CITA -CITA SI GADIS MISKIN

CITA -CITA SI GADIS MISKIN
Di rumah sakit


__ADS_3

Aku mulai membuka mataku perlahan - lahan ,tampaknya ada seorang dokter dan juga dua perawat sedang memeriksaku. Aku yang masih tertidur di bed , mulai memperhatikan di sekelilingku . Disana tak jauh dariku nampak ada Satria dan juga ketiga sahabatnya sedang memandangiku penuh iba .Hening sesaat yang kami rasakan Aku bingung harus memanggil siapa di antara mereka untuk mengambilkan segelas air putih yang ada di meja . Sebenarnya aku ingin sekali memanggil Satria ,tetapi mengingat kejadian tadi di perusahaan Satria, membuatku menghentikan niatku..


"Aulia kamu sudah sadar? Apa pipimu masih sakit?" tanya Dion padaku


" Ya sudah terasa berkurang . Pipiku tidak terasa perih lagi . ", jawabku singkat


Aku menjawab pertanyaan Dion tapi mataku melihat Satria yang hanya diam mematung dengan pandangan tajam kepadaku . Dimata nya tampak ada kebencian yang sangat tinggi. Dulu saat kami masih bersama Satria lah yang sangat perhatian padaku bahkan karena sikap pencemburunya , ia tidak akan membiarkan teman - temannya mendekatiku.


Apakah dia sangat membenciku ? Apa disini saat aku terbaring lemah seperti ini,Satria masih akan memarahiku . Mungkin rasa cintanya padaku telah habis dan hanya menyisakan rasa kebencian yang mendalam karena rasa kecewanya padaku .Rasanya tidak sanggup untuk bertahan pada posisi seperti ini .


Lalu aku yang bodoh ini menuruti naluriku memegang tangan Satria . Awalnya ia menolak tapi melihatku selemah ini membuatnya tak tega dan membiarkan aku seperti ini

__ADS_1


"Aku tahu kamu marah dan kecewa padaku ,tapi aku mohon jangan pecat aku ..Aku masih harus membiayai kuliah kedua adikku . Tolong berilah aku sedikit kesempatan untuk menjelaskan semuanya padamu secara perlahan ",ucapku memohon pada Satria


"Baiklah kalau itu permintaanmu ,tapi jangan berharap apa - apa lagi padaku . Aku akan menganggapmu bawahan saja dan orang asing yang tak pernah aku kenal .",jawab Satria tegas.


Ucapan Satria bagaikan sengatan duri di hatiku .Satria bahkan tidak ingin mengenalku lagi . Dia juga tidak ingin aku menemuinya lagi . Aku mulai melepaskan tangan Satria yang masih aku genggam di tanganku secara perlahan - lahan .Tangan ini sudah lama aku rindukan , sekarang harus aku lepaskan karena Satria benar - benar tak menginginkanku lagi .


Ketiga sahabat Satria memandangi kami seraya menggeleng - gelengkan kepala .Mereka tahu kalau Satria sangat keras kepala dan tak suka di bantah .Kelembutan yang dulu dimilikinya berubah menjadi sikap kasar dan sewenang - wenang terhadap bawahannya semenjak ia bercerai dengan Aulia


Kerongkonganku yang sudah kering sudah tak tertahankan lagi . Dengan berat ,aku berusaha untuk mencoba memposisikan duduk di bed rumah sakit.Tanganku mulai meraih segelas air putih yang ada di sampingku dan segera menenggaknya sampai habis.


Tak lama kemudian ,Bapak dan juga ibu tiba di rumah sakit . Bapak memelukku dan menangis

__ADS_1


"Nduk ,wajahmu kenapa Nak?Kenapa kamu bisa sakit seperti ini?", tanya Bapakku khawatir


"Aulia tadi jatuh Pak di tangga perusahaan ,dan sekarang aku udah merasa baikan Pak . Sebaiknya ,Aulia tidak usah menginap saja Pak . Aku ingin pulang ke rumah saja",pintaku pada Bapak .


Aku terpaksa membohongi Bapak agar beliau tidak terlalu khawatir padaku . Bapak belum menyadari kalau ada Satria dan ketiga sahabatnya ada di sini juga .Saat Satria hendak menyalami Bapakku ,Bapak barulah tersadar kalau disini ada mantan suamiku juga.


"Kamu ada di sini Sat?",tanya Bapak bingung


"Dia yang menolongku Pak dan juga ketiga sahabatnya Satria ini .Mereka membawaku kemari karena tadi aku pingsan ",ucapku berbohong lagi pada Bapak .


Aku tidak ingin Satria menjadi sasaran emosi Bapak bila tahu hal yang sebenarnya terjadi .

__ADS_1


__ADS_2