
Di rumah Satria tampak banyak orang yang mempersiapkan segala urusan tentang pernikahan kami . Satria tak main - main dengan ucapannya. Dia juga membantuku ke ruangan akademik untuk membantuku mempersiapkan beasiswa yang akan aku ambil .Dia juga telah mempersiapkan sebuah tempat tinggal yang akan aku tempati disana. Dia tidak ingin aku kekurangan apapun selama belajar disana.Pernikahan ini memang akan berlangsung sederhana tapi ini terlihat begitu mewah bagiku dan juga keluargaku.
Satria mendatangkan ayah kandungku serta ibu tiri dan kedua saudara ku yang ada di kampung . Sudah lama aku tidak bertemu dengan mereka, tentu ini merupakan kebahagiaan terbesarku .
"Bapak bangga padamu nak !", ucap Bapakku yang sekarang ada di sampingku .
"Aulia sangat sayang pada Bapak dan juga adik - adik . Aulia juga selalu berusaha menjadi yang terbaik Pak untuk kalian " ,ucapku sambil memeluk Bapakku .
"Aku sangat rindu sama Bapak ", ucapku kemudian
Keluarga Satria dan Bu Luci memandang pertemuan kami dengan terharu. Satria pun mendekati Bapak dan juga ibuku ,kemudian mencium tangannya dan berkenalan dengan kedua orang tuaku .
"Saya Satria Pak , Bu . Saya yang akan menikahi puteri Bapak ",katanya dengan sopan.
Bapakku menepuk - nepuk pundak Satria seraya berkata,"Bapak titip putri Bapak , jaga dirinya , jangan sampai dia terluka Nak ",kata Bapakku yang masih di dekatku .
__ADS_1
Malam ini kami menginap di rumah Satria ,karena besok adalah hari pernikahan kami berdua.
Selain keluargaku, Satria juga mengundang ketiga sahabatnya . Adi , Boy dan Dion memang selalu ada untuk Satria.
Setelah makan malam selesai , para pembantu di rumah Satria menunjukkan kamar untuk keluargaku dan untuk ketiga sahabatnya . Sedangkan Satria berusaha mencari kesempatan untuk dekat denganku.
Dia menarik tanganku dan menggenggamnya dengan erat seraya berbisik
" Apa kamu bahagia Sayang ? ", tanyanya kepadaku
" Beneran ? " , tanyanya lagi padaku
" Iya , bener ", ucapku malu - malu
Satria mengantarkan aku sampai ke kamar miliknya
__ADS_1
" Ini adalah kamarku Sayang . Besok dan seterusnya ini akan menjadi kamar kita berdua selamanya ", katanya sambil menunjukkan kamar yang begitu luas dan nyaman di depanku .
"Lalu kamu tidur dimana Sat?",Tanyaku kepada Satria
"Aku di ruang tamu bersama tiga cowok jomblo itu Sayang , bila butuh apa -apa kabari saja aku . Aku akan selalu siap untukmu",lanjut Satria
"Baiklah , aku pasti akan memanggilmu bila butuh sesuatu", ujarku kemudian .
Satria mulai nakal kepadaku . Dia mendekatkan wajahnya kepadaku ,dan mengambil ciuman kilat padaku
"Dasar Satria nakal ", ucapku kemudian sebelum dia lari dariku
Malam ini adalah malam yang panjang untuk kami berdua . Bagaimana rasanya menjadi istri Satria, dia memang agak nakal sekarang ini. Meskipun sering mengerjaiku ,tapi dia tetaplah Satria manis yang aku kenal dulu. Perjalanan kisah cinta kami akan berakhir di pelaminan. Sungguh bahagia rasanya ,memikirkannya menjadi sebuah kebanggaan tersendiri untukku. Aku tahu ini bukanlah akhir dari kisah kami , bukan pula awal dari lembaran cinta kami . Manis pahitnya menjadi istri Satria akan aku jalani dengan ikhlas. Aku tahu ini tidak akan mudah aku jalani, tapi aku tidak akan takut menghadapinya lagi ... Kami berdua saling menyayangi , aku yakin cinta ini akan berujung sampai akhir.
Namun satu hal yang aku takutkan yakni aku akan pergi dari hidup Satria ,untuk melanjutkan cita- citaku . Aku harap dia bisa sabar menungguku.
__ADS_1