Classroom To Another World

Classroom To Another World
Forest Walker — Beginning


__ADS_3

Ras terakhir dari keempat ras yang sering ditemui di sini adalah Forest Walker.


Forest Walker adalah kelompok ras yang senang hidup di hutan. Berbeda dengan manusia yang mengembangkan peradaban, mereka memilih hal-hal alami. Berbeda dengan ras beastman yang memiliki kemampuan fisik di atas manusia, mereka memiliki kedekatan lebih tinggi dengan roh. Dan berbeda dengan ras iblis yang ganas, mereka lebih pendiam selama tidak diganggu.


Sederhananya, mereka adalah ras yang damai nan tenang selama tak diusik. Dan secara eksklusif, mereka memiliki hubungan dengan para roh.


Mereka sebagai kelompok ras yang melestarikan alam dan menjaganya, sukses mendapatkan perhatian para roh yang merupakan wujud kehendak dunia. Dengan begitu mereka memiliki ability khusus, yakni berkontrak dengan roh.


Memiliki kontrak dengan roh memberikan banyak keuntungan pada mereka. Roh yang menjalin kontrak dengan mereka, roh-roh itu menjadi pelayan. Dapat digunakan sebagai kekuatan tempur maupun membantu dalam kerja sehari-hari. Memberikan keuntungan pada mereka pokoknya.


Kemudian sebab hubungan mereka yang baik dengan para roh inilah Ratu Roh menyuruh Dans dkk. untuk menjalin hubungan dengan para Forest Walker. Alasan lainnya, sebab kediaman Forest Walker lumayan dekat dengan Menara Putih Kegelapan tempat Penyihir Terlarang Melarosa berada. Tapi nampaknya tidak berjalan mulus.


Forest Walker selaku kelompok ras tertutup, mereka sangat sensitif dengan segala hal yang berbau dunia luar. Kini mereka berenam malah ditangkap oleh salah satu suku dan ditempatkan dalam kandang terpisah.


“Hah… gini amat hidup.” Dans menghela napas dan bergumam.


Dia kini berduaan dengan Suzuka di kandang yang sama. Gelap, lembab, dan sunyi. Begitulah suasana di dalam kandang Dans yang berada di dalam gudang. Agak jauh dari desa tempat suku-suku itu tinggal. Keduanya diikat pada sebuah tiang. Bisa saja mereka berontak dan memotong lingkaran tersebut, tapi dalam kemungkinan terburuk saat salah hitung, mungkin saja mereka malah merobohkan bangunan ini.


"Sabar, kita juga tidak bisa menyerang mereka secara sembarangan," ujar Suzuka.


"Jadi, sekarang bagaimana?" tanya Dans.

__ADS_1


"Tunggu dan perhatikan," jawab Suzuka, "Menggunakan persepsimu yang telah meningkat kau bisa mengawasi mereka dari tempat ini, bukan?"


Dan begitulah, atas saran Suzuka Dans diam dan mengamati para Forest Walker di desa tersebut memakai kemampuan persepsi. Sejauh ini tidak ada yang keterlaluan dengan mereka. Mereka adalah warga desa biasa yang mirip manusia mengabaikan beberapa bagian fisik unik mereka sebagai Forest Walker. Sejauh ini, mereka berenam yang menjadi tawanan diperlakukan dengan cukup baik dengan dikasih makan dan minum. Beberapa jam sekali akan ada orang yang datang pada mereka dan menanyakan beberapa hal. Nampaknya mereka penangkapan ini bertujuan untuk mengintrogasi mereka.


Tidak apa-apa bila hanya itu. Melihat dari tempat penangkapan mereka yang terpisah-pisah, para orang di suku ini memastikan apakah informasi dari satu anggota kelompok Dans dengan lainnya sama. Nilai informasinya sama maka kemungkinan besar itu merupakan kejujuran, dan juga informasinya berbeda dapat dikatakan bahwa masing-masing dari mereka mengarang cerita sendiri.


Tapi baguslah, mereka dibebaskan setelah diinterogasi beberapa hari. Ini benar-benar memakan waktu seharian penuh. Bahkan mereka perlu bebas keesokan harinya.


Tapi tak apa karena sekarang mereka disambut dengan ramah oleh pemimpin suku ini.


"Maaf telah memperlakukan kalian dengan tidak sopan kemarin, tapi kami perlu melakukan itu untuk menjaga kelompok kami," ucapnya.


"Tidak, tidak apa-apa," jawab Dans, "Aku juga paham kalau saat ini situasinya tengah genting dan kalian tidak bisa membiarkan siapapun seenaknya di tempat kalian. Lagi pula, kami mendapatkan perlakuan yang cukup baik sebagai tawanan."


Cukup banyak informasi mengenai Forest Walker yang berhasil Suzuka dapatkan, tapi tentu saja itu belum cukup. Bagaimanapun tidak pernah atau belum dilakukan penelitian dengan cara yang jauh lebih maju. Masih belum ada pembedahan pada mereka untuk mengetahui organ tubuh mereka. Tapi sudahlah. Lagi pula tidak seperti Suzuka bisa melakukannya. Tidak mungkin juga Suzuka melakukan hal-hal kecamatan mereka hanya atas nama penelitian.


Suasana menjadi ramah dan harmonis dengan masing-masing dari kelompok Dans dan para Forest Walker, setidaknya sampai Dans menanyakan perihal Menara Putih Kegelapan. Di kala Dans menanyakan hal tersebut, ekspresi kepala desa Forest Walker seketika berubah datar.


Singkatnya, segala informasi yang berhubungan dengan Menara Putih Kegelapan bukan berita yang bagus untuk didengar. Kepala desa itu menjelaskan:


Menara Putih Kegelapan salah muncul sejak waktu yang lama. Sekitar dua generasi sebelumnya menurut catatan desa mereka. Dan dari apa yang mereka dengar hingga saat ini, terkadang ada "sosok hitam" yang keluar-masuk Menara Putih Kegelapan. Makhluk-makhluk itu mencuri dan menjarah di desa-desa secara acak tanpa perasaan. Lebih buruk, mereka kadang-kadang juga menculik warga tak bersalah tanpa mamita-mintakan apakah target penculikan mereka merupakan wanita atau anak-anak.

__ADS_1


Semua informasi yang mereka dapat sontak membuat kelompok Dans merasa buruk dan tak enak mendengarnya. Mendengar kekejaman yang dialami mereka benar-benar membuat kelompoknya Dans merasa murka. Ini membuat mereka sadar bahwa mereka harus segera mengatasi Melarosa — penyihir dari Istana Putih Kegelapan.


Cuma, kepala desa memperingati mereka. "Sosok hitam" yang menyerang dan menjarah desa-desa tidak pernah dibiarkan begitu saja. Pastilah pejuang dari desa itu akan berusaha melindungi desanya dengan melawan sosok tersebut. Sayangnya, perjuangan mereka yang dibantu oleh para roh seringnya mengalami kegagalan. Kepala desa memperingati bahwa musuh mereka lumayan tangguh.


Tapi Dans mengatakan bahwa itu akan menjadi bukan apa-apa sebab dia memiliki musuh bebuyutan yang tangguh.


\=\=\=


Berpindah ke sisi lain, di sini ada Zen dan Della yang melakukan pertarungan. Lawan mereka adalah "sosok hitam". Makhluk tersebut berwujud seperti kelinci yang bipedal dan seukuran manusia. Kemudian karena tubuhnya ditutupi oleh warna hitam, melihatnya membuat tampilan makhluk itu bak siluet bayangan.


*Slash!* *Slash!*


Zen menebas dengan kedua pedangnya dan seketika membelah kelinci hitam menjadi beberapa bagian. Tapi setelah beberapa saat, potongan tubuh berwarna hitam mencair dan menyatu kembali menjadi satu individu yang sama seperti sebelumnya.


"Merepotkan," gerutu Zen, "Benar-benar tidak bisa hancur kalau tidak dihancurkan sepenuhnya, ya?"


Setelah berkata demikian, Zen melompat ke samping. Di belakangnya sudah ada Della yang memandang para kelinci hitam.


*Cetak!* *Krak!*


Kelinci-kelinci hitam itu membatu di depan tatapan Della, kemudian mereka hancur menjadi serpihan yang lebih kecil.

__ADS_1


"Beruntung ada kau di sini, Della." Zen menyarungkan pedangnya dan mendekat pada gadis itu. "Tanpamu pertarungan ini akan merepotkan."


Dan setelah satu masalah itu, mereka melanjutkan perjalanan di dalam hutan yang luas.


__ADS_2