CITA -CITA SI GADIS MISKIN

CITA -CITA SI GADIS MISKIN
Akad nikah


__ADS_3

Lima hari sudah Satria tidak bisa bertemu denganku. Di kampung kami ,adat pingitan masih melekat dalam prosesi pernikahan.


Hal ini membuat Satria merasa stres,ada banyak rindu yang meluap - luap di dadanya untukku. Meskipun kami masih berkomunikasi lewat jaringan telepon seluler, namun hal ini tidak seperti bila kami saling bertatap muka secara langsung.


Dua hari sebelum aku menikah dengan Satria,Bu Luci datang ke rumahku bersama dengan suaminya . Bagiku ,Bu Luci sudah aku anggap sebagai ibu kandung aku sendiri. Bu Luci memberikan kasih sayang yang begitu tulus dan besar kepadaku . Mereka juga telah menganggap aku sebagai putri kandung mereka sendiri .Aku merasa bahagia,karena mendekati hari bahagiaku ada banyak orang yang aku sayangi berada di dekatku.


Keluargaku menyambut Bu Luci dengan hangat dan ramah . Aku juga mengenalkan Naina pada Bu Luci .Bu Luci merasa sangat bahagia karena melihatku bersama Satria kembali . Bu Luci juga memahami kenapa Satria sampai menceraikan aku dulu. Kini ,aku akan kembali pada Satria dan beliau sebagai orang tua angkatku merasa sangat bersyukur karena aku akan mendapatkan kebahagiaan yang telah lama hilang sejak perceraian itu terjadi.


Dengan bahu membahu ,akhirnya keluargaku yang dibantu oleh Naina dan juga Bu Luci, bisa menghias rumah kami hingga layak di jadikan sebagai tempat pernikahan.


**** Hari Pernikahan****


Hari ini adalah hari prosesi akad nikah untukku dan Satria .Sebenarnya aku masih merasa gugup dan juga takut, tapi aku masih berusaha untuk mengimbangi perasaanku dengan selalu tersenyum dengan tamu undangan .


Akan banyak tamu yang akan datang ke rumahku nanti,baik tetanggaku,saudara jauhku dan juga kerabat serta sahabat keluarga Satria.


Aku selalu memimpikan hari ini,dimana aku bisa bertemu dengan Satria kembali setelah menjalani masa pingitan serta statusku yang nantinya akan berubah ,dari janda menjadi istri Satria kembali .


Aku yang sudah di beri make up oleh ahli tata rias menunggu rombongan Satria dari dalam kamarku. Disini aku ditemani Naina, ibu ,Bu Luci dan juga Amel .


"Ciye ciye yang sudah tak sabar bertemu dengan calon suami .....",Naina mulai bercanda padaku .


"Apaan sih Nai ....!",ucapku malu

__ADS_1


" Sebentar lagi Satria akan sampai Aulia ,kabarnya , rombongan keluarganya sudah memasuki pintu masuk kampung ini ",jelas Bu Luci padaku .


Setelah Bu Luci berkata demikian , rombongan mobil tampak mulai berdatangan di depan rumahku . Sudah bisa di pastikan ini adalah rombongan keluarga Satria.


Setelah semuanya siap ,aku yang masih di kamar di panggil keluar untuk duduk di samping Satria . Bapak yang tadinya di luar bersama para tamu undangan ,akhirnya masuk ke kamarku memintaku keluar .


"Nduk ,semua sudah siap . Pak Naib sedang menunggumu agar acara ijab qabul segera di laksanakan ",ucap Bapak padaku


"Baik Pak ",ucapku sambil tersenyum


Aku yang dibantu oleh ibu ,Naina dan juga Bu Luci segera keluar kamar dan segera mendekat pada Satria yang sudah duduk di depan penghulu .Gaun pengantin yang panjang membuat ku kesulitan berjalan .Oleh karenanya ,aku hanya bisa berjalan dengan pelan - pelan .


Aku memandangi Satria dengan tersenyum .Tampaknya dia sangat tampan seperti biasanya.Dengan busana pengantin yang di kenakannya saat ini , membuatnya terlihat begitu gagah dan lebih menawan . Kami saling bertatapan ,menumpahkan rasa rindu kami setelah lima hari ini tak bertemu.


"Kamu sangat cantik Sayang,aku sangat merindukanmu !",ucapnya berbisik di telingaku


Aku hanya tersenyum tipis menanggapi perkataannya karena aku masih merasa gugup meski ini adalah pernikahan kami yang kedua.


Setelah di nyatakan sah ,aku segera mencium tangan Satria dan dia mencium keningku di depan semua tamu .Aku begitu merasa bahagia dan sangat bersyukur karena akhirnya semuanya berjalan dengan lancar tanpa suatu halangan apapun.


"Terima kasih Sayang ,kamu sudah mau kembali bersamaku",ucap Satria sambil terus menggenggam tanganku dengan erat .


"Aku juga sangat bahagia Sayang ,bisa kembali ke sisimu lagi",ucapku dengan tulus

__ADS_1


"Aku sangat mencintaimu Sayang ",ucap Satria yang membuatku merah padam


Setelah itu,aku dan Satria segera meminta restu pada Bapak dan ibu,papa dan mama serta Bu Luci dan suaminya yang bertindak sebagai orang tua angkatku . Mereka begitu terharu saat menyaksikan kami yang bisa bersatu kembali setelah melalui perjalanan dan kisah panjang yang begitu melelahkan .


Ketiga sahabat Satria juga ikut hadir dalam acara ini .Mereka bertiga mengucapkan selamat untuk kami .


"Selamat ya Aulia,Sat atas pernikahan kalian . Mudah - mudahan kalian bisa langgeng",ucap Boy pada kami saat kami menemuinya.


"Iya ,terima kasih ",ucapku tulus


"Terima kasih Bro,semoga kalian cepat menyusulku alias cepat -cepat married biar ga jadi jomblo sejati ",ucap Satria berkelakar .


Dion hanya tampak terdiam sambil tersenyum kecut


Aku yang melihat Naina sendirian ,mengajaknya agar ikut berbincang - - bincang denga kami. Aku mengenalkannya kepada ketiga sahabat Satria karena ini pertama kalinya mereka bertemu.


"Adi ,Dion ,Boy,ini temanku Naina ",ucapku mengenalkan Naina pada ketiga sahabat Satria


Naina pun mengenalkan dirinya di hadapan ketiga sahabat Satria. Selain memiliki ketampanan yang tinggi ,ketiga sahabat Satria ini juga terkesan berkharisma.


Naina nampak melihat kesuraman di mata Dion,tidak seperti lainnya. Dalam hatinya,ia bingung kenapa di pernikahan sahabatnya ,Dion malah terlihat sedih dan muram,pasalnya Aulia tidak pernah menceritakan ini padanya. Menurut Naina,Dion tampak lebih tampan dan juga lebih dewasa dari pada kedua sahabat Satria yang lain . Saat Naina ,berusaha menjabat tangan Dion,Dion hanya diam tak bergeming . Matanya hanya sayu melihat pada Aulia . Dan inilah yang makin membuat Naina penasaran dengan Dion .


Aku yang melihat Dion yang tak membalas salaman dari Naina begitu kerkejut karena dia malah memandangiku terus dengan tatapan dinginnya . Sementara Satria juga demikian ,dia ingin marah pada Dion ,tapi aku berusaha untuk membuatnya tidak marah dengan mengajaknya menemui kerabat jauhku. Aku begitu takut dengan rasa cemburu dan amarah yang dimiliki oleh Satria. Oleh karena itu ,aku selalu menghiburnya saat menyapa para tamu undangan di pesta ini.

__ADS_1


Tidak butuh waktu lama untuk mengembalikan mood Satria .Dia akhirnya bisa tersenyum kembali .


__ADS_2