
Aulia pov
Meskipun terlihat kuat, sebenarnya aku adalah wanita yang lemah juga. Bisa kuakui ini adalah keputusan tersulitku yang pernah ada didalam hidupku. Di kamar, aku mempacking baju - baju ku serta semua yang aku butuhkan disana.
Berada di negeri orang tentu akan menjadi pengalaman pertama untukku . Aku tidak pandai berkhayal , apa yang akan terjadi nanti . Aku sangat berharap Satria bisa bersabar sampai aku pulang nanti .
Ini akan menjadi kepergian terlama dan juga terjauh ku dari Satria.
"Biar aku bantu packing Sayang ! " ,ucap Satria setelah keluar dari kamar mandi
"Baiklah , Oh ya Sat nanti bila aku tinggal kamu akan mengurus dirimu sendiri sebelum kerja , padahal kan kamu sudah beristri .Aku yang seharusnya mengurus kamu Sat!"
" Siapa bilang aku sendiri ,ada mama Sayang ! Tenanglah",katanya menenangkanku.
"Aku ingin minta sesuatu Sayang ", ucap Satria sambil mempacking barang - barang ku
"Apa itu?"
"Panggillah aku selain namaku . Meski kita seumuran , tapi kita kan sudah menikah . Aku ingin kamu memanggil ku Sayang atau yang lainnya. Pokok nya jangan namaku lah ",katanya jahil
"Sayang?",tanyaku heran
__ADS_1
"Iya ,biar agak romantis dikit Sayang ",katanya kemudian .
"Baiklah Sayang ,asal kamu bahagia aja ",kataku padanya
"Yuk tidur Sayang .Besok pagi - pagi sekali aku akan mengantarmu ke bandara ! ", ajak Sa
tria.
"Baiklah"
"Aku minta jatah malam ini Sayang ! Sebagai malam perpisahan kita"
"Biarin".
Kami pun menuju ranjang kami berdua. Kami melakukannya sampai menjelang pagi .
Saat masih pagi - pagi sekali ,Satria mengantarkan aku ke bandara . Penerbangan ku akam berangkat pukul tujuh pagi. Aku diantar oleh Satria dan kedua mertuaku . Di perjalanan ,Satria menggandeng ku dengan erat seakan tak ingin jauh dariku.Aku merasa dianggap begitu penting oleh Satria. Bagiku , ini adalah momen saat - saat terakhir bersamanya.
"Sayang jaga dirimu baik - baik",ucapnya padaku .
"Kamu juga Sayang, sering - seringlah mengirimiku kabar saat ada waktu luang ",mintaku pada Satria .
__ADS_1
" Itu pasti . Jangan telat makan . Aku akan langsung menyusulmu saat maghmu kambuh lagi. Aku tidak main - main dengan ucapanku",Satria memberiku nasehat
" Iya Sayang ,aku akan makan teratur . Kamu juga ya!",pintaku padanya
Mama dan papa terharu memandang keadaan kami lalu papa mendekat dan mengatakan
" Sabar nak mungkin ini adalah ujian untuk kalian berdua, saat kamu di London nanti papa akan menyuruhnya fokus di kantor papa. Kamu tidak usah khawatir ,Satria tidak akan macam - macam . Bila dia lalai sedikit saja,papa tidak akan segan - segan menghajarnya", ucap papa menenangkanku
" Terima kasih banyak Pa. Titip Satria ya pa "
" Tentu Sayang ", ucap papa sambil memelukku .
Sementara mama yang dari tadi diam ,melangkahkan kakinya padaku . Dia memelukku dengan penuh kasih sayang . Meskipun sebagai seorang menantu, tapi mereka memperlakukan ku seperti anak kandungnya sendiri.
"Jaga dirimu baik - baik nak jangan sampai sakit . Bila kamu di sana butuh apa - papa langsung telpon kami saja. Jangan lupa sholat dan makan teratur ya nak.Selesaikan kuliahmu disana dan segeralah pulang . Karena kami semua menunggu mu Sayang", ucap mama .Matanya tampak berkaca- kaca.
Selama ini mama memang sudah sangat dekat padaku . Terlebih lagi dia menganggapku seperti puterinya sendiri .
Saat aku berpelukan dengan mama , Satria mendekat dan mengambil tubuhku dari pelukan mama .
"Aku akan merindukanmu Sayang", bisiknya padaku
__ADS_1