
Di kantor , selain bertemu dengan Satria ,aku juga bertemu dengan ketiga sahabat Satria yaitu Dion ,Adi dan Boy.
Sebenarnya mereka sangat baik kepadaku ,terutama Dion.Dari Satria,aku mengetahui bahwa Dion menyukaiku. Sebelumnya ,aku tidak pernah peka ataupun menyadari kalau Dion akan mempunyai perasaan lebih untukku.
Di kantor ,Satria sangat bersifat posesif kepadaku .Dia tidak membiarkan aku menjauh darinya sedikitpun.
Tapi meskipun demikian ,aku tetap bertemu dengan Dion setiap hari karena pekerkaan .Dia masih bersikap lembut kepadaku . Tutur katanya sangat sopan,dan dia terlihat lebih dewasa dari Satria.Meskipun begitu ,di hatiku hanya ada Satria , tidak ada yang lain .
Suatu hari saat rapat dengan klien ,aku ,Satria dan ketiga sahabat Satria berkumpul bersama di restoran ternama. Setelah usai menghadiri pertemuan ,Satria pergi ke kamar mandi .
"Aulia ,gimana kabar kamu? Baik kan?",tanya Dion padaku sopan
" Iya Dion ,kabar aku baik kok. Kamu juga sehat kan?" ,tanyaku balik sambil memakan makanan yang ada di piringku
" Seperti yang kamu lihat Aulia, fisikku sangat sehat,tapi sayangnya ,di kantor kita tidak bisa dekat seperti dulu lagi meski sebagai teman karena pembatasan yang dilakukan oleh Satria ",ucap Dion padaku sungguh - sungguh.
" Dion ,hentikan pembicaraanmu nanti kalau Satria datang bisa ngamuk dia ke kita karena ngganggu pacarnya ", Ucap Adi mengingatkan Dion.
__ADS_1
"Aku kan hanya bertanya kabar,bukan nembak dia kenapa juga Satria harus marah", ucap Dion membela diri
Satria yang sudah berdiri di antara kami sangat terlihat marah dan berusaha mengendalikan amarahnya pada sahabatnya dan sekaligus rivalnya tersebut.
Satria menggenggam tanganku dengan erat dan mengajakku segera keluar dari restoran tersebut .
"Ayo pulang Sayang !", ajak Satria lembut padaku
Aku hanya menganggukkan kepalaku tanda menyetujui permintaannya.
"Hati - hati Bro.Jagain Aulia yang bener",ucap Dion menjawab Satria
Sementara Adi dan Boy hanya menggelengkan kepala mereka sembari tersenyum saat melihat kedua sahabat mereka yang menyukai wanita yang sama yaitu Aulia.
"Hemmm.....",Satria hanya berdehem menjawab permintaan Dion padanya .
Satria menarikku dan mengajakku segera pergi menjauh dari sahabat mereka. Rupanya saat ini Satria sedang cemburu lagi .
__ADS_1
Di perjalanan ,Satria hanya diam tak berbicara sedikitpun . Aku tahu suasana hatinya sedang tidak bagus . Tapi meskipun marah ,di mobil aku di suruh duduk di atas pangkuannya, dia memelukku dan menyibakkan rambutku yang terlihat tak beraturan .Dia sama sekali tak malu dengan sopir pribadinya yang berada di depan kami.
"Sayang , Jangan membuatku menunggu lagi . Aku sudah tak kuat bila harus melihatmu dan Dion masih berdekatan . Ijinkan aku segera menikahimu agar aku bisa tenang .Aku sangat mencintaimu Sayang ",ucap Satria membujukku
Aku melihat matanya merah karena rasa marah dan cemburu menjadi satu . Aku tak tega bila melihatnya berantakan seperti ini . Satria tidak memahami kalau dalam hatiku hanya ada dia,Dion bukanlah orang yang spesial untukku . Aku menganggap Dion sebagai seorang teman saja ,tidak lebih.
"Sat, aku mau menikah denganmu dan akan menuruti permintaanmu. Mulai besok ,aku tidak akan bekerja lagi biar kamu saja yang kerja agar kamu lebih tenang di kantor ",ucapku menuruti keinginan Satria.
Satria memelukku dengan erat dan dia memandang wajahku yang ada di bawahnya
" Benarkah Sayang kamu mau menikah denganku dalam waktu dekat ?"
"Iya Sat, maafkan aku selama ini aku membiarkanmu menungguku "
Satria meletakkan kedua jarinya di bibirku dan mengecup bibirku dengan lembut .
"Terima kasih Sayang,seminggu lagi kita akan sah menjadi suami isteri ",ucapnya setelah menciumku dengan mesra.
__ADS_1