
Setelah acara pernikahan selesai ,
satu malam ,aku menginap di rumah ayah. Keesokan harinya, Satria mengajakku pindah ke apartemen baru yang di belinya beberapa bulan yang lalu setelah kami memutuskan untuk hidup bersama.
Pagi ini di rumah Ayah ,masih tampak banyak orang yang masih ada di sini . Rencananya hari ini Naina akan mencari tempat tinggal di sekitar rumahku karena ia merasa nyaman tinggal disini . Sebenarnya orang tuaku sudah meminta Naina untuk tetap di rumah Ayah ,tapi Naina menolak secara halus .Dia meyakinkan Ayah akan sering berkunjung ke rumah ayah karena ia ingin mandiri. Akhirnya Ayah menyerah tidak memaksa Naina lagi.
"Ayah ,Ibu maafin Satria. Hari ini rencananya Satria akan mengajak Aulia ke rumah baru kami agar bisa hidup mandiri . Satria janji akan sering mengajak Aulia main kesini",ucap Satria meminta ijin dengan hati - hati kepada orang tuaku di depan banyak orang yang masih ada disana.
Pasalnya baru sehari Satria menginap di rumah Ayah . Sebenarnya ia ragu saat akan menyampaikan keputusannya,tapi dia juga tak ingin lama - lama menahan dirinya untuk tidak menjamah istrinya tersebut . Karena semalam pun ,Satria belum menuntaskan hasratnya yang ia pendam karena kamar Aulia yang kecil dan sangat berdekatan dengan kamar lainnya. Satria hanya tidak ingin desahan Aulia terdengar oleh orang lain ,apa lagi adik - adiknya yang masih kecil dan tidak pantas mendengar desahan dari kakaknya.
"Sekarang kamu sudah menjadi suami Aulia,tentu dia sekarang sudah menjadi hakmu sepenuhnya Nak Satria . Bawalah Aulia dan jangan sia - siakan puteri Bapak lagi",ucap Ayah memberi nasehat kepada Satria.
"Tentu Yah,Satria janji akan selalu menjaga Aulia dengan baik . Dan Satria juga janji akan selalu membuat Aulia tersenyum ",ucap Satria sambil menggenggam erat tanganku dengan mesra . Kemudian dia mencium punggung tanganku . Saat hendak mencium bibirku di depan banyak orang ,aku segera berkata
"Sat ,banyak orang nih yang ada di depan kita",ucapku berusaha menyadarkan Satria karena memang masih banyak orang yang masih berkumpul disini.
Satria pun hanya tersenyum jahil tanpa menjawab pernyataanku .Dengan secepat kilat , dia memberikan ciumannya di pipiku . Semua orang tampak bahagia karena melihat tingkah Satria. Mereka hanya tersenyum geli melihatku.
Setelah selesai sarapan bersama ,aku segera ke kamar dan di ikuti oleh langkah kaki Satria yang membuntutiku dari belakang.Niatnya aku akan mempacking sedikit bajuku dan semua keperluanku yang lain dan akan kubawa ke apartemen Satria .Sesampainya di kamar,Satria menutup pintu kamar dan menguncinya dari dalam .
Dengan tidak sabar,Satria memelukku dan mencium keningku agak lama. Kemudian ,dia mulai mencium pipiku dan ******* bibirku dengan mulutnya.Tangannya mulai bergerilya mencari puncak g*n*ng kemb*rku yang masih terbalut baju.
"Sayang ,aku sudah tidak sabar. Punyaku sudah sangat tegang dari semalam Sayang!",ucapnya memohon padaku
__ADS_1
Sebelum mendengar jawabanku Satria mulai melanjutkan aksinya kembali . Ia kembali ******* habis bibirku dan meninggalkan jejak kepemilikannya di tengkuk leherku.Sudah lama ,aku tak merasakan nikmat dunia ini,sehingga aku terlena dan begitu terbuai dengan sentuhannya.
"Emmpt....empppt...",suara desahan kecilku mulai terdengar di telinga Satria. Mendengar desahanku,Satria merasa lebih bersemangat lagi dan semakin rakus menciumiku di setiap anggota tubuh ku. Tapi tiba - tiba ada yang mengetuk pintu kamar kami dari luar. Satria yang masih lengkap pakaiannya segera membuka pintu,sedang kan aku pergi ke kamar mandi untuk membetulkan pakaianku yang terkoyak akibat ulah dari Satria.
Ternyata Bu Luci sudah berada di depan pintu. Aku malu karena Beliau mengetahui leherku yang penuh dengan bercak - bercak merah sebelum aku menutupinya dengan syal yang baru aku ambil dari lemari pakaianku.
"Nak Satria, Aulia,Maaf bila ibu mengganggu kalian . Ibu kesini hendak memberi tahu kalau di depan ada orang tuamu yang akan ikut membantumu mengurus perpindahan kalian di apartemenmu yang baru",ucap Bu Luci menjelaskan pada kami
"Tidak apa Bu,baiklah lima menit lagi kami akan segera keluar Bu ",ucap Satria sopan
"Baiklah,Ibu tunggu di depan ya Nak !!",ucap Bu Luci sambil tersenyum penuh arti padaku
"Iya Bu!",jawab kami bersama -sama
Satria yang masih melihatku mematung di sampingnya pun memelukku dari belakang dan berbisik lembut
"Dasar pria mesum",ucapku padanya
**** Di Apartemen Baru*****
"SemogĂ kamu betah ya Nak tinggal di sini ", ucap ayah ku ketika dia berpamitan setelah mengantarku ke apartemen baruku .
"Iya Yah ,mudah - mudahan saja ",aku pun memeluk ayahku ,
__ADS_1
Satu persatu mereka kembali pulang ke rumah masing -masing termasuk papa mama Satria juga telah pulang .
Kini hanya tinggal kami berdua berada di apartemen mewah yang lumayan besar ini. Setelah menunjukkan tiap ruangannya pada ku,Satria pun mengajakku ke kamar . Aku segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri . Setelah itu memakai baju tidur lengan pendek dan celana panjang seperti biasanya .
"Sayang ,sini mendekatlah ",pinta Satria yang sedang duduk di atas ranjang dengan membawa beberapa file masih di tangannya.
Aku pun mendekat pada suamiku tercinta.
"Kamu sudah mandi Sayang ?",tanya Satria padaku
"Sudah Sayang ,aku ingin tidur ,capek banget Sayang ",ucapku pada Satria dengan gugup karena kami hanya berdua. Sifatnya yang mesum pasti meminta jatahnya hari ini . Padahal aku belum siap melakukannya.
"Ya udah tidurlah di sini Sayang ,di sampingku ! Aku akan memelukmu seperti guling ",suruh Satria padaku
Aku pun kembali menuruti keinginan Satria, aku merebahkan tubuhku dan tidur di samping Satria . Satria mulai melingkarkan tangannya di dadaku dan memelukku dengan erat .Dia menyesapi aroma tubuh dan juga rambutku yang wangi dan membenamkan wajahnya di ceruk leherku .
Satria kemudian memegang wajahku dan menatapku dalam - dalam . Dalam wajahnya tersirat kerinduan yang luar biasa terhadapku sama seperti diriku yang juga merindukannya sejak aku di pingit dan tak bisa bertemu dengannya.
"Sayang ,aku ingin malam ini ",bisiknya di telingaku
"Iya Sayang ",jawabku kemudian karena sudah pasrah dengan apa yang akan di lakukan oleh Satria karena dia sekarang adalah suami sahku . Berdosa bila aku tak menuruti keinginannya.
"Terima kasih Sayang ,aku sangat merindukanmu",ucapnya setelah aku menyetujui permintaannya
__ADS_1
Satria mulai menciumku. Ciuman yang sangat panjang kami lakukan untuk melepaskan rindu.Tangan Satria mulai menjelajahi tubuhku . Tangannya berhenti di pusat tubuhku dan mulai memberikan kehangatan pada tubuhku dengan menindihku perlahan -lahan dengan iramanya yang teratur. Gerakannya makin lama makin cepat. Dia bergerak cepat dan lebih cepat lagi sampai kami mendapatkan puncak kenikmatan yang sama .Setelah selesai ,Satria mencium keningku dan memeluk tubuhku yang polos dengan satu selimut yang menutupi tubuh kami berdua .
"Terima kasih Sayang ,sudah sangat lama aku tak melakukannya jadi malam ini aku sangat bersemangat melakukannya bersamamu .Hanya tubuhmu yang membuatku seperti ini ",ucapnya sambil memelukku