
Saat Aulia dan Satria sedang berbulan madu di Bali , rupanya Dion benar - benar patah hati dan mengalami frustasi yang luar biasa dalam hidupnya . Adi dan Boy berusaha menghibur Dion dengan berbagai upaya ,tapi semuanya gagal total .
Nama Aulia sudah melekat di hati sanubarinya. Saat Satria menyakiti Aulia,Dionlah orang pertama yang akan membela Aulia dari orang nomer satu di perusahaan tempatnya bekerja tersebut . Sikap Aulia yang hanya diam ketika di sakiti membuat hatinya tergerak untuk menolongnya dan wajah cantik Aulia selalu menghiasi hari - harinya yang kosong karena sudah lama ia tak pernah berpacaran dengan wanita manapun selama ini . Bagi Dion ,Aulia adalah yang pertama untuknya. Kini wanita yang di cintainya tersebut harus hidup bersama dengan sahabatnya yang juga tidak bisa berpaling dari Aulia sejak kuliah dulu ,meskipun mereka sempat berpisah . Tapi Dion masih bisa melihat cinta Satria yang begitu besar pada Aulia, wanita yang sama - sama membuat hati mereka bergetar.
Setelah pernikahan Aulia,Naina memutuskan mencari kontrakan yang lumayan dekat dengan rumah Pak Harun . Sekarang ini, Satria sedang merenovasi rumah Pak Harun menjadi rumah mewah di kampung tersebut sebagai hadiah dari Satria untuk keluarga Aulia. Satria sadar kebahagiaannya hanya terletak pada Aulia,karena itulah dia ingin agar orang - orang terdekat Aulia merasakan kebahagiaan seperti dirinya saat menikahi Aulia kembali.
Naina sering mengunjungi Pak Harun dan keluarganya. Dia sudah dianggap menjadi putri tertua di keluarga Pak Harun . Naina juga sangat menyayangi Amel dan Ilham seperti ia menyayangi Aulia bagai saudara kandung sendiri.
***Di kantor Satria***
__ADS_1
Atas rekomendasi dari Satria dan Aulia,kini Nainalah yang bekerja sebagai manajer keuangan yang baru menggantikan Aulia. Aulia tentunya sudah tidak bisa bekerja lagi ,karena Satria sangat posesif padanya. Dia hanya menyuruh istrinya tersebut di apartemen untuk istirahat saja. Karena saat pertama kali ketika bertemu ,Naina sudah ingin dekat dengan Dion,kini karena pekerjaan ,ia mempunyai kesempatan itu.
Dia mendengar cerita segitiga antara Dion,Aulia dan Satria dari Boy dan Adi . Mereka menceritakan semuanya pada Naina.
Naina benar - benar sedih karena pria yang di incarnya ternyata masih mencintai Aulia, sahabatnya . Tapi dia tidak menyerah ,karena dia sendirilah yang akan menjadi obat dari sakit hati yang di rasakan oleh Dion . Naina sudah berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan mengejar cintanya Dion dengan segala upaya yang ia punya. Karena baginya ,Dion memiliki segala yang di impikan oleh semua perempuan di dunia ini . Wajahnya yang tampan ,hidung nya yang mancung serta alisnya yang ikal dan juga rambutnya yang terlihat sangat terawat menjadikan dia sebagai pria paling sempurna untuk Naina.
Selain ketampanan fisik yang ia punya ,Dion juga orang yang sangat ramah,dewasanya melebihi ketiga sahabatnya yang lain ,tutur katanya juga sangat lembut. Dia baik pada semua orang ,termasuk pada bawahannya. Dia juga terkenal paling baik terhadap OB yang ada di kantor ini.
Beberapa hari ini ,Naina melihat Dion yang tampak murung di meja kerjanya. Matanya menatap kosong pada seisi ruangan yang di tempatinya tanpa mendengar suara ketukan pintu yang aku ketuk sebelum Naina masuk ke dalam .
__ADS_1
Naina memberanikan diri masuk ke ruangan Dion dengan langkah nya perlahan - lahan berharap si pemilik ruangan segera sadar bahwa ada orang lain berada di ruangan yang sama dengannya.
Naina meletakkan berkas yang ingin ia berikan ,di meja Dion dan membuyarkan lamunan Dion
" Kak Dion ,ini berkas yang Anda minta. Silahkan di koreksi terlebih dahulu,bila ada kesalahan silahkan hubungi saya....!",ucap Naina hati - hati
"Iya Naina . Aku akan membacanya sebentar lagi ",ucapnya kemudian
" Ini sudah jam istirahat Kak Dion . Apa Kak Dion tidak lapar ? Yuk ke kantin bareng sama aku ",ajak Naina mulai memberanikan diri kepada atasannya tersebut ...
__ADS_1
"Tidak Naina . Aku masih banyak kerjaan . Aku bisa makan nanti. Kamu ke kantin ajak teman yang lain saja",ucap Dion yang membuat Naina agak kecewa.
Naina pun segera meninggalkan ruangan Dion dengan langkah gontai. Dia menuju ke kantin untuk membeli dua bungkus makanan yang rencananya akan ia bawa ke ruangan Dion ,agar Dion tidak sakit karena patah hatinya selama ini. Naina pernah merasakan patah hati juga dari kekasihnya yang dulu dan sakit itu tidak bisa sembuh dengan cepat . Butuh banyak waktu baginya untuk menenangkan dirinya sehingga ia benar - benar melupakan pria brengsek yang telah merenggut kesucian miliknya .