
Dengan semangat ,Naina membawakan dua bungkus makanan dan minuman yang ada di genggaman tangannya menuju ruangan Dion.
Saat tiba di ruangan tersebut,Naina langsung duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan Dion.
"Kak Dion,ayo makan ! Aku sudah membeli makanan untuk kita berdua . Ini untukmu! (menyerahkan bungkusan makanan dan minuman yang siap makan )" ,ucap Naina bersemangat .
Dion awalnya terkejut , tapi karena sungkan dengan Naina ,ia akhirnya menerimanya dan mereka pun makan berdua di ruangan tersebut. Dion hanya diam ,sedangkan Naina selalu banyak bicara. Wataknya memang sangat berbeda dengan Aulia,yang pendiam dan agak lemah . Naina lebih terbuka dan dia juga senang bercanda. Sesekali , Naina mengajak Dion bercanda untuk mengalihkannya dari masalah Aulia.
Setiap hari Naina selalu mendekati Dion . Kini keduanya sudah tampak lebih akrab dari sebelumnya.
Adi ,Boy dan Satria tahu persis bila Naina menyukai Dion . Naina akan tampak bersemangat sekali bila Dion ada di dekatnya.
Naina juga sering meminta Dion menemaninya berbelanja, ke salon ,nonton dan juga jalan - jalan sebagai upaya pendekatan pada pria dingin yang sangat sulit di sentuh itu. Awalnya Dion menolak ,tapi karena kepintarannya yang pandai merayu, membuatnya bisa membuat Dion memenuhi segala keinginannya meskipun itu dengan terpaksa.
'Naina bersemangatlah ! Suatu hari nanti Dion pasti bisa melihatmu dan bisa mencintaimu', semangat Naina dalam hati saat ia sedang makan di restoran bersama Dion .
Di saat yang bersamaan ,Naina melihat Satria ,Aulia ,Boy dan Adi masuk ke restoran yang sama .
"Aulia...!!!",pekik Naina dan mendekat ke arahnya
__ADS_1
"Naina..!!! ",Ucap Aulia dan keduanya saling memeluk satu sama lain karena beberapa hari ini mereka berdua tak bertemu .
Naina meminta mereka duduk di meja yang sama dengannya dan juga Dion.
"Udah isi belum Aulia? ",tanya Naina pada sahabatnya tersebut
"Doakan saja Nai",ucap Aulia sambil tersenyum
"Sudah lama Dion di sininya ?",tanya Satria pada Dion
"Iya lumayan ",jawab Dion singkat
Dion terperanjat dengan pertanyaan sahabatnya tersebut,dia tidak menyalahkan Boy karena selama ini dia hanya menuruti Naina agar dia bisa sedikit melupakan, Aulia.Dion juga menyadari kalau mereka berdua sering jalan dan keluar bersama akhir - akhir ini .
" Naina ,kamu menyukai Dion?",tanya Aulia yang tidak menyadari ada beberapa pasang telinga yang mendengarnya.
Naina bingung harus menjawab apa,di satu sisi , dia tidak ingin membohongi Aulia dan di sisi lain ,Naina takut Dion akan marah padanya bila tahu perasaan yang sebenarnya ia miliki untuk Dion .
Naina tidak punya pilihan lain kecuali menjawab pertanyaan sahabatnya dengan jujur
__ADS_1
"Aku mencintainya Aulia sejak pertama kali melihatnya. Maafin aku Kak Dion,selama ini aku tidak jujur padamu",ucap Naina pada Dion dan juga Aulia.
Rupanya Dion sangat marah dengan pernyataan dan pengakuan cinta Naina pada dirinya di depan para sahabatnya dan juga Aulia. Dion tidak menyangka,Naina yang ia anggap sebagai teman bisa mencintainya .
Dion mendekati Naina dan ....
Plakk......
Sebuah tamparan melayang di pipi mulus Naina. Naina pun menangis seketika karena ia tak menyangka Dion akan melakukan hal seperti itu. Naina tahu Dion marah ,karena selama ini Naina mengatakan pada Dion kalau ia ingin bertindak sebagai sahabat dan teman untuk Dion .
Mereka semua terkejut dengan tamparan yang di lakukan oleh Dion,pasalnya mereka tahu bahwa Dion sangat menghormati wanita . Tapi ketiga sahabat Dion tahu,kalau dia akan sangat marah bila ada yang mengkhianati kepercayaannya.
"Kak Dion maafin aku !",teriak Naina saat Dion meninggalkan mereka.
Aulia segera memeluk Naina yang lemah
"Tenanglah Nai,maafin aku gara - gara aku Dion jadi benci sama kamu ",ucap Aulia sambil menangis terisak
"Ga papa Aulia ,mungkin aku terlalu mengharapkannya. Aku bukanlah wanita sempurna yang bisa mengejarnya...",ucap Naina sesenggukan .
__ADS_1
"Udah Sayang jangan menangis lagi ",Satria menghibur Aulia yang menangis terisak di pelukan sahabatnya tersebut.