CITA -CITA SI GADIS MISKIN

CITA -CITA SI GADIS MISKIN
Menjadi Orang Tua Sesungguhnya


__ADS_3

Dua hari paska melahirkan ,Aulia sudah bisa kembali ke apartemennya. Kondisi Aulia sudah lumayan sehat,dan sudah bisa berjalan pelan ,meskipun masih agak sakit karena luka jahitnya setelah melahirkan .Dengan di papah suaminya,Aulia menempati kamar utama yang kebetulan ada di lantai bawah .Sementara,Ilham yang sudah tertidur nyenyak di gendong oleh omanya.


"Sayang hati - hati !",ucap Satria sambil membantu istrinya duduk di kamar tidurnya.


"Apa kamu lapar atau haus Sayang?",tanya Satria setelah Aulia sudah merasa nyaman dengan duduknya


"Tidak,aku belum lapar Sayang !",jawab Aulia sambil tersenyum manis . Aulia bahagia karena Satria sangat perhatian padanya saat ia sedang lemah seperti ini.


"Bi ,tolong buatkan Aulia susu hangat dan makanan ,istriku harus makan karena ia masih terlihat pucat!",perintah Satria pada salah satu asisten rumah tangganya yang bernama Bi Sumi.


"Baik Tuan ! Akan segera saya siapkan !",ucap Bi Sumi dengan sopan.


"Sayang ,aku kan belum lapar?",protes Aulia pada suaminya.


"Kamu tetap harus makan Sayang! Sekarang,makanan yang kamu makan bukan untuk kamu sendiri Sayang ! tapi juga untuk anak kita!",Satria menjelaskan pada istrinya.


Kedua orang tua Satria dan Aulia hanya tersenyum melihat anak dan cucu mereka.


"Nduk ,kamu beruntung sekali memiliki suami seperti Nak Satria. Selain menyayangimu dan mencintaimu,Satria juga sangat perhatian pada kamu Nduk ",ucap Ayah yang memuji menantunya di depan anaknya.


"Terima kasih Ayah atas pujiannya,Satria memang ingin menjadi suami dan juga ayah terbaik untuk anak - anak Satria nantinya ! Satria udah pernah kehilangan Aulia dan anak kami,itu sangat membuat aku frustasi Yah,sekarang Satria udah menggenggam permata yang Satria inginkan yaitu Aulia dan juga anak - anak kami nanti, dan Satria janji pada Ayah akan menjaga mereka sampai detak jantung terakhir Satria nanti",Satria mengucapkan janji pada mertuanya karena sekarang tanggung jawabnya bukan hanya pada istrinya,tapi juga pada anaknya yang baru lahir yaitu Ilham .

__ADS_1


Papa menepuk - nepuk bahu Satria


"Kamu memang anak kebanggaan Papa Sat,kamu bisa berubah seperti ini karena ada Aulia di sisimu. Istrimu mengajarkan banyak hal tentang kehidupan dan juga sopan santun kepadamu yang tidak pernah kami ajarkan !",ucap Papa sambil memeluk putra semata wayangnya.


Disaat mereka sedang asyik mengobrol ,tiba - tiba Ilham yang masih berada di gendongan omanya menangis keras


"Oek ....oek...oek..."


"Ilham menangis Aulia,mulutnya komat - kamit,mungkin karena ia lapar Sayang!",ucap Mama pada menantunya


Semua anggota keluarganya pun meninggalkan Aulia bersama Satria dan bayinya di kamar .Aulia mulai menyusui anaknya .


"Terima kasih Sayang,kamu masih memilihku dan bertahan di sampingku . Berkat adanya dirimu,kami mendapatkan kebahagiaan yang seolah tiada akhir. Aku sangat bahagia karena melihat kebahagiaan semua orang saat hadirnya anak kita Sayang,terutama Mamaku yang sedari dulu sangat menginginkan cucu dariku!"


"Aku juga bahagia kok bisa hidup bersamamu Sayang. Kamu adalah cinta pertama dan terakhirku",Aulia tersenyum pada suami yang memeluknya dan juga bayinya dari belakang.


"Wiih....istriku sekarang udah bisa berkata romantis ....he ...he",Satria menggoda istrinya


"Kamu apa - apaan sih Sayang!",ucap Aulia sambil menekuk wajahnya.


Setelah di rasa cukup ,Aulia mengancingkan kerahnya lagi .

__ADS_1


"Sini biar Papa yang gendong Sayang! Mama biar istirahat ya...Biar mama cepet sembuh dan kita bertiga akan jalan - jalan sesuai keinginan Mamamu!",ucap Satria pada Ilham, anaknya.


Ketika berada di dekapan Papanya,Ilham menangis kembali . Satria merasakan ada air hangat yang mengucur di bajunya.


"Ilham ,kamu nakal ya....Kamu ngompolin papa gantengmu ini...."


"Kamu bisa mengganti popoknya Sayang?",tanya Aulia pada suaminya.


"Aku bisa kok Sayang!",ucap Satri yakin


Satria meletakkan bayinya di sebelah Aulia dan ia berjalan ke ranjang bayi yang di sebelah kirinya terdapat banyak celana bayi. Satria pun memaikan salah satu celana bayi tersebut pada putranya.


"Sini putraku,biar Papa yang gantiin ya...",ucap Satria sambil mengganti popok milik putranya dengan hati - hati.


Aulia hanya tersenyum melihat suaminya yang mulai bersikap dewasa dan sangat menyayangi putra mereka.


"Kamu pintar Sayang",puji Aulia pada suaminya


"Aku udah belajar kok Sayang dari google . Kamu cepet kembali sehat ya....Aku ingin kita buat adik baru untuk Ilham",ucap Satria menggoda istrinya.


"Apaan sih Sayang. Anak kita masih bayi kamu mau nambah lagi",Aulia hanya cemberut menanggapi permintaan konyol suaminya .

__ADS_1


__ADS_2