
Dans terkena efek racun dan Dayat terjatuh karena luka di perutnya. Dalam kondisi seperti itu, mereka berdua tidak dapat lagi melanjutkan pertarungan. Bagaimanapun luka ini bukan luka yang pernah mereka derita di dunia sebelumnya. Rasa sakit yang ada cukup untuk membuat keduanya terkapar meski ingin berjuang dan mempertahankan dirinya.
"Bahkan jika kalian berdua merupakan Hero, pada akhirnya kalian berdua hanya seorang bocah kurang pengalaman. Aku memuji kalian berdua karena bisa mengalahkan monster bos, tapi itu tidak mengubah apapun." Assassin tersebut berjalan perlahan pada Dans. "Aku yakin, bahkan jika aku membiarkanmu, kamu akan mati dengan sendirinya oleh racun di ruangan itu. Tapi karena itu sangat menyakitkan, aku akan berbaik hati dengan membunuhmu sekarang juga."
Dans sama sekali tidak bisa bergerak sekarang. Seluruh tubuhnya terasa panas dan kacau. Dia terus menerus memuntahkan darah dan telah terkapar di lantai. Dia masih ingin berjuang, dia masih ingin melawan, namun meski demikian, dia tidak bisa melakukannya dengan tubuhnya yang hancur dari dalam. Selain itu, rasa sakit yang membuatnya ingin berteriak ini membuat dia tidak bisa berpikir dan akan pingsan.
Assassin tersebut sampai di depan tubuh Dans yang terkapar. Dia mengangkatnya belatinya dan akan memenggal dalam sekali serang. Namun sebelum itu …. "Apa-apaan ini?" Dia merasakan merinding di seluruh tubuhnya dan diam mematung dengan satu tangan mengangkat belati.
"Tidak, tidak. Kau tidak boleh melakukan itu, lho," sebuah suara terdengar di ruangan itu.
"Siapa!" tanyanya, tetapi suaranya tidak mau keluar.
*Klak!*
Suara peti terbuka dengan sendirinya. Ini membuat Assassin itu merasa semakin bergidik ngeri. Dari tekanan yang dirasakannya yang sampai dia tidak bisa bergerak, dia bisa memperkirakan bila sosok yang baru saja muncul ini adalah sesuatu yang sangat kuat. Saking kuatnya, dia sampai tidak bisa memperkirakan seberapa kuat sosok ini.
*Sshh…!*
Dengan suara angin yang sangat pelan, terdengar bahwa sesuatu melayang. Dengan keberanian kecil yang berhasil dikumpulkannya, pembunuh tersebut berbalik ke arah peti dengan keringat dingin memenuhi wajahnya. Dia sama sekali tidak bisa mempercayai yang ada di depannya.
Di tengah ruangan, pada peti-peti yang bertumpu, terdapat satu peti yang terbuka dengan kabut hitam lebat “tumpah” dari sana. Namun bukan itu yang menjadi fokusnya. Tepat di samping peti berkabut tersebut, terdapat sosok gadis kecil yang melayang di udara.
Gadis tersebut memiliki rambut hitam panjang yang lurus. Dia memakai setelan kimono berwarna hitam. Pupilnya matanya berwarna merah gelap seperti darah. Di kakinya, dia menggunakan sandal kayu atau yang lebih dikenal dengan nama geta. Perawakannya memang terlihat seperti gadis kecil, tetapi dia seperti memberikan kekuatan yang sangat besar dan mematikan.
“Si-Siapa…,” tanyanya lirih dan gemetar. ‘Hantu? Tidak, jenis monster itu tidak seharusnya ada di tempat ini. Mungkinkan dia penyihir tingkat tinggi? Sihir Teleportasi masih bisa digunakan untuk ke luar-masuk ruangan bos meski pintunya tertutup. Tapi jika dia memang benar-benar penyihir tingkat tinggi, seharusnya dia dikenal banyak orang?’
Gadis tersebut mengabaikan pertanyaan si Assassin. Dia perlahan-lahan melayang ke arah Dans. Pembunuh tersebut tidak berani bergerak. Dia hanya menatap gadis itu dengan mata gemetaran. Semakin dekat jaraknya dengannya, maka semakin gemetar pula kaki dari sang Assassin.
__ADS_1
“Kamu… apakah kamu ingin menyerah dan tamat sampai di sini saja?” Gadis itu bertanya dengan wajah datar yang serius.
“....” Dans diam membisu. Lebih tepatnya, dia tidak bisa menjawab, bukan tidak ingin menjawab.
“Aku akan bertanya sekali lagi, apakah kamu ingin diam dan tamat sampai di sini saja?”
Dans mengumpulkan semua kekuatan yang tersisa pada dirinya. Kemudian dengan sangat pelan, lebih tepat hanya dengan bibirnya yang bergerak, dia pun menjawab, “Ti-Tidak….” Itu hanya merupakan satu jawaban singkat tanpa alasan dan lainnya.
“Baiklah.” Gadis tersebut pun tersenyum. “Kalau begitu aku, Kurokami no Yakusoku, akan menjadi rekanmu mulai sekarang.” Tubuhnya mulai bersinar dengan warna ungu gelap. “Tubuhku akan menjadi senjata, tulangku akan menjadi logam, keberanianku akan menjadi bilah. Dinaungi oleh Kontrak Agung, kau akan menjadi pelayanku dan aku akan melindungimu.”
*Nging!*
Cahaya keunguan menjadi semakin terang dan terang sebelum akhirnya itu padam. Setelah itu usai, sosok dari gadis tersebut menghilang dengan sebilah katana berwarna hitam tergeletak di samping Dans sebagai gantinya.
Selain katana hitam yang ada di sana, Dans telah terbangun, berbeda dari sebelumnya yang terkapar. Sklera putihnya berubah menjadi hitam dan pupilnya menjadi merah marun. Di sekujur tubuhnya juga terdapat aura berwarna hitam yang berkobar dan menyelimutinya dirinya. Matanya yang menyeramkan itu menatap Assassin dengan sangat intens seperti gagak yang melihat target dendamnya.
*Sis!*
Menggunakan skillnya, Kecepatan Ilusi, Assassin tersebut langsung menuju pintu ke luar yang terbuka secepatnya. Namun ketika dia baru saja akan sampai di sana ….
Dans sudah ada di depannya. Dia memegang katana hitam tersebut menggunakan kedua tangannya dan mengarahkannya ke depan pada Assassin tersebut. Tatapan matanya yang datar dan serius membuatnya terlihat sangat fokus pada mangsanya. Dia memang mendapatkan banyak peningkatan kekuatan setelah menerima kekuatan dari Kurokami no Yakusoku.
“Minggir!” Assassin melemparkan kedua belatinya. “Keterampilan Pembunuh: Ilusi Ganda!”
Belati yang melayang ke arah Dans semula hanya ada dua bilah. Namun ketika Assassin tersebut mengaktifkan kemampuannya, jumlah belati tampak menggandakan dirinya menjadi berkali-kali lipat jumlahnya menjadi jauh lebih banyak. Belati yang semulanya hanya dua buah, sekarang terlihat menjadi 30 dan terus semakin banyak dan semakin banyak ketika dilihat.
Tentu saja itu semua adalah ilusi. Namun bila tidak berhasil menepis belati yang benar, maka seseorang akan menderita luka yang tidak bisa diremehkan dari belati itu. Dengan jumlahnya yang sangat banyak, tentu saja tidak semua orang bisa menangkis semuanya dalam satu gerakan. Itu terdengar kurang realistis kecuali bila dia memiliki counter pada serangan jumlah.
__ADS_1
‘Tidak perlu khawatir, kau hanya perlu menebas sekali saja…,’ suara Kurokami no Yakusoku yang terdengar di kepala Dans. ‘Aku akan meminjamkan kekuatanku, kau hanya harus mengikuti apa yang aku beritahukan padamu….’
‘Ya!’ Dans masih tidak tahu apa itu, tapi hanya itu harapannya.
‘Konsep Kehancuran: …,’ tuntun Kurokami.
*Slash!*
“Tebasan Semesta!” Dengan memekikkan frasa itu, Dans mengayunkan katana tersebut dalam satu garis lurus dan sekali saja. Kemudian ….
*Slice!*
Jalur potongan terlihat di semua belati entah itu ilusi atau yang nyata. Selain pada belati, satu jalur tebasan juga ada terlihat melewati tubuh si Assassin.
*Bruk!*
Tubuh Assasin tersebut langsung terjatuh setelah jalur tebasan mengenainya. “Bagaimana seranganmu… seperti tidak bisa tertangkis…,” rintihnya di penghujung hayat.
“Hah… hah… hah….” Di sisi lain, Dans menghembuskan napasnya dengan berat, seperti baru saja berlari dalam jarak berkilo-kilometer tanpa istirahat.
*Cring!*
Cahaya keunguan memancar dari tubuhnya dalam durasi waktu yang singkat, sebelum di akhirnya padam dan Kurokami no Yakusoku tercipta di sampingnya. Selain itu, penampilannya sudah kembali normal. Aura hitam di tubuhnya menghilang dan sklera matanya kembali putih dengan pupilnya yang coklat gelap.
“Kerja bagus, anak muda. Kamu bekerja dengan lebih baik dari pada apa yang aku pikirkan,” pujinya.
“Haha….” Dans tertawa kecil dalam keadaan lelah itu. Kemudian, dia pun tersungkur dan pingsan karena kelelahan.
__ADS_1
Kurokami menatap datar melihat Dans yang pingsan. “Yah, memang masih terlalu cepat baginya untuk menggunakan serangan konsep. Bagaimanapun itu adalah serangan dari zamanku yang telah punah, sih.” Dia kemudian menatap pada Dayat. “Aku sembuhkan saja temannya ini dan menyuruhnya untuk membawa budakku ini ke tempat aman. Racun di sini masih bisa mempengaruhi tubuhnya setelah Mode Fusion berakhir.”