
Berita kehamilan Aulia, segera Satria kabarkan pada orang tuanya , kedua orang tua Aulia serta Bu Luci dan suaminya. Mereka semua sangat bahagia mendengar kabar tersebut . Terutama kedua orang tua Satria , mereka sudah tidak sabar menemui Aulia,menantunya untuk memberikan selamat .Bagi mereka ,kehamilan ini merupakan Anugerah yang luar biasa karena tentunya anak yang lahir nanti adalah penerus dari Arafa Group yang saat ini di pimpin okeh Satria.
"Sat ,mama sore ini mau berkunjung kerumahmu . Kami akan makan malam disana . Oh ya, Aulia tidak usah menyiapkan makan malam untuk kami ,kita pesan saja di Restoran langganan kita !",ucap Mama saat di jaringan telepon dengan Satria
"Iya Ma ,nanti Satria ngomong sama Aulia !",ucap Satria pada Mamanya
"Ya udah kamu jaga Aulia dengan baik Nak , sekarang di perutnya ada anak kamu ! ",nasehat Mama pada Satria lagi
"Pasti Ma, Mama kan tahu Satria sayang banget sama Aulia ,apalagi dengan anak kami Ma",ucap Satria pada Mamanya
"Ya udah Mama tutup dulu ya Sayang,nanti sore tunggu Mama dan Papa di sana !"
"Ok Ma,siap....!",Satria mulai menutup telfonnya
Setelah memakai baju yang sudah di siapkan oleh Aulia di kamar, Satria mulai mencari istrinya di dapur.
__ADS_1
"Sayang ,kamu masak apa?",tanya Satria sambil mencium kening Aulia dan beralih mencium perut Aulia yang membuatnya geli.
"Aku masak rendang ayam Sayang sama tumis brokoli . Udah aku siapin di meja makan . Yuk kita sarapan !",ajaknya sambil menggandeng tangan suaminya ke meja makan . Saat sudah mengambil makanan untuk suaminya dan dirinya sendiri, Aulia merasakan mual lagi.Aulia agak berlari kecil kearah wastafel sambil menutup muleutnya...
Hoek...hoek...hoek ...
Satria yang melihat istrinya mual dan muntah tersebut merasa kasihan pada istrinya ,pasalnya istrinya tersebut akan sangat mual di pagi hari baik sebelum maupun sesudah sarapan .
Satria mulai mendekati istrinya dan memijat dagu milik istrinya pelan - pelan agar Aulia sedikit lega.
"Sayang ,kita ke Dokter yuk . Kamu muntah - muntah terus dari kemarin!",ajak Satria pada istrinya karena khawatir pada istrinya tersebut
Satria pun memeluk istrinya dan mencium bibirnya dengan lembut
"Maafin aku Sayang , kamu harus berjuang seperti ini untuk anak kita nanti ",ucap Satria sambil menatap lekat istrinya tersebut.
__ADS_1
"Oh ya Sayang nanti sore Mama Papa akan berkunjung kemari . Kamu tidak usah masak ,Mama akan pesan makanan di Restoran langganan keluarga kami ",Satria mulai menjelaskan pada Aulia perihal orang tuanya yang akan berkunjung di apartemen mereka.
"Iya Sayang ",ucap Aulia tanpa membantah perkataan suaminya . Satria sudah sering menjelaskan pada Aulia bahwa anak yang dikandung oleh Aulia adalah harapan dan masa depan bagi keluarga dan perusahaannya kelak . Karena nantinya ,dialah yang akan menjadi generasi penerus dan juga pewaris dari Arafa Group,yang sekarang di pimpinnya.
Setelah mencium kening istrinya kembali , Satria mulai berangkat ke tempat kerja.
***SORE HARINYA***
Mama Papa Satria tiba di apartemen pulul empat sore dengan di antar oleh sopir pribadi mereka .Banyak makanan yang di bawa oleh Mama dan juga oleh - oleh untuk Aulia.
"Gimana kabarnya Aulia,menantu Mama sehatkan dan juga cucu Mama gimana nih ? ,tanya Mama pada Aulia .
"Aulia sehat kok Ma dan juga cucu Mama mudah - mudahan kuat ",jawab Aulia sambil tersenyum manis pada mertuanya .
"Syukurlah Sayang ,jaga baik - baik cucu Mama.Oh ya Sat,sebaiknya kamu segera cari ART . Kasihan istrimu bekerja di rumah sendirian dan juga biar ada yang nemenin Aulia saat kamu bekerja",nasehat Mama pada Satria
__ADS_1
"Satria sudah meminta bantuan pada teman Satria Ma untuk mencari asisten rumah tangga Ma!",
Mereka pun berbincang - bincang hingga malam tiba. Dan makan malam pun berlangsung dengan di iringi oleh canda tawa diantara mereka .