangi putra Aulia seperti ibu menyayangi Aulia selama ini",Aulia berkata sambil berkaca - kaca.
Setelah menyalami kedua orang tua Aulia dan juga Bu Luci ,Satria mengecup kening istrinya yang tampak berkaca - kaca di matanya di depan semua orang .Satria yang ada di sana tak bisa jauh dari Aulia. Dia selalu ingin menjadi orang nomer satu yang menjaga Aulia.Sesekali ,dia mencium pipi dan juga kening Aulia tanpa malu di perhatikan banyak orang yang melihatnya. Biarlah ,bila orang di sekitarnya maupun karyawannya yang selama ini selalu melihat sifatnya yang kaku dan dingin menganggap ia sedang bucin habis pada Aulia,karena memang kenyataannya memang demikian .
"Selamat ya Sat,mulai sekarang tanggung jawabmu semakin besar karena sebentar lagi akan menjadi ayah ",ucap Papa yang merangkul putra semata wayangnya tersebut
"Iya Pa,Satria sangat bahagia sekarang,sebentar lagi akan ada anak kecil yang akan memanggil anak Papa yang dulu sangat bandel ini dengan sebutan Papa juga",ucap Satria yang membuat semua orang yang mendengarnya terharu .
Papa Mama pun memeluk putra dan menantunya secara bergantian .Mama mengelus - elus perut Aulia sebagai wujud rasa sayangnya pada cucunya yang ada di dalam perut Aulia.
__ADS_1
"Aulia,jaga cucu Mama Papa dengan baik Ya! Kami sudah tak sabar ingin sekali menggendongnya !",ucap Mama pada Aulia sambil tersenyum
" Tentu Ma ",jawab Aulia dengan sopan dan juga ramah seperti biasa pada mertuanya tersebut.
Setelah mengobrol dengan keluarga besar ,Satria dan Aulia kemudian menyapa teman - temannya yang saat ini sedang berada tak jauh dari kolam renang apartemen Satria. Sekarang ini ,Naina dan juga Dion sudah tampak lebih akrab dari sebelumnya..
"Selamat Bro ,sebentar lagi loe akan menjadi Papa",ucap Dion dengan tulus .
"Makasih Bro .Aku doakan kamu segera menyusulku dan segera memiliki momongan sepertiku",Satria menjawab sekenanya
Naina dan Aulia tampak asyik mengobrol tanpa menghiraukan keempat laki - laki yang ada di sana. Sebagai seseorang yang telah menganggap Aulia sebagai adik ,tentunya Naina sangat lega karena kini Aulia telah menemukan kebahagiaan hidupnya bersama Satria. Naina lah yang telah lama mengerti bagaimana jatuh bangunnya hubungan mereka dan mengetahui secara pasti kisah cinta mereka dari dulu hingga sekarang .
"Cepetan lahirin ponakan aku Aulia, rasanya udah tak sabar melihatnya",ucap Naina pada sahabatnya tersebut
"Iya Nai,kamu sama Dion kapan nih jadiannya?"tanya Aulia
"Dion belum mau pacaran sama aku kok Aulia. Dia masih nganggap aku temannya ",jawab Naina jujur
__ADS_1
Naina memang sangat mencintai dan menginginkan Dion . Dia tentunya mengharapkan Dion lebih dari sekedar teman . Tapi Dion sama sekali belum menembak Naina secara langsung . Dion belum mengucapkan sepatah kata cinta pun pada Naina. Naina tidak seperti dulu yang sangat agresif ingin mendapatkan Dion,kini ia menyadari bahwa Dion bukanlah orang yang menyukai cewek agresif karena orang yang berhasil masuk di hati Dion adalah Aulia,sahabatnya yang memiliki watak yang lemah lembut dan sopan ,dewasa dan juga penyayang.