
Sudah tiga minggu Satria tidak datang ke kantornya. Satria masih menikmati perannya sebagai ayah baru dari putra pertamanya,Ilham.Sejak pagi ketika sarapan bersama istrinya,ponsel Satria terus berdering. Aulia yang kini sudah duduk di sebelah suaminya pun mulai bertanya,
"Sayang,kenapa ponselnya tidak kamu angkat? siapa tahu penting sayang "
"Sebenarnya aku masih ingin di rumah menemanimu dan Ilham sayang,tapi pekerjaan ku di kantor semakin menumpuk",ucap Satria pada istrinya
"Bekerjalah Sayang,nanti sore kamu kan bisa pulang cepat agar bisa bertemu dengan kami lagi",bujuk Aulia pada suaminya.
Tangan Aulia menggenggam tangan suaminya dengan lembut dan ia memandangi suaminya dengan tersenyum.
Satria tahu sentuhan Aulia adalah cara istrinya menenangkan pikiran Satria bila ia sedang mengalami kebimbangan atau pun masalah apapun. Satria adalah suami yang terbuka dengan istrinya. Satria akan membicarakan masalah apapun pada Aulia, termasuk masalah kantor. Satria tahu otak Aulia sangat encer sehingga ia dulu selalu mendapatkan beasiswa .Aulia adalah wanita yang pandai dan cerdas dalam menyikapi masalah apapun,dan itu membuat Satria semakin hari semakin menyayangi istrinya tersebut.
Satria yang belum memulai sarapan paginya, di dekati Aulia. Aulia meletakkan tubuhnya diatas pangkuan suaminya.
Aulia meletakkan kepalanya di dada bidang suaminya
__ADS_1
"Bekerjalah suamiku,agar kamu tak mempunyai beban . Aku tahu kamu masih ingin bersama kami,tapi pekerjaanmu juga sangat penting. Kamu bekerja untuk menghidupi banyak karyawanmu ,bukan hanya anak istrimu sayang",bujuk Aulia pada suaminya lagi.
Satria yang melihat tingkah istrinya itu,hanya menahan tawa dan kemudian ia mendekatkan bibirnya ke pipi Aulia. Satria menciumi istrinya tersebut di ruang makan karena bayinya masih tertidur lelap di ranjangnya .
"Sayang ,aku menginginkannya", desis Satria pada Aulia
"Aku belum Kb sayang,nanti malam aja ya. Biar aku beli pil kb dulu",cegah Aulia pada tindakan suaminya.
Satria yang tidak bisa menahan keinginannya,tetap mengangkat tubuh istrinya ke kamar .Ia tak peduli ,bila istrinya akan langsung hamil lagi. Satria sangat senang bila Aulia hamil,itu artinya keinginannya yang memiliki banyak anak akan terwujud. Keinginan yang sangat konyol memang bagi Aulia, tapi Satria benar - benar sangat menginginkan banyak anak yang terlahir dari rahim istrinya tersebut.
Satria mencium putranya beberapa kali ,kemudian ia mencium kening
istrinya tersebut
"Jaga anak kita ya sayang! semoga nanti disini akan segera ada adik Ilham lagi ",ucap Satria masih menggoda istrinya sambil mengelus perut Aulia yang sudah rata.
__ADS_1
"Apaan sih sayang,Ilham aja masih kecil kok mikir nambah anak lagi",gerutu Aulia pada suaminya.
"Bercanda kok sayang. Tapi kalau jadi lagi,aku seneng banget kok sayang",ucap Satria girang sebelum meninggalkan istrinya tersebut di apartemen bersama Ilham dan juga beberapa pembantunya.
Satria mulai melangkahkan kakinya di kantor yang sudah tiga minggu tak di kunjunginya. Banyak karyawannya yang menyapanya,dan ia hanya membalas seperlunya saja. Satria melewati dua lift untuk sampai di ruangannya. Satria ingin menyelesaikan pekerjaannya yang menggunung dan secepatnya pulang ke rumah .
Satria mulai membaca dan menanda tangani proyek - proyek penting.Saat ia membuka beberapa file,ia teringat dengan bayinya yang imut yang selama tiga minggu ini tak pernah jauh darinya dan juga wajah cantik istrinya yang semakin bertambah setelah melahirkan . Hanya beberapa jam tak bertemu, Satria sangat merindukan keduanya.Satria membuka beberapa galeri di fotonya yang kebanyakan adalah foto keluarga kecilnya. Satria tersenyum - senyum sendiri melihat foto - foto anaknya yang sangat imut,lucu dan menggemaskan serta Aulia yang selalu terlihat cantil natural seperti biasanya.
Saat sedang tersenyum melihat galeri hpnya,ketiga sahabat Satria mengagetkannya .
"Woy....bro... baru masuk udah ngalamun aja",ucap Boy yang membuat Satria kaget .
"gue lagi lihat foto anak dan istri gue bro.Ga tahu nih gue kangen terus sama mereka berdua. Gue juga lagi gagal fokus nih sama kerjaan gue karena keinget bayi gue yang ngegemesin ",ucap Satria jujur pada sahabat - sahabatnya.
Ketiganya hanya tertawa mendengar Satria.
__ADS_1
"Aulia benar - benar membuat lo parah bucinnya Sat he...he...",Adi ikut menambahkan