
Kandungan Aulia semakin hari semakin membesar seiring dengan bertambahnya usia kandungannya. Satria melarang istrinya melakukan kegiatan apapun kecuali senam hamil dan yoga . Kini di apartemennya sudah ada tiga pembantu untuk ikut membantu serta memperhatikan istrinya tersebut saat Satria harus bekerja di kantor. Satria juga mempekerjakan sopir pribadi khusus untuk Aulia bila ia ingin mengunjungi suaminya di kantor. Aulia memang sangat manja saat hamil . Dia juga ingin selalu melihat Satria ,oleh karenanya Aulia akan datang ke kantor Satria setiap hari hanya untuk bermanja - manja dengannya. Awalnya Satria merasa heran dengan sikap istrinya tersebut ,tapi akhirnya dia mengetahui bahwa sikapnya tersebut karena di pengaruhi oleh hormon kehamilan .Satria sendiri merasa bahagia saat Aulia bermanja - manja padanya karena Aulia tidak akan bersikap demikian bila sedang tidak hamil . Bagi Satria, Aulia semakin lucu dan semakin menggemaskan saat sedang hamil seperti sekarang ini. Tapi sayangnya,jatah malamnya harus berkurang dan dia harus sering puasa malam karena tak tega melihat istrinya tersebut.
"Sayang,aku ingin duduk di pangkuanmu boleh? ",tanya Aulia pada suaminya saat baru sampai di ruangan kantor suaminya.
"Boleh Sayang,sini istriku ....! Biar aku pangku calon Mama dan babyku tercinta",ucap Satria pada istrinya sambil membereskan beberapa dokumennya.
Aulia pun mendekat dan mulai duduk di atas paha suaminya. Dia mengecup kening Satria ,namun Satria malah mencium bibir isrinya tersebut dalam waktu yang cukup lama.
Satria kehilangan kendali . Ia mengunci pintu ruangannya dan membopong tubuh Aulia ke ruang rahasianya di dalam ruangan tersebut. Di sana , Satria kembali ******* habis bibir istrinya tersebut dengan lembut,sedangkan tangannya mulai turun ke bagian pusat Aulia. Aulia mengerang hebat,merasakan sensasi kenikmatan dari sentuhan Satria.Di sana mereka melakukannya beberapa kali hingga keduanya lelah dan terkulai lemas.
Setelah tertidur sekitar satu jam , Aulia merasakan kontraksi yang luar biasa pada perutnya.
"Auw.....Sayang ,perutku sakit sekali ....",teriak Aulia saat merasakan kontraksi yang hebat.
Satria yang terbangun segera mengambil baju - bajunya yang berserakan dan memakaikan baju pada tubuh istrinya yang polos tersebut.
"Kamu kenapa Sayang?",tanya Satria panik pada Aulia
" Perutku sakit Sayang....aa...aaauw....",teriak Aulia
__ADS_1
"Jangan - jangan kamu mau melahirkan Sayang ! Ayo kita ke rumah sakit sekarang ! ",ajak Satria
Tanpa aba- aba ,kedua tangan Satria mulai bergerak menggendong Aulia ke luar ruangan . Bersama supir pribadinya ,ia mengantar Aulia ke rumah sakit . Sesampainya di rumah sakit, Satria berteriak - teriak pada perawat agar segera menolong istrinya.
"Perawat,tolong segera periksa istri saya ! Istri saya merasa kesakitan dari tadi ",ucap Satria pada salah satu perawat yang sedang berjaga di rumah sakit .
"Tentu Pak ,kami akan membawanya ke ruang persalinan terlebih dahulu dan kemudian kami akan memeriksanya",ucap perawat tersebut pada Satria yang terlihat sangat khawatir.
"Sayang , perutku sakit banget .... huhu...sakit Sayang....aku tak kuat Sayang ....!",rintih Aulia pada suaminya .
Satria yang melihat istrinya tersebut tak kuasa menahan air matanya. Ia sangat khawatir pada Aulia.
Satria menemani Aulia yang masuk di ruang persalinan . Dokter mengatakan kalau Aulia memang akan melahirkan dan sekarang Aulia sudah pembukaan ke delapan.
"Dok ,gimana istri saya Dok?",tanya Satria setelah Dokter Marinka memeriksa jalan lahir milik Aulia.
"Istri Bapak sebentar lagi akan melahirkan . Istri Bapak sudah mengalami pembukaan delapan . Anda bisa menemani istri Anda saat proses melahirkan . Silahkan pegang tangannya kuat - kuat dan menyemangati istri Anda agar istri Anda bisa kuat nanti "
Dokter pun mengaba - aba perawat agar segera membantunya untuk membantu Aulia melahirkan .
__ADS_1
"Tarik napas dalam- dalam dan hembuskan keluar Nona saat perut Anda mengalami kontraksi ! ",ucap Dokter Marinka pada Aulia.
Aulia pun segera mengikuti saran dokter.
"Sakit ......Sa.....kit....."
"Sayang bertahanlah sebentar Sayang....",Satria menggenggam erat tangan Aulia
Aulia mengejan hebat
A......aa...
Oek.....oek....oek....
Terdengarlah suara tangisan bayi laki - laki yang telah keluar dari perut Aulia. Satria menghujani banyak ciuman di kening Auliia setelah bayi mereka terlahir dengan selamat .
"Terima kasih Sayang,aku sangat bangga padamu . Kamu telah melahirkan bayi kita dengan selamat",ucap Satria sambil menghujani banyak ciuman di kening istrinya .
"Sama - sama Sayang . Aku juga sangat bahagia Sayang,akhirnya kita benar - benar punya baby sekarang",ucap Aulia yang masih terlihat lemah setelah melahirkan .
__ADS_1