Classroom To Another World

Classroom To Another World
Kontak


__ADS_3

Sulit mengatakan bahwa Udin beruntung, tetapi dia juga tidak sial. Identitas Tiana sampai ketahuan merupakan hal buruk untuk penyelidikan mereka di tempat manusia, namun ketahuan tersebut mempertemukan mereka dengan Dans, Dayat, dan Suzuka. Kini, Udin setidaknya merasa memiliki teman.


Bukan kejadian spesial mengenai peristiwa selanjutnya. Dans melumpuhkan semua orang yang mengejar Udin. Beruntung mereka berada di kota pelosok di mana hukum tidak terlalu diperhatikan. Bila tidak, mereka pasti akan berurusan dengan para penegak hukum yang merepotkan. Para penegak hokum yang memihak oknum. Meski saat ini Dans dan Dayat memiliki peringkat tinggi dalam ranking Slayer mereka, bukan berarti mereka bisa bertindak seenaknya.


Selepas itu, Dans membawa Udin menuju ke kamarnya. Di sana mereka saling bercerita tentang history mereka selama berada di sini. Udin dengan antusias bercerita tentang Tiana yang telah banyak membantunya. Ia mengatakan banyak hal-hal baik tentang Tiana. Tak lupa dia juga mengisahkan tentang dia yang bertemu dengan Raja Iblis dan kini mendapatkan tugas untuk menyelidiki pergerakan manusa. Yah, Dans, Dayat, dan Suzuka ragu Udin bisa melakukannya. Sebelumnya saja mereka sudah ketahuan. Di sisi lain, Dans juga mengisahkan diri mereka. Apa yang paling ia tekankan adalah keberadaan Zen yang menjadi Terminator. Zen selalu meneror mereka sampai menculik Sekar.


Rasa prihatin dirasakan Udin. Dia turut berduka mendengar kisah seorang budak kasihan yang terus mendapatkan perlakuan buruknya. Gak tahunya, Dans menambahkan beberapa bumbu mengenai Zen. Menurut perseksinya, dia menambahkan bahwa Zen menerima tugas pembasmian Raja Iblis dengan imbalan sekotak emas---memberikan gambaran bahwa Zen serakah. Tidak berhenti di sana, dia mengisahkan tentang kemungkinan perilaku buruk Zen lainnya, yang padahal belum tentu benar. Kisah beradasarkan persepsi pribadi.


Perasaan prihatin Udin semakin tinggi. Dia memutuskan untuk ikut bersama mereka bertiga. Tiana tidak keberatan. Dia merasa lebih aman dari pada hanya bersama Udin seorang. Dengan begitu mereka berlima pergi ke Preceptor Crown Mountain.


Pagi hari, setelah semua persiapan siap, mereka memulai perjalanan. Meninggalkan kota dan melewati rawa, Dans menggunakan Dupa Pemurnian untuk menghilangkan miasma beracun yang betebaran. Sampai sini masih baik-baik saja. Yang membuat mereka tersayat hatinya adalah kemampuan bertarung Udin.


Jika harus memberikan nilai perihal bagaimana cara bertarung Udin, dari skala 1 sampai 10, mereka akan memberikan nilai 1,2. Tidak peduli bagaimana mereka melihatnya, Udin sama sekali tidak cocok dalam bertarung. Dia menggunakan sihir cahayanya untuk mengalihkan perhatian monster, kemudian Tiana menyerang dari titik buta.


“Apa kau selalu seperti ini?” Dans bertanya dengan keheranan.


“Ya, apa ada masalah?” Tak paham Udin mengapa Dans heran.


“Tidak, tidak ada apa-apa.” Dayat memegang bahu Udin sambil tersenyum simpul. “Aku cuma merasa kalau cara bertarung kalian agak unik.”


“Oh….” Masih belum paham Udin dengan maksud Dayat.

__ADS_1


Suzuka mendekati Tiana. Dia menghampiri dari belakang punggung Tiana, kemudian berbisik, “Pst, kau ini belajar bertarung baru beberapa minggu, ‘kan?”


“I-Iya, bagaimana kau tahu?” Tiana agak gemetar ketika ia tahu Suzuka tahu.


“Kalian terlalu payah. Kusarankan berhenti sebelum mati,” dialog akhir Suzuka yang menjadi penutup percakapan mereka.


Rawa yang mereka lalui bisa dikatakan sebagai rawa yang berbahaya. Selain miasma, monster-monster menyergap dari dalam rawa. Refleks dan kewaspadaan sangat diperlukan atau mereka akan mati. Beruntung Dans bisa mengatasinya. Udin dan Tiana tidak berguna, Dayat membawa Dupa Pemurnian, dan Suzuka menjadi pengamat.


Pertarungan paling akbar selama perjalanan mereka adalah ketika Dans melawan monster berwujud katak raksasa.


Sebelumnya, katak raksasa itu berkamuflase menjadi rawa dan berhasil mengecoh mereka. Punggung si katak yang ditumbuhi lumut dan pepohonan karena besarnya ukuran si katak membuat mereka tanpa ragu berjalan di atasnya. Beruntung Suzuka dan Dans berhasil menangkap Udin dan Tiana agar kedua penumpang itu tidak jatuh. Dayat bisa mengkondisikan dirinya sendiri.


Pertarungan dimulai. Dans awalnya meminjam pedang Dayat yang biasanya menjadi senjata hanya untuk jaga-jaga. Dalam konfrontasi babak pertama, Dans bisa menorehkan beberapa luka tebasan pada katak itu menggunakan kombinasi serangan sederhana. Tantangannya adalah bahwa ia harus mengahadapi cambukan lidah dan lompatan katak yang bisa mengambil jarak jauh.


Tapi kemampuan regenerasi bukan tantangan buat Dans. Justru, dia memegang kunci untuk memerangi kemampuan regenerasi. Anti-Regenerasi milik Dans memungkinkan dirinya untuk menonaktifkan regenerasi lawan. Dia hanya perlu menambahkan lapisan Anti-Regenerasi pada pedangnya dan melanjutkan serangan seperti sebelumnya.


Hasil pertarungan sesuai bisa ditebak. Dans bisa memenangkan pertarungan. Banyak luka tebasan harus ditanggung si katak raksasa bertubuh kolosal itu. Sejak awal, kemampuan Anti-Regenerasi milik Dans itu menjadi counter sempurna untuk si katak. Hari ini, katak itu membuat masalah dengan orang yang salah.


Ngomong-ngomong soal katak, Udin seperti katak dalam sumur. Dia tidak melihat lingkungan sebelumnya. Sekalinya dia melihat, ia terperangah kagum. Tak pernah menyangka bahwa teman sekelasnya akan memiliki kemampuan bertarung sehebat itu. Pengalaman, itulah yang kurang dari Udin.


Udin lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berlatih. Sudah begitu, dia tidak memiliki guru yang cocok. Sekalinya dia pergi ke luar, dia kabur dari monster. Dia gagal menghadapin musuhnya. Sosok paling kuat yang pernah ia temui adalah Raja Iblis, tetapi disayangkan dia tidak pernah melihat seberapa kuatnya Raja Iblis. Dia tidak memiliki pembanding untuk melihat berada di tingkat mana kekuatannya.

__ADS_1


“He-Hebat.”


“Itu sudah biasa. Sebagai orang yang mendapatkan gift kekuatan yang dapat menghancurkan sebuah negara pun seharusnya bisa dimiliki,” sahut Suzuka. Dia merasa Udin sangat menyedihkan untuk kagum pada hal kecil.


“Begitu kah? Kalau begitu aku bisa sekuat itu suatu hari nanti?”


“Berlatihlah dengan keras!” akhir ucapan Suzuka untuk menutup dialog diakatannya dengan nada menekan dan tanpa minat.


Apalagi? Dia harus mengajari Udin? Membawa Dans yang terlalu berkeinginan menjadi kuat saja sudah merepotkan apalagi harus membawa Udin dan Tiana. Masih mending Dans dan Dayat karena mereka berdua telah berada di bawah tekanan selama beberapa waktu ini. Tetapi untuk Udin, dia hidup santai. Konflik terbesarnya paling terkena perundungan. Belum bisa dibayangkan dengan Dans dan Dayat yang pernah berada di ujung maut dengan luka fatal.


Setidaknya tempat yang akan mereka tuju bisa membuat mereka menjadi kuat. Suzuka tidak ingin repot-repot dengan mengurusi Udin. Karena itulah mereka jalan tanpa istirahat. Dari pagi hingga sore, mereka terus melanjutkan perjalan dengan Dans membuka jalan. Beruntung setidaknya Udin dan Tiana bisa mengikuti.


Namun tidak lama setelah itu, mereka menemukan sesuatu yang membuat semuanya terdiam. Langkah mereka terhenti. Dans merasa kakinya seperti disemen ke tanah saat ia memandang ke langit. Pasalnya, di atas sana dia melihat rombongan Zen melakukan perjalan dengan terbang.


Tidak perlu ditanyakan ke mana Zen dan kawan-kawannya pergi. Dari arahnya saja dapat disimpulkan bila mereka menuju ke Preceptor Crown Mountain. Mereka pastilah memiliki tujuan yang sama dengan Dans dan anggota regunya.


“Bagaimana mereka bisa sampai ke mari?” ujar Dans.


“Heh, sepertinya mereka memiliki informan yang hebat.” Suzuka terkekeh.


“Apakah ini anjing peliharaan lebih baik dari serigala liar?” sahut Dayat.

__ADS_1


Jujur saja, rasanya curang ketika mereka berlima harus berjalan menembus miasma dan bertarung melawan monster keroco yang hanya membuang waktu mereka. Di atas mereka. Zen dan anggota kelompoknya terbang melewati semuanya. Mereka tidak membuang waktu, mereka tidak membuang tenaga, dan mereka cepat. Kemampuan mobilitas regu Zen lebih hebat.


Tentu saja hal tersebut tidak luput berkat Pihak Kerajaan yang selalu memberikan material untuk diolah menjadi perlengkapan oleh Meta. Mendapatkan perlengkapan dengan cara dikasih jauh lebih menghemat waktu dari pada harus mencarinya sendiri. Dengan begitu, regu Zen dapat memiliki perlengkapan dari material terbaik. Ini berbeda dengan kelompok Dans yang semenjak awal perjalanan masih menggunakan peralatan murahan.


__ADS_2