
“Gmn…? Di mana ini?” Dans perlahan-lahan membuka matanya. Penglihatannya semula kabur. Namun semakin ke sini, penglihatannya semakin jelas. Apa yang dilihatnya adalah tubuh dari seorang gadis kecil. Gadis tersebut tak lain lagi adalah perwujudan dari Kurokami no Yakusoku, sebuah katana yang dipakai Dans sebelumya. Tapi dia lupa….
“Selamat malam. Kamu akhirnya bangun juga, ya, Sayang,” kata gadis itu.
“Siapa?” tanya Dans dengan tanda tanya imajiner keluar kepala. Ia terkejut dan membeku. Kata sayang sangat membuatnya merasa aneh. Pasalnya, tak pernah sekalipun Dans memiliki pacar.
“Ih… kamu, kok, kejam sekali, Say. Padahal kita sudah bertarung bersama melawan penjahat, lho.” Dia membuat ekspresi sedih.
“Ma-Maaf. Tapi, aku benar-benar lupa siapa kamu.” Dans memberikan senyuman palsu untuk menunjukkan keramahannya.
“Baiklah. Kalau begitu aku akan menjelaskannya ulang.” Dia turun dari atas tubuh Dans, berdiri di lantai dan menjelaskan, “Nama asliku adalah Kurokami no Yakusoku, tapi untuk mudahnya kamu bisa memanggilku dengan nama Suzuka. Manusia seperti kalian biasa lebih mengenalku dengan nama Dewa Kehancuran dan Kehampaan.”
“Dewa Kehancuran dan Kehampaan?”
*Brak!*
Pintu kamar penginapan itu tiba-tiba saja terbuka, kemudian menunjukkan sosok Dayat yang masuk. Dia langsung memberi penjelasan, “Dewa Kehancuran dan Kehampaan, Scyphozoa Etheria, itu muncul di dalam kisah mitologi sebagai dewa yang akan membawa kiamat dan kekacauan pada kedatangannya.” Dia lalu melanjutkan dengan keluhan, “Dasar, apakah kamu sama sekali tidak membaca buku selama di sana?”
“Hehe, maaf.” Setelah tawa kering itu, Dans memperhatikan Suzuka. “Jadi kamu adalah seorang dewa, ya? Aku tidak menyangka makhluk… maksudku sesuatu di posisi itu akan datang langsung menemui kita." Dia memperhatikan pemilihan kata dan sedikit berteriak pada revisi.
Suzuka tersenyum lembut padanya dan menjelaskan, "Tidak apa-apa, kok. Anggap bahwa aku merupakan seorang 'dewa' adalah yang diberikan manusia dunia ini. Aku yakin orang dari dunia lain seperti kalian tidak akan menganggap seperti itu, dan lagi pula kata dewa bukan yang paling cocok untuk kami."
"Eh! Kalau begitu apa yang lebih cocok?" tanya Dans heran.
"Ini ada hubungannya dengan Zaman Kuno, zaman ketika peradaban belum ter-reset." Suzuka bercerita secara ringkas. Dia tersenyum penuh ramah ketika melakukannya. "Dahulu kala, dunia ini memiliki peradaban amat sangat maju, lebih maju dari dunia asalmu. Maka dari itu, para ilmuwan menciptakan kami, Administrator, untuk menjaga keamanan dunia. Namun karena terjadi Perang Dunia menggunakan Mega Nuklir, kerusakan terjadi di mana-mana dan membuatnya peradaban dimulai ulang."
__ADS_1
"Seperti itu, ya…." Dans mengangguk paham.
"Meskipun kehancuran sangat besar, tapi bukan berarti tidak ada peninggalan dari masa lalu yang selamat. Kami, para administrator yang dipanggil sebagai dewa, berhasil selamat karena tidak memiliki wujud fisik seperti manusia. Kemudian benda yang membuat dungeon, Inti Dungeon, yang berada di bawah tanah juga selamat meski sebagian besarnya hancur,
Lalu karena adanya kami yang bertugas untuk menjaga dunia ini, maka proses regenerasi ulang dunia berjalan dalam waktu ribuan tahun. Dalam jangka waktu pemulihan, efek radiasi nuklir masih ada. Makanya di dunia ini ada berbagai ras selain manusia. Ras non-human adalah ras manusia yang bermutasi. Mereka sebenarnya sama, hanya saja memiliki bentuk berbeda," lanjut Suzuka.
"Lalu, kenapa kamu memilihku? Kenapa tidak Hero masa lalu? Dan lagi, di sini juga masih ada temanku." Dans mengangkat alisnya ketika bertanya.
"Kalau alasan kenapa aku tidak terpilih, katanya dia kurang cocok denganku." Dayat duduk di kursi sambil menatap Dans. "Haduh, sepertinya aku masih kurang tampan."
"Yah, kalau tentang itu …." Senyuman di wajah Suzuka menghilang, berganti dengan dirinya lebih serius. "Aku mendapatkan laporan dari administrator yang bertugas untuk mengurusi tamu dari planet lain. Jumlah 'tamu' yang dipanggil secara paksa terlalu banyak kali ini. Maka dari itu, aku secara langsung turun tangan sebagai administrator yang kebetulan bertemu dengan kalian.
Dalam pemanggilan paksa tamu dari dunia lain, jumlahnya paling banyak adalah 5. Namun jumlah kali ini berbeda, jumlahnya lebih dari 10. Masalahnya adalah, tamu yang dipanggil secara paksa akan mendapatkan tiga keterampilan hadiah dasar yang sangat berguna."
"Selain gift yang kalian terima, masing-masing dari kalian memiliki Pemahaman Semua Bahasa Makhluk Berkepintaran, Adaptasi Pelatihan, Pertumbuhan Extra. Ketiganya dapat membuat kalian menjadi individu yang terlalu kuat dan bisa mengguncang dunia ini jika berlatih secara intensif.
Sebelumnya saja, 3 dari administrasi harus repot-repot melawan 4 dari tamu yang dipanggil. Apa jadinya jika ada lebih dari 10 pada jumlah mereka? Ini akan menjadi kiamat kedua ketika mereka semua marah;"
"Oke. Lalu kalau tidak salah, kamu mengatakannya bila administrator memberikan keterampilan, bukan? Apakah kamu juga bisa memberikan kami keterampilan? Maksudku, bukankah lebih mudah bila kami kuat? Kami bisa lebih banyak membantumu," pinta Dans.
"Ck." Suzuka mendecakkan lidahnya dan menatap Dans dengan jijik.
'Apa? Apakah aku salah mengatakannya?' batin Dans.
"Um… yah, sebenarnya aku juga meminta keterampilan padanya. Dia memang memberikannya padaku, sih. Tapi …." Dayat menggaruk pelipisnya dengan canggung. "Dia melakukannya dengan enggan. Lebih baik jangan meminta."
__ADS_1
"Oh, begitu ya. Kalau begitu …." Dans menyatukan kedua telapak tangannya ke arah Suzuka. "Aku minta maaf. Aku tidak tahu jika kamu sangat sensitif pada hal seperti itu."
•••
"Manusia memang makhluk yang sangat serakah, ya. Tidak peduli di manapun dan kapanpun, mereka akan mencari yang paling menguntungkan untuk mereka," katanya dengan mata yang merendahkan dan nada sarkasme. "Sudah dibilangin jika tamu dari planet lain yang dipanggil dengan paksa bisa menjadi sangat kuat, ini malah meminta menjadi lebih kuat. Yang ada pekerjaanku sebagai administrator akan menjadi semakin berat."
"Aku lupa jika itu mungkin terjadi. Tapi …." Dans menatap Dayat dengan ekspresi bertanya. "Kau tadi mengatakan bila menerima keterampilan darinya, 'kan? Apa itu?"
“Hehe, inilah kemampuan baruku!” Dayat mengangkat tangannya setinggi dada dan melanjutkan, “Perwujudan Senjata!”
*Shush!*
Kabut berwarna putih muncul dan berputar-putar di sekitar tangan Dayat. Setelah itu, terciptalah sebuah golok di tangannya.
“Perwujudan Senjata merupakan kemampuan untuk menciptakan senjata dari mana penggunanya.” Dia mengayun-ayunkan golok itu. “Ini seperti sihir buff yang perlu diberikan mana secara berkala. Namun dengan ini ….”
*Shush!*
Golok tersebut kembali menjadi kabut putih, kemudian terwujud menjadi belati.
Dayat pun melanjutkan, “Aku bisa mengubah bentuk senjata yang aku ciptakan sesuka hati. Ini jadi lebih mudah ketika aku menjadi tipe multi fungsi di dalam regu. Aku bisa menjadi garda depan, garda belakang, pendukung, dan lain-lain. Aku masih belum tahu batas dari kemampuan ini, tapi mungkin aku juga akan bisa membuat senjata modern seperti pistol dan lainnya.”
“Anjir, curang sekali! Masak di dunia fantasi kamu mau pakai sniper dan shotgun? Yang ada musuh bakal kocar-kacir!” teriak Dans seperti tidak terima. “Apa ini tidak masalah, Nona Administrator?”
“Yah, batas atas dari senjata di dunia kalian tidak terlalu hebat, sih. Lagian kemampuan itu tidak akan pernah bisa menciptakan nuklir, jadi tidak masalah untuk memberikannya,” jawab Suzuka.
__ADS_1