
Aku bersyukur karena acara pernikahan antara aku dan Satria berlangsung secara khidmat tan tak ada halangan suatu apapun . Setelah seharian sibuk menyalami tamu undangan ,akhirnya pesta ini selesai juga.
Satria dari tadi memang menggodaku kadang juga dia menggenggam serta meremas - remas jari - jariku .
Setelah makan sedikit makanan yang aku inginkan , Satria menyuruhku menunggunya di kamar .
Sesampai di kamar , aku yang merasa gerah berusaha melepas kebaya ketatku ini dan sepatu hak tinggi yang menyiksa kakiku ini. Aku mengambil baju tidur di dalam tas yang sudah dipersiap kan oleh Bu Luci kemarin.Aku masuk kekamar mandi dan aku nyalakan air hangat dan kemudian aku berendam di bath kamar mandi milik Satria. Disana aku berendam cukup lama sambil menunggu kedatangan Satria yang masih menemui kerabat - kerabat jauhnya. Satria memang memintaku ke kamar terlebih dahulu karena ia melihat ku sudah terlihat lelah .Dia mencari alasan yang tepat agar aku bisa kekamar terlebih dahulu.Tak terasa aku tertidur disana.
Satu jam kemudian , Satria yang telah selesai menyalami tamu undangan , segera naik ke kamarnya. Dia berusaha mencari Aulia ,tapi tak menemukannya.Disusurinya setiap sudut diruangan kamarnya tersebut sambil berteriak kecil memanggil istrinya .
"Sayang,kamu dimana?",Satria merasa was - was mencari istri tercintanya
__ADS_1
Saat melihat kamar mandi yang sedikit terbuka ,Satria menemukan Aulia tertidur pulas di Bath yang masih berisi sabun
" Astaga , pasti kamu capek Sayang ", Ucap Satria pada dirinya sendiri
Satria bergegas mencari handuk dan mengangkat tubuh Aulia yang sudah polos tersebut .Dia membungkus tubuh ramping ramping Aulia dengan handuk dan membawanya ke kamar .Melihat tubuh Aulia yang polos tersebut , membuat kejantanan Satria semakin menegang .
Awalnya Satria mencium kening Aulia yang membuat si pemilik tubuh tersadar
Aulia menganggukkan kepala tanda ia menyetujuinya.
Setelah mendapat lampu hijau dari Aulia, Satria mencium kembali kening Aulia dengan lembut , kemudian dia mengecup bibir indah milik Aulia. Ciuman yang awalnya lembut ,kini berubah menjadi ciuman panas. Tangan Satria yang semula diam , kini tangannya mulai melepas lilitan handuk di tubuh Aulia. Aulia yang terlihat sangat malu dengan keadaannya yang telanjang kini hanya bisa menutup matanya saja.
__ADS_1
"Tidak usah malu Sayang ,tubuhmu sangat indah", bisik Satria tiba -tiba
Dia kembali ******* bibir Aulia, turun memberi tanda leher dan dadanya sambil memainkan gunung kembar milik Aulia. Aulia mendesah hebat karena ini adalah pengalaman pertamanya,begitu pula dengan Satria. Setelah puas bermain -main Satria mulai melepaskan pakaian nya dan membuangnya kesegala arah
Dia mengambil posisi diatas Aulia sambil berbisik," Sayang ,ini akan terasa agak sakit, bertahanlah " . Kemudian ,Satria mulai memasukkan milik nya kedalam tubuh Aulia. Awalnya dia kesulitan memasukkan nya karena milik Aulia yang masih sempit,lama dia berjuang hingga ia bisa melaluinya. Darah segar keperawanan Aulia mengucur di Sprei. Sementara Satria menggerakkan tubuhnya diatas Aulia.Perlahan- lahan pelan ,semakin lama,semakin cepat pula gerakannya. Aulia yang awalnya merasa sakit,semakin lama mulai bisa merasakan kenikmatan yang diberikan oleh suaminya dan bermain mengimbangi suaminya .Saat mencapai puncak ,Satria menyebarkan benihnya di rahim istrinya tersebut.
"Terima kasih Sayang , aku sangat bahagia sekali ",ucapnya sambil memeluk tubuh Aulia
"Terima kasih juga karena kamu bisa menjaga dirimu sehingga aku bisa menjadi yang pertama", tambah Satria kemudian .
"Sama - sama Sayang ",ucap Aulia sambil berkaca- kaca
__ADS_1