
Sudah seminggu aku berada dirumah Bapak .Disini aktifitasku hanyalah melamun dan membantu sedikit pekerjaan ibu tiriku.Aku masih menata hatiku untuk mempersiapkan segalanya . Kedua adikku sebentar lagi akan kuliah , tentu mereka butuh uang yang tidak sedikit . Untuk mengurangi beban Bapak, aku mulai mencari beberapa surat kabar dan mencari pekerjaan untuk mengurangi beban yang Bapakku rasakan . Aku sendiri juga harus bangkit dari keterpurukanku .Aku memutuskan melamar pekerjaan yang sesuai kriteriaku lewat email dan media sosial yang aku punya .
Aku mulai mengutak -atik bolpoin yang aku genggam ketika membaca lowongan kerja yang ada di surat kabar . Kulingkari yang sesuai dengan kriteria ku . Aku harus memulainya dari nol .
Bapak dan ibu yang melihat ku nampak tersenyum. Mereka akhirnya bisa melihat ada semangat baru yang aku punya setelah beberapa hari ini pikiranku kosong .
" Nduk ,mau cari kerja di mana? Cari yang dekat saja agar tiap hari bisa pulang kerumah ",ucap Bapakku menasehatiku
__ADS_1
" Iya pak , lihatlah Pak aku melingkari pekerjaan yang masih dekat dengan tempat tinggal kita ",ucapku menjelaskan.
"Benar yang Bapak katakan ,kami masih kangen sama kakak", ucap Amel dan Ilham hampir bersamaan
"Masak sih ....",tanyaku mencoba bercanda
Aku pun mulai menyibukkan diriku mencari pekerjaan yang ku inginkan . Hari -hari yang biasanya kelam ,kini sedikit demi sedikit mulai berubah dengan kehangatan keluargaku . Aku bersyukur karena mereka masih menerima diriku apa adanya.
__ADS_1
Mereka mendukungku dengan baik ,setiap hari secara bergantian ,baik ayah ,ibu dan kedua adikku selalu menghiburku . Mereka tidak membiarkan diriku sendiri lagi. Aku mulai bisa menata hatiku yang kosong.
Hari ini aku ada wawancara kerja , aku menghadirinya dengan bersemangat . Aku berusaha membuka hidupku dengan lembaran - lembaran baru atas dukungan keluargaku.
Hidup yang singkat ini harus kumanfaatkan sebaik - baiknya ,aku lebih memilih berusaha dari pada berdiam diri saja . Aku harus mempunyai masa depan karena hidupku tidak pernah berhenti pada saat ini karena kenyataan akan selalu menang dari pada harapan . Aku memang sudah tak memiliki kebahagiaan lagi , tapi aku harus tetap bersemangat menjalani hari.
Setelah menaiki angkutan desa, aku mulai melangkah kan kakiku bergerak menuju kantor yang aku tuju. Perusahaan ini memang tidak terlalu besar, tapi cukup berkembang dengan pesat.Lama aku berdiri di depan pintu perusahaan , aku berusaha mencocokkan perusahaan ini dengan nama yang ada di surat kabar .Setelah aku merasa yakin, aku yang di bantu Pak Satpam segera masuk ke dalam untuk mengikuti acara wawancara seleksi penerimaan karyawan baru . Di dalam berita yang aku baca ,hanya satu orang yang akan di terima. Tetapi setelah aku masuk ke dalam , ternyata ada sekitar dua puluh lima orang yang mendaftar sebagai manager pemasaran .Aku berusaha tidak minder dengan mereka , ku persiapkan diriku dengan banyak berdoa dan belajar dari semalam.
__ADS_1
" Ya Tuhan....Semoga aku bisa di terima di sini....",doaku dalam hati .Cukup lama aku menunggu panitia memanggilku , saat aku masuk aku melakukan wawancara dengan tenang . Pengumuman lulus nya tentu tidak langsung hari ini sesudah tes,tapi kami semua harus sabar menunggu sampai pada waktu tiga hari kemudian . Seusai tes wawancara ,aku berjalan pulang dengan cepat karena sebentar lagi menjelang maghrib .