Classroom To Another World

Classroom To Another World
Epilog


__ADS_3

Serangan Dans yang mampu memusnahkan makhluk panggilan Mellarosa membuat wanita penyihir itu kaget.


Selama ratusan tahun dia menyendiri, dia beranggapan bahwa makhluk yang ia panggil pastilah makhluk yang kuat. Dia telah melihat kekuatan Raja Iblis dan makhluk panggilannya lebih kuat dari pada itu, dia melihat "Pahlawan" dari generasi sebelumnya, dan dia dapat mengalahkannya. Dans adalah variabel baru yang pertama kali Mellarosa temui seumur hidupnya.


"đź–¤Sayang sekali, ya~. Kayaknya aku terlalu di dalam tempurung. Kali ini aku akan menarik diri dari dunia. Suatu hari nanti kita akan bertemu~."


Dans menelan ludahnya.


Jujur, serangan barusan memakan sebagian besar energinya. Dia tak bisa melakukan serangan itu untuk kedua kalinya, kecuali jika dia memaksa dan membebani tubuhnya. Tapi apakah Suzuka menghendaki Dans untuk melakukan hal itu?


*Booom!*


Meta dan Cloudia menembakkan sihir secara bersamaan ke arah Mellarosa.


Serangan keduanya, campuran angin dan api membentuk ledakan merah besar di langit.


Sayangnya, terlihat Mellarosa yang baik-baik saja setelah asap ledakan menghilang.


"Usaha putus asa yang bagus. Tapi jauh dari cukup." Mellarosa tersenyum ringan. "Sekarang, Worm—"


Tak sampai Mellarosa menyelesaikan rapalan sihirnya, hal di luar perkiraannya terjadi.


Zen bangkit dari kawah dan segera melesat ke arah Mellarosa. Dia mengobarkan auranya hingga level maksimum dan melompat. Dia menyisakan garis emas-merah di garis lurus yang ia lewati.


Zen mengangkat pedangnya dengan niat membunuh.


Awalnya Zen berniat merekrut Mellarosa dan menjadikannya pengajar untuk Della. Lagi pula, Mellarosa memang lebih kuat dibandingkan gadis itu. Makanya Zen tak segan membiarkan Mellarosa lolos dan "bermain-main" sebelumnya. Dia belum tahu kekuatan asli Mellarosa. Dia belum melihat kekuatan Mellarosa yang dapat mengancam dunia.


Tapi sekarang berbeda.


Setelah beradu dengan makhluk panggilan Mellarosa itu, meski dia benci mengakuinya, dia tidak bisa melawan makhluk tersebut. Bahkan jika akhirnya Zen akan menang, tetap saja dia tidak bisa melawannya secara sempurna. Bila saja ada kota yang harus dilindungi waktu itu, Zen ragu bisa bertahan sebagai perisai.


Dan itu baru saja.


Nampaknya Mellarosa dapat memanggil lebih banyak.


Makanya tanpa ragu, kini Zen melesat ke arah Mellarosa dengan kekuatan penuhnya, tak peduli apakah ini akan melumpuhkan wanita penyihir itu atau langsung membunuhnya.


Dengan peningkatan yang dilepaskan di level tertinggi, dalam sekejap mata Zen berada di hadapan Mellarosa.


Pedang berjarak beberapa sentimeter dari leher Mellarosa, penyihir itu kaget dibuatnya atas gerakan cepat Zen. Namun, dia tak menghentikan sihirnya. Lebih tepatnya, sihirnya terlanjur aktif.


"—hole!"


Mellarosa menyelesaikan sihirnya.


Area di sekitar Mellarosa menghitam. Terwujud bola hitam di tempat Mellarosa berada.

__ADS_1


Zen yang saat itu berada di dekat Mellarosa, dia juga masuk ke dalam bola hitam tersebut.


Kejadian di sana berlangsung sangat singkat. Tak sampai sedetik. Bola hitam mengembang dengan Mellarosa sebagai pusatnya, kemudian menghilang tanpa menyisakan apapun. Hanya ada udara kosong di sana. Tanda keberadaan Zen dan Mellarosa menghilang sepenuhnya.


Mereka bertanya-tanya mengenai apa yang terjadi.


Dan satu yang dapat menjawab, itu adalah Suzuka.


Suzuka mengembalikan wujudnya menjadi bentuk manusia berupa gadis cantik. Dia berdiri sembari mengamati tempat Mellarosa dan Zen menghilang.


"Itu…."


"Apa kau tahu sesuatu?"


"Wormhole — lubang cacing —, itu adalah sihir perpindahan ruang-waktu yang menghubungkan satu tempat dengan tempat lain. Wormhole adalah sihir transportasi terbaik yang dapat memindahkan penggunanya bahkan ke galaksi lain." Suzuka terkejut atas sihir yang baru saja digunakan. "Tak kusangka di era ini ada yang bisa menggunakannya."


"Jadi, sekarang apa yang harus kita lakukan? Apa kita bisa melacaknya?" tanya Dans.


"Maaf, tapi aku tidak memiliki cara untuk melacak ujung dari lubang cacing." Suzuka menggelengkan kepalanya. "Bisa jadi ke sisi lain dunia, planet lain, atau bahkan dunia lain. Aku kehabisan cara."


"Begitu, ya." Meta merespon. Dia mengangguk ringan sebelum berbalik pergi. "Tujuan kami untuk merekrut Penyihir Menara telah gagal. Aku dan Della akan kembali ke kerajaan. Kuharap kalian tidak mengganggu."


"Kau… setelah semuanya…." Dayat menggeram.


"Hentikan, Dayat!" bentak Dans, "Kita tidak sedang berada di kondisi optimal untuk bertarung. Setidaknya, tujuan kita untuk menghentikan Mellarosa sudah selesai."


"Hentikan saja," timpal Suzuka, "Aku ragu kita berdua bisa menang melawannya meski 2 lawan 6."


Suzuka sangat mengenal kemampuan bertarung mereka.


Meski mereka ada berenam, namun cuma dua yang dihitung bisa bertarung dan salah satunya kelelahan. Udin dan Tiana bukan petarung yang baik, dirinya — Suzuka — akan menjadi senjata Dans, Dayat hampir tak berkontribusi di konfrontasi sebelumnya, Dans yang menjadi penyerang sudah kehabisan stamina, dan Cloudia kurang lebih sama dengan Dans.


Di sisi lain, musuh terdiri dari Meta yang menjadi penyerang utama dan Della yang menjadi pemberi status buruk pada lawan. Sekali Della menggunakan kekuatannya, Cloudia yang merupakan pemain paling berkontribusi di sana akan lumpuh. Siswa petarung yang merupakan Dans dan Dayat tidak akan bisa berbuat banyak. Dan sekalipun Meta berada di wujud manusia serta ikut bertarung, ini sulit baginya melawan musuh yang terbang di udara.


Lebih baik mundur dan memperkuat regu, setidaknya sampai tingkat rata-rata petarung di dunia ini.


"Baik, terima kasih atas keputusannya."


Meta membawa Della pergi menaiki airboard-nya. Dia melintasi langit meninggalkan kelompok Dans yang masih berada di sisa-sisa Menara Putih Kegelapan.


"Hah~ Akhirnya selesai." Cloudia menghembus napas. Pertarungan sengit tadi membawanya pada ketegangan yang membuatnya merasa akan mati. Dia bisa mati dalam pertarungan ini, beda dengan saat menjadi Penguji yang menjaga Telur Emas. Dia bisa menyerah sebelum tambah parah. "Kini, kita kembali?"


"Ya, kita kembali." Suzuka mengangguk. "Kita perlu melaporkan ini pada Ratu Roh. Mungkin dia tahu keberadaan Zen dan Mellarosa jika mereka berdua masih ada di planet ini."


\=\=\=


Meta melaporkan kejadian selama di Menara Putih Kegelapan pada Paduka Raja yang memanggil mereka kemari. Kabar tentang menghilangnya Zen dan kemungkinan adanya musuh yang lebih buruk dari Raja Iblis menggemparkan istana kerajaan. Meta juga menambahkan kalau kemunculan musuh itu sangat kecil, tapi hal tersebut tak cukup untuk meredam kegaduhan.

__ADS_1


Dia bersikap bodo amat.


Yang penting dia telah memberikan laporan (yang seharusnya dilakukan Della).


Sekarang Meta berada di tempat Goldwin — Administrator yang sempat menjadi guru Zen — tanpa diketahui tentunya. Dia melaporkan hal serupa dengan apa yang ia laporkan pada Pihak Kerajaan.


"Benar-benar merepotkan, ya?" Goldwin menggelengkan kepalanya. "Terlibat dalam Wormhole yang diciptakan seseorang itu sangat merepotkan. Aku sendiri juga tidak memiliki kuasa untuk melacak ujung Wormhole itu."


"Apa tidak ada yang bisa kita lakukan?"


"Hmm, mari kita lihat." Goldwin menggosok dagunya. "Ada Administrator yang bertanggung jawab menyimpan data dan memori dari seluruh dunia. Di era ini dia dikenal sebagai Dewi Kebijaksanaan dan Pengetahuan — Cecil. Kamu mungkin akan mendapatkan titik terang jika berhasil menemuinya."


"Baik, terima kasih."


.


.


.


~\=•\=~


.


.


.


Malam hari, di tempat yang tak diketahui.


Sebuah celah ruang waktu terbuka dan seorang gadis kecil muncul dari sana.


Gadis itu berperawakan sebagai gadis kecil dengan usia sekitar 10 tahun. Dia memiliki rambut hitam Sepanjangan punggung, pupil berwarna hijau zamrud, dan kulit putih cerah. Dirinya mengenakan jubah hitam dan sebilah wakizashi tersarung di pinggangnya.


Malam itu sangat senyap dan jauh dari pemukiman.


Langit berbintang yang indah menggambarkan gugusan bintang dan galaksi.


"Akhirnya aku sampai di dunia ini."


Bibirnya tersenyum di dalam kegelapan. Pandangannya naik ke atas pada jalur kitaran busur langit suatu galaksi.


Itu tampak sebagai kabut putih kelabu memanjang mengitari busur langit dengan bagian tengahnya terdapat alur gelap.


"Baiklah. Di dunia ini pun, mari mulai berpetualang."


~Tamat~

__ADS_1


__ADS_2