Classroom To Another World

Classroom To Another World
Raja Iblis


__ADS_3

Terkenal sejak zaman dulu bila ras iblis berada di tanah yang jauh dari ketiga ras lainnya. Antara diusir dan mengasingkan diri, mereka seakan melakukan keduanya. Legenda masa lalu tentang ras iblis yang berusaha menguasai dunia tidak sepenuhnya salah, legenda itu hanya tidak mengatakan bila ras lainnya mengusahakan hal yang sama. Tetapi, dalam jalannya peperangan, ras iblis lah yang mendominasi pertarungan. Kekuatan milik mereka membuat ras-ras lain tersingkir dan tersisihkan. Kemudian, semenjak naiknya kekuatan ras manusia, mereka diasingkan dan mengasingkan diri di wilayah mereka. Di sana, mereka dipimpin seorang raja adidaya yang disebut Raja Iblis.


Para iblis mengagumi kekuatan. Dari generasi tua sampai generasi sekarang, mereka tetap memiliki adat yang sama—menghormati mereka yang berkekuatan. Dari sanalah pemilihan Raja Iblis berdasarkan dua faktor, kemampuan memimpin dan kekuatan. Oleh sebab itulah setiap suksesi tahta, pemegang tahta Raja Iblis selalu iblis yang teramat kuat. Di sanalah tercipta legenda mengenai pertarungan sengit melawan Raja Iblis. Pertarungan melawan iblis setingkat Raja Iblis selalu sengit.


Meski dengan atau tanpa pasukan sekalipun Raja Iblis bisa membuat kerusakan besar di muka Bumi. Sulit untuk bisa mengalahkan Raja Iblis. Bila kekuatan penuh dikirimkan untuk mengalahkan dirinya, maka ia bisa pergi dan membuat kerusakan di markas lawannya. Melakukan peperangan dengan Raja Iblis haruslah memiliki kekuatan kuat yang tersebar. Percuma memiliki pedang kuat namun tidak dengan pertahanan.


Dan saat ini, sosok perkasa tersebut berada di hadapan Udin dan Tiana.


Terintimidasi rasanya untuk berada di sana. Bukan hanya Raja Iblis, melainkan para petinggi kerajaan di sana juga. Udin dan Tiana, mereka berdua adalah ras lain. Menjadi ras berlainan saja sudah membuat mereka terasa gemetaran, apalagi kalau semua di sana adalah petinggi kerajaan. Tambah juga, mereka berdua lemah. Masing-masing dari setiap individu di sana bisa membunuh mereka berdua dengan sangat mudah ribuan kali. Kesempatan mereka melawan balik sama sekali tidak ada.


"Dia adalah manusia itu kah?"


"Kenapa manusia ada di sini?"


"Dia berbeda dengan manusia lain, tapi tetap lemah."

__ADS_1


Banyak cemoohan yang harus didengarkan oleh Udin dan Tiana. Mereka hanya bisa terdiam sambil tertunduk dengan keringat dingin mengucur dari seluruh tubuh. Bukan berarti para iblis di sini ingin mencemooh, hanya saja mereka penasaran. Akan tetapi entah apa niatannya, namun tindakan nyata seringkali memberikan hasil berbeda, hasil yang tidak sesuai dengan perkiraan. Belum tentu mengacuhkan guru untuk memberi dia waktu dalam mengerjakan tugasnya akan berakhir dengan dianggap menghormati guru. Nah, sekarang meski niatnya hanya penasaran, setiap kalimat terasa sebagai cemoohan bagi Udin dan Tiana.


"Angkat kepala kalian!"


Udin dan Tiana menurut mendengar suara tersebut. Di atas kursi tahta, mereka mengamari sosok besar Raja Iblis. Si Raja Iblis memiliki tubuh besar. Masuk kategori raksasa malahan. Penampakannya mirip dengan domba bipedal. Bentuk morfologi tubuhnya kurang lebih mirip dengan manusia. Dia memiliki kepala, dua tangan dan kaki, tetapi memiliki ekor. Setiap dari anggota tubuhnya menyerupai kambing. Mulai dari kepala kambing dengan sepasang tanduk kembar, tangan mirip manusia tetapi kukunya besar, dan kakinya menyerupai kaki kambing. Seluruh tubuhnya diselimuti bulu abu-abu gelap.


"Manusia, apakah kau berasal dari dunia lain?"


"Y-Ya…," jawab Udin tergagap.


Telah mengetahui si Raja Iblis itu mengenai pengunjung dari dunia lain. Salah satu jalan paling sering tentang mengapa seseorang dari dunia lain bisa sampai ke mari adalah bila dipanggil. Ritual Pemanggilan Pahlawan telah dilakukan! Dari sini saja ia memahami bila tak lama lagi akan ada orang-orang kuat menyerang teritorialnya. Hanya saja, terdapat suatu hal yang membuatnya keheranan. Ini pertama kalinya seseorang bisa kesasar.


"Tidak perlu takut, santai saja. Aku tidak akan melakukan hal buruk padamu."


"Ba-Baik, te-terima kasih." Ucapan halus dari Raja Iblis sama sekali tidak bisa mengubah rasa takut Udin. Di bergetar tak karuan memandang tubuh besar dari si Raja Iblis. Dia membayangkan tinjauan besar akan mendarat padanya dan meremukkan setiap tulang di tubuhnya. Sisanya, ia akan menjadi bangkai tikus di tengah jalan yang telah berulang kali diinjak pengendara. Tidak akan ada yang peduli. Palingan mendapatkan cemoohan karena menyebarkan bau busuk. "Bi-Bila saya boleh tahu, a-apakah yang membuat sa-saya dipanggil ke mari?"

__ADS_1


"Ehm… mulai dari mana aku bercerita?" Raja Iblis bergumam dalam monolog. Suaranya pelan. Tidak satupun orang di ruangan mendengarnya. Lalu barulah dia memandang tubuh Udin yang gemetaran. Dia memikirkan apa yang bisa dilakukan manusia lemah penuh potensi. Bila dilatih dengan baik, tentu Udin akan menjadi anjing yang baik. Dari sinilah otak si Raja Iblis memikirkan pengaturan agar Udin mau menjadi rekannya. "Pertama-tama panggil saja aku Gladius. Tidak perlu terlalu formal."


Perkataan yang cukup mengejutkan untuk didengar. Semua orang di Kerajaan Iblis selalu menghormati dan menghargai raja mereka. Mereka selalu memakai panggilan yang menunjukkan rasa kagum akan kehebatan sang raja. Tetapi manusia pendatang ini, manusia yang tidak bisa membunuh rusa, manusia yang tidak bisa bertarung, dia secara ajaib diberi kesempatan untuk memanggil langsung menggunakan nama asli si Raja Iblis. Tidak banyak iblis yang berani melakukannya.


Bagi Udin, dia tidak terlalu menyadari apa maknanya. Dia hanya berpikir bila Raja Iblis bukan orang yang sulit dan tidak gila hormat. Hatinya sedikit terbuka untuk mendengarkan dan memperhatikan apa yang akan diucapkan Raja Iblis. Barangkali dia bisa membawanya pulang.


"Dengar, wahai anak manusia, semenjak ratusan tahun lalu, golonganku telah berkali-kali didesak mundur. Jumlah kami kian tahun semakin menurun. Semua ini dikarenakan oleh satu ras, itu adalah manusia asli dunia ini."


Udin terkejut. Namun itu makin membuatnya serius. Dia memikirkan kembali setiap kisah-kisah novel fiksi tentang fantasi isekai. Dia mendapatkan sebuah kronologi dari sebuah kisah. Apa yang ada di dalam pikirannya, dia mengira-ngira bila manusia adalah makhluk serakah. Manusia melakukan peperangan melawan ras lain yang berbeda dari dirinya. Manusia menganggap dirinya lah yang terbaik. Dari sanalah ras manusia melakukan pembantaian terhadap ras lain. Terbayang tragedi Holocaust yang teramat kejam.


"Bukan hanya kami, para iblis, yang akan menderita pada akhirnya bila ras manusia menang, melainkan ras lainnya juga akan terlibat. Kau pasti tidak ingin gadis di sampingmu itu menderita, bukan?"


"Tidak!" jawab Udin. Kali ini agak lantang.


"Karena itulah, anak manusia, mohon pinjamkan lah ke pada kami uluran tanganmu. Kami akan membantumu untuk melindungi semua yang engkau sayangi."

__ADS_1


"Baik."


Tiana dan Udin, mereka berdua tak layak berpetualang.


__ADS_2