
Banyaknya tekanan masalah pribadi, membuatku gigih belajar untuk menghindari kesedihanku. Tak terasa , waktu berjalan dengan begitu cepat ,dua setengah tahun sudah aku telah menjalani masa kuliahku disini dengan status sebagai janda dari Satria.Mendengar kabar aku segera di wisuda membuatku sedikit senang.
Setelah mama mengirimkan pesan singkatnya , melalui orang yang dipercayainya Satria meminta kami bercerai dengan baik - baik . Dia menyerahkan apartemen pemberiannya ini kepadaku dan mengirimiku chek ratusan juta. Tapi aku menolaknya,apartemen yang telah di ubah pemiliknya menjadi namaku ini aku kembalikan pada Satria lagi dan juga kartu Blackgold yang aku dapatkan darinya aku serahkan pada utusan Satria.
Aku mulai menata hidupku yang berantakan ,mulai dari mencari kos -kosan kecil yang dekat dengan kampus dan mulai mencari pekerjaan part time agar nanti setelah di wisuda aku bisa pulang ke tanah airku . Aku yang sudah terbiasa di manjakan oleh Satria merasa agak kesulitan menjalani awal - awal keterpurukanku saat itu. Akan tetapi seiring berjalannya waktu aku bisa melaluinya dengan sabar dengan bantuan dari Naina ,sahabatku
Menjelang hari wisuda , uang yang ku tabung dari hasilku bekerjaku cukup untuk perjalanan ku pulang .
__ADS_1
Aku berusaha untuk berhemat di negeri ini dengan kadang - kadang hanya makan sehari sekali . Tapi lama - kelamaan Naina mengetahuinya dan dia pun sering membantuku dalam urusan makan .
Naina sangat perhatian padaku dan aku merasa bersyukur untuk itu.
Hari ini , dikampus kami akan ada wisuda S2 untuk lulusan yang mendapat kan nilai Coumloud. Dan syukurlah , aku masuk di dalamnya . Sebenarnya dalam bayanganku dulu , hari ini aku bisa di dampingi oleh Satria . Tetapi dalam kenyataanya,takdir berkehendak lain . Harapanku hanya ada di batas bayanganku saja ,karena kenyataannya adalah aku telah berpisah darinya. Lebih tepatnya ,dia telah menceraikan aku secara sepihak dan aku juga telah menyetujui keputusannya tersebut. Hari ini tampak ,mahasiswa -mahasiswi yang hadir sebagai peserta wisuda sangat bahagia. Kebanyakan dari mereka membawa suami,anak ,orang tua dan juga bahkan mertua mereka .Hatiku tersentuh melihat kebahagiaan mereka dan juga sekarang yang ada di dekat ku ,Naina juga sangat merasa bahagia. Disampingnya ada kekasihnya yang bernama Leo dan juga nenek Naina tampak hadir di sini.Aku tidak ingin iri melihat kebahagiaan mereka, karena aku juga sempat mengalami kebahagiaan bersama Satria di hidupku .
Naina yang melihatku melamun mendekatiku
__ADS_1
" Ini adalah air mata bahagia bukan karena sedih ",ucapku padanya
" Jangan anggap aku ini temanmu Aulia. Aku adalah keluargamu di sini,kamu tidak sendirian ,ada aku di sampingmu. Aku akan melakukan apa saja agar kamu bisa tersenyum kembali . Kalau perlu,aku bisa mencarikan pekerjaan yang bagus untukmu disini agar kamu tidak pulang dan bertemu dengan Satria lagi ",ucap Naina serius
"Tidak Naina ,aku sudah membeli tiket pesawat untuk aku pulang besok . Terima kasih Naina atas kebaikanmu selama ini . Aku tahu aku tidak bisa membalas kebaikanmu .Aku harap suatu saat nanti kamu bisa main ke rumahku ."
"Jadi kamu pulang besok ?",tanyanya padaku
__ADS_1
"Iya Naina aku akan pulang besok karena aku sudah menyelesaikan kuliahku . Sudah saatnya aku pulang ke kampung halaman ku , tempat di mana aku di lahirkan dan memulai menata hidupku disana .Meskipun aku dan Satria berada di kota yang sama tapi tempat kami sangat jauh jadi tidak mungkin kami bisa bertemu kembali . Aku rasa sekarang dia dekat dengan Riana ,mantan pacarnya karena dari status mama yang ingin menjodohkan Riana dan Satria. " ,ucapku menerawang seolah -olah aku berbicara dengan diriku sendiri.
Naina memahami perasaanku saat ini ,ia hanya bisa diam dan menangis melihat keadaanku .