Classroom To Another World

Classroom To Another World
Zen and Dans


__ADS_3

Zen menggenggam kedua pedang di masing-masing tangannya. Dia menggunakan Pelepasan Aura yang membentuk aura kuning keemasan yang menyelubungi dirinya. Aura tersebut memiliki permukaan seperti duri-duri tajam yang terus bergerak naik. Ketika duri di atas menghilang, tercipta satu dari bawah. Udara di sekitar Zen terhempas ketika aura aktif.


Dans bergidik melihat aura Zen. Ngeri rasanya. Setelah lama terpisah, tak menyangka bila Zen akan menjadi sekuat ini. Padahal Dans sangat yakin dia sudah melampaui Zen berkat bantuan Kurokami no Yakusoku. Nampaknya tujuannya masih jauh.


'Tenanglah, Dans. Jangan merasa takut karena auranya. Kau juga bisa membuatnya. Tunjukkan auramu dan buat dia gemetar!'


"Ya!"


*Ssshhh!*


Dans melepaskan auranya seperti yang dikatakan Suzuka. Berbeda dengan Zen yang memiliki aura mendominasi dan menghempaskan segalanya, aura Dans bentuknya mirip dengan kabut hitam. Kepulan kabut hitam yang tenang tanpa bersuara. Layaknya auranya itu adalah kegelapan mengerikan nan berbahaya yang diam di tempat. Tetapi di balik diamnya sangat berbahaya. Aura Dans mewarisi Anti-Regenerasi yang berarti semua makhluk hidup yang terkenal auranya akan menerima kerusakan abadi.


"Kabut tipis itu adalah auramu? Hahaha, ente kadang-kadang ente."


Zen meluncur. "Twin Strike!" Memutar tubuhnya, dia menebas katana Dans dengan kuat. Jalur keemasan terbentuk mengikutinya gerakan kedua pedang kembarnya. Tak berhenti sampai di sana, serangan pertamanya diikuti serangkaian serangan. Meskipun tidak menggunakan mana untuk penguat serangan, tetap saja setiap tebasan Zen sangat mengerikan.


Dans terdesak. Dia hanya bisa bertahan. Matanya fokus pada pergerakan Zen yang sangat cepat itu. Kedua tangannya menggenggam kuat-kuat pegangan katana. Dia berusaha membaca ritme serangan Zen untuk dapat memprediksi gerakan lanjutan Zen.


Salah satu aspek yang selama ini Dans latih adalah kemampuan mengamati. Dia mengamati serangan lawan secara seksama sehingga dia bisa mengakhiri pertarungan dengan satu serangan kritis pada akhirnya. Inilah gaya bertarung yang ia dan Suzuka kembangkan. Dengan Anti-Regenerasi, luka kritis berarti kematian. Bahkan pendarahan di bahu bisa membunuh mereka.


Sekarang, saat dia melawan Zen, matanya mampu mengikuti gerakan Zen. Cepat! Zen sangat cepat! Kedua serangannya berisikan kekuatan maut yang membuat tangannya gemetar ketika dia harus menangkis. Di antara banyaknya tebasan yang dibuat Zen, dia bisa menebak bagaimana cara Zen bertarung. Zen, dia hanya memfokuskan kekuatan pada tangannya dan menyerang secara liar. Tidak ada teknik, murni sebuah serangan kuat.


*Clank!*

__ADS_1


Satu tebasan pedang ganda dibuat secara bersamaan. Zen memutar tubuhnya. Di sini Dans mengambil kesempatan. Dia mengangkat Kurokami no Yakusoku cepat dan tinggi di atas kepalanya, kemudian langsung menebas ke bawah dengan tajam nan instan.


"Kurogiri: Fallen Strom!"


Tebasan Dans diikuti kabut hitam. Bukan hanya di belakang katana, melainkan membungkus seluruh katana. Saat serangannya jatuh, kabut hitam meluncur deras ke bawah layaknya badai. Aliran kabut hitam terus turun selama beberapa detik di tempat dia menebas.


*Tep!*


Zen telah melompat sebelumnya. Salah satu kemampuannya adalah Shukuchi, kemampuan mencapai tempat target dengan cepat selama tidak ada halangan. Sebelum serangan mengenai dirinya, Zen sempat melompat dan mengambil jarak.


Dia melihat pilar hitam jatuh dari serangan Dans. Mendongak ke bawah, di tanah terbentuk bekas hitam. Pandangan Zen lalu kembali pada Dans. "Anti-Regenerasi. Tidak bisa dipungkiri kemampuanmu adalah yang paling berbahaya. Namun sayang sekali aku bukan musuh yang menguntungkanmu."


Dans tidak perlu bertanya perihal ini. Kemampuan Anti-Regenerasi miliknya hanya bagus saat melawan musuh yang memiliki kemampuan regenerasi. Artinya dia adalah counter dari tipe tanker, terkhusus yang mengandalkan regenerasi. Menggunakannya untuk melawan Zen, kemampuannya hampir tidak ada bedanya dengan tebasan biasa. Mau tebasan biasa atau tambahan Anti-Regenerasi, keduanya bisa membunuh Zen. Justru, Zen lebih diuntungkan sebab memiliki peningkatan kekuatan dasar.


"Terserah kau saja. Tapi …." Zen menggenggam kuat-kuat kedua pedangnya. Menyalurkan tenaga di sana, kedua pedangnya berubah mengkilap terbungkus warna emas. "Jangan salahkan aku jika kau mati."


'Awas! Dia datang!'


Zen menyilangkan kedua tangannya. Kedua pedangnya berada di sisi berlawanan. "Wind Lord Sword Style: Mega Canon!" Ia mengayunkan kedua tangannya mendekati satu sama lain. Ketika bersilang di tengah, ombak angin emas berhembus sangat kuat. Mereka berbentuk benang-benang emas yang bergerak dalam jalur lemniskat. Simbol lemniskat emas tersebut maju ke arah Dans.


'Tangkis? Atau menghindar?' batin Dans.


'Menghindar!' bentak Suzuka.

__ADS_1


Dans melompat. Serangan Zen dibiarkan terus berjalan di jalurnya. Melewati Dans, serangan Zen naik membumbung tinggi di atas langit. Terus semakin tinggi, membentuk simbol angka delapan terang di langit. Tak lama kemudian serangan tersebut meledak. Ledakan membentuk dua inti topan yang masing-masing saling berotasi pada satunya. Dari dua topan kembar, berubah menjadi satu angin topan yang sangat amat besar.


Cahaya keemasan dari serangan sangat besar. Semua orang di kota yang berada di luar melihat topan emas kembar menerangi kota mereka. Mereka kagum. Terperangah mereka melihat cahaya terang di langit. Entah mereka budak, prajurit, orang biasa, atau slayer sekalipun, tidak ada satupun dari mereka yang memalingkan pandangan dari topan emas di langit.


'Jadi ini… mengapa pengunjung berbahaya….'


Dans teringat akan penjelasan Suzuka ketika menjelaskan mengamati tamu dari dunia lain. Tamu mendapatkan banyak bonus. Bonus milik mereka akan meningkatkan perkembangan dalam memperoleh kekuatan. Maka dari sini jumlah tamu yang boleh dipanggil terbatas—tidak boleh lebih dari lima. Setelah Dans melihat serangan Zen, dan memikirkan kembali bila ini baru beberapa minggu, dia membayangkan bagaimana bila orang sekuat Zen hidup selama bertahun-tahun? Memiliki satu dari mereka bisa mengubah alur peperangan.


Sekarang ada lebih dari tiga puluh orang yang terpanggil. Apabila satu orang memiliki potensi seperti Zen dan masing-masing bisa menghancurkan sebuah negera, tidak terlalu berlebihan jika Suzuka khawatir. Dunia benar-benar bisa kiamat apabila ada 30 Zen dan mereka semua mengamuk.


Dans masih di udara. Dia melamun gara-gara serangan Zen. 'Awas!' Suzuka memperingatkan. Zen mengendap ke belakang dirinya dengan kedua pedang yang siap menebas dan mencincang menjadi potongan-potongan kecil. Beruntung Dans cepat tanggap dan berhasil memposisikan katana untuk menangkis serangan Zen.


"Twin Strike!"


Dans dikirim terbang berkat serangan kuat Zen. Dia mendarat tepat di tengah-tengah lapangan tempat para budak dipenjara sebelumnya. Di sana masih ada beberapa orang bertarung. Mereka adalah budak dan penjaga manusia.


'Jangan-jangan, dia menyandera mereka?'


Jika serangan Zen dilakukan sekali lagi, niscaya semua orang di dekat Dans akan terlibat. Jika itu sampai terjadi, Dans tidak akan punya pilihan selain menangkis.


"Wind Lord Sword Style: Assault Attack!"


Zen menghilang dari tempatnya meninggalkan kedipan emas. Detik selanjutnya, puluhan tebasan tercipta dari berbagai arah mengincar Dans. Remaja itu kesusahan bergerak berputar-putar untuk menangkis setiap serangan Zen. Kali ini, Zen memang sangat cepat dan hampir mengalahkan kemampuan mengamatinya.

__ADS_1


__ADS_2