CITA -CITA SI GADIS MISKIN

CITA -CITA SI GADIS MISKIN
Berpisah


__ADS_3

Aulia pov


Meskipun terlihat kuat, sebenarnya aku adalah wanita yang lemah juga. Bisa kuakui ini adalah keputusan tersulitku yang pernah ada didalam hidupku. Di kamar, aku mempacking baju - baju ku serta semua yang aku butuhkan disana.


Berada di negeri orang tentu akan menjadi pengalaman pertama untukku . Aku tidak pandai berkhayal , apa yang akan terjadi nanti . Aku sangat berharap Satria bisa bersabar sampai aku pulang nanti .


Ini akan menjadi kepergian terlama dan juga terjauh ku dari Satria.


"Biar aku bantu packing Sayang ! " ,ucap Satria setelah keluar dari kamar mandi


"Baiklah , Oh ya Sat nanti bila aku tinggal kamu akan mengurus dirimu sendiri sebelum kerja , padahal kan kamu sudah beristri .Aku yang seharusnya mengurus kamu Sat!"


" Siapa bilang aku sendiri ,ada mama Sayang ! Tenanglah",katanya menenangkanku.


"Aku ingin minta sesuatu Sayang ", ucap Satria sambil mempacking barang - barang ku


"Apa itu?"


"Panggillah aku selain namaku . Meski kita seumuran , tapi kita kan sudah menikah . Aku ingin kamu memanggil ku Sayang atau yang lainnya. Pokok nya jangan namaku lah ",katanya jahil


"Sayang?",tanyaku heran

__ADS_1


"Iya ,biar agak romantis dikit Sayang ",katanya kemudian .


"Baiklah Sayang ,asal kamu bahagia aja ",kataku padanya


"Yuk tidur Sayang .Besok pagi - pagi sekali aku akan mengantarmu ke bandara ! ", ajak Sa


tria.


"Baiklah"


"Aku minta jatah malam ini Sayang ! Sebagai malam perpisahan kita"


"Biarin".


Kami pun menuju ranjang kami berdua. Kami melakukannya sampai menjelang pagi .


Saat masih pagi - pagi sekali ,Satria mengantarkan aku ke bandara . Penerbangan ku akam berangkat pukul tujuh pagi. Aku diantar oleh Satria dan kedua mertuaku . Di perjalanan ,Satria menggandeng ku dengan erat seakan tak ingin jauh dariku.Aku merasa dianggap begitu penting oleh Satria. Bagiku , ini adalah momen saat - saat terakhir bersamanya.


"Sayang jaga dirimu baik - baik",ucapnya padaku .


"Kamu juga Sayang, sering - seringlah mengirimiku kabar saat ada waktu luang ",mintaku pada Satria .

__ADS_1


" Itu pasti . Jangan telat makan . Aku akan langsung menyusulmu saat maghmu kambuh lagi. Aku tidak main - main dengan ucapanku",Satria memberiku nasehat


" Iya Sayang ,aku akan makan teratur . Kamu juga ya!",pintaku padanya


Mama dan papa terharu memandang keadaan kami lalu papa mendekat dan mengatakan


" Sabar nak mungkin ini adalah ujian untuk kalian berdua, saat kamu di London nanti papa akan menyuruhnya fokus di kantor papa. Kamu tidak usah khawatir ,Satria tidak akan macam - macam . Bila dia lalai sedikit saja,papa tidak akan segan - segan menghajarnya", ucap papa menenangkanku


" Terima kasih banyak Pa. Titip Satria ya pa "


" Tentu Sayang ", ucap papa sambil memelukku .


Sementara mama yang dari tadi diam ,melangkahkan kakinya padaku . Dia memelukku dengan penuh kasih sayang . Meskipun sebagai seorang menantu, tapi mereka memperlakukan ku seperti anak kandungnya sendiri.


"Jaga dirimu baik - baik nak jangan sampai sakit . Bila kamu di sana butuh apa - papa langsung telpon kami saja. Jangan lupa sholat dan makan teratur ya nak.Selesaikan kuliahmu disana dan segeralah pulang . Karena kami semua menunggu mu Sayang", ucap mama .Matanya tampak berkaca- kaca.


Selama ini mama memang sudah sangat dekat padaku . Terlebih lagi dia menganggapku seperti puterinya sendiri .


Saat aku berpelukan dengan mama , Satria mendekat dan mengambil tubuhku dari pelukan mama .


"Aku akan merindukanmu Sayang", bisiknya padaku

__ADS_1


__ADS_2