Classroom To Another World

Classroom To Another World
Jalan-jalan


__ADS_3

Mereka pergi ke luar untuk berjalan-jalan. Suzuka lah yang menyarankan. Dia menggunakan dalih bertanggungjawab-lah layaknya pria sejati. Dans dan Dayat tidak salah, sih. Namun berhubung cewek selalu benar, apa yang bisa mereka berdua perbuat? Hasilnya tentu menuruti permintaan Suzuka untuk jalan-jalan. Suzuka sendiri, dia mendapatkan ini berdasarkan kenangan Sekar tentang Sekar dibawa ibunya ke pasar. Suzuka ingin memperbarui kenangan Sekar dari apa yang paling familiar Sekar lakukan di kota.


Tidak banyak yang mereka lakukan. Lebih tepatnya, tidak banyak yang bisa mereka lakukan. Mata-mata dari Pihak Kerajaan mungkin saja masih mengintai. Mereka menunggu waktu yang tepat untuk menyerang Dans dan Dayat. Bahkan jika bukan mata-mata, mereka tidak bisa menjamin bila toko tempat mereka berada tidak akan membocorkan informasi. Berbelanja sangat beresiko. Tetapi, demi gadis kecil ini, apa sih yang tidak?


Mereka berjalan-jalan di pasar. Mengunjungi satu kedai ke kedai lainnya. Mereka berhenti ke beberapa kedai untuk membeli beberapa makanan sebagai camilan. Tidak banyak. Hanya sate dari daging hewan liar. Dans dan Dayat tidak membeli karena mereka ragu daging apa yang dipakai sebagai bahan dasar. Sebelumnya mereka pernah membeli dan bertanya, lalu mendapatkan jawaban jika daging yang digunakan adalah pantat goblin. Sekali itu saja cukup membuat mereka kapok.


Selanjutnya adalah toko pakaian. Mereka tidak tahu mana yang bagus, jadi keduanya memilih yang termurah. Pakaian baru Sekar berupa kaos putih dengan rok pendek coklat. Di balik rok itu, dia mengenakan celana hitam ketat hingga ke paha. Dia juga memakai kaos kaki hitam sampai di atas lutut dan sepatu boot dari kulit. Kemudian, dia juga memakai zirah kulit dan dibelikan pedang pendek yang terselip di pinggang. Sudah mirip petualang pemula dia.


"Terima kasih, Tuan dan Master. Kalian berdua sangat baik padaku." Sekar tersenyum lebar pada mereka berdua.


Yang dipanggil Taun adalah Dans, sedangkan Master adalah panggilan Dayat. Ini adalah permintaan aneh Dans dan Dayat untuk dipanggil demikian. Entah apa alasannya, mungkin mereka terpengaruh sebagai wibu sebelum dipanggil ke dunia lain. Mereka berpikir tentang budak yang memberikan sebutan di atas pada tuan mereka. Entah apakah benar atau salah, bisa jadi fakta di lapangan berbeda dengan bayangan mereka.


"Tidak apa-apa. Untuk gadis cantik nan imut sepertimu, kamu gak perlu khawatir." Dayat tersenyum masam.


Dans mendekatkan bibirnya ke telinga Dayat. Dia berbisik, "Pst, duit kita dah habis. Anta mau makan kayu dan batu besok?"

__ADS_1


Dayat membeku di tempat. Hanya kakinya yang telah disetting untuk berjalan membuatnya bergerak memastikan dirinya tidak ketinggalan. Di dalam lubuk hatinya, dirinya menyadari betapa gawatnya masalah ini. Pergi ke serikat slayer pasti akan menarik perhatian Pihak Kerajaan. Tetapi setelah dipikir-pikir, membeli barang dari banyak tempat, tidak mungkin hidung Pihak Kerajaan tidak menemukan lokasi mereka.


"Baiklah, Sekar, selanjutnya bagaimana jika kita belajar sihir? Itu sangat menyenangkan, lho," ajak Dayat.


"Eh? Sihir? Iya, aku sudah tidak sabar menjadi hebat seperti Master!" Sekar menunjukkan matanya yang gemerlap karena tak sabar. Sudah seperti anak yang ditawari mainan dia. Memang butuh pancingan biar mereka mau belajar sesuatu.


Keluar dari kota, Dans dan Dayat pergi ke sebuah area terpencil. Terdapat hutan mengelilingi kota tempat mereka singgah. Agak jauh masuk ke hutan, mereka berhasil menemukan tanah lapan terbuka. Tempat itu sangat cocok sebab membuat sihir di dalam kota akan membuat keributan. Apalagi kalau sampai menyulut api. Mereka tidak punya waktu untuk membangun ulang rumah.


Sekar duduk di atas rumput, Dans mengamati dari jauh bersama Suzuka, sedangkan Dayat berdiri di depan Sekar sambil menjelaskan apa itu sihir dan teori-teori di baliknya. Tentu, Dayat mendapatkan pengetahuan dari Suzuka sebagai penyimpan data semenjak era kuno.


"Fumu." Sekar mengangguk.


"Sejak era kuno, para dewa-dewi telah menentukan kata khusus untuk bisa menggunakan sihir. Kelemahannya, sihir yang digunakan akan diketahui lawan dan lama perapalannya. Kemudian yang kedua, yaitu aktivasi manual, itu adalah menggunakannya sihir tanpa rapalan. Akan tetapi sulit untuk menggunakannya. Seseorang baru bisa melakukannya setelah latihan berbulan-bulan dan menjadi ahli bertahun-tahun kemudian. Pengecualian untuk orang berbakat."


"Terima kasih penjelasannya, Master. Lalu mana yang akan aku pelajari? Menggunakan mantra atau tidak?" Sekar mengangkat tangannya.

__ADS_1


"Aku akan mengajarkan yang kedua dulu. Pada akhirnya perapalan tanpa mantra akan lebih berguna. Tetapi jika kau tidak berbakat, kita akan berlatih ke yang pertama karena lebih mudah dipelajari. Mulai dari dasarnya, aku akan tunjukkan."


Dayat berjalan ke luar lapangan. Dia memetik sebuah daun dari batang rendah pohon. Daun tersebut telah sobek-sobek dan tergores. Dayat menunjukkan daun compang-camping tersebut pada Sekar. Gadis itu bertanya-tanya mengenai sebuah daun yang telah rusak.


"Lihat!" Dayat meletakkan daun di antara kedua telapak tangannya yang disatukan. Menyalurkan mana ke sana, setelah tangannya terbuka nampak tampilan daun berubah. Daun tersebut seakan-akan telah diperbaiki dan menjadi segar kembali. "Seperti yang terlihat, daunnya kembali. Aku memiliki mana yang bersifat memulihkan dan cocok sebagai pendukung. Kau hanya perlu menyalurkan mana ke daun atau medium lainnya untuk melihat sifat mana."


"Oke!" Sekar meranggeh daun asal yang kebetulan terbawa angin di atas kepalanya. Dia memegang daun menggunakan jari jempol dan telunjuknya. Selanjutnya, ketika dia menyalurkan mana pada daun, daun tersebut tercabik-cabik dan terbakar oleh bilah angin yang terbakar. "Aku berhasil melakukannya!" Sekar dengan bangga menunjukkan abu daun yang terbang terbawa angin.


"Iya, kamu memang hebat." Dayat memuji disertai senyuman.


Dia tidak memiliki pembanding apakah yang dilakukan Sekar hebat atau tidak. Pasalnya, ia memang tidak memiliki pembanding. Orang yang menggunakan metode daun hanyalah mereka di dunia ini. Mereka mendapatkan pengetahuan dari Suzuka sebagai orang yang memiliki informasi dari era kuno. Setidaknya, Dayat tahu jika tidak semua orang bisa menggunakan sihir tanpa rapalan. Sekar memang hebat bisa melakukannya. Gabungan antara keempat ras, Sekar memiliki kemampuan unik yang bercampuran.


Dans mendekat. Wajahnya datar tanpa ekspresi. "Bagus jika kau bisa menjadi kuat, tetapi sekarang untuk apa kau menjadi kuat? Apakah kau akan menggunakan kekuatan untuk menolong orang-orang atau kau akan menggunakannya untuk membuat perkara?"


Pertanyaan Dans sangat serius. Sekar sampai bergidik dibuatnya. Dia memikirkan jawaban. Apakah dia akan menggunakan kekuatannya untuk mereka berdua? Itu memang bagus, tetapi apakah itu yang ia inginkan? "A-Aku ingin menggunakan kekuatanku untuk menolong budak." Sekar menurunkan suaranya saat dia melanjutkan, "Apakah boleh?"

__ADS_1


Bibir Dans membentuk senyuman kecil. "Ya, itu adalah mimpi yang bagus. Berlatihlah menjadi kuat sampai bisa melakukannya sendiri." Tangan Dans mengelus kepala Sekar.


__ADS_2