
"Move on, mungkin hanya sekedar melepaskan, mengikhlaskan, melupakan.
Tetapi percayalah, move on sangat sulit untuk dilakukan."
Complicated Bubble
"Gue mau curhat deh, Rai," cap Syafa sambil mematikan televisi di kamar Raina, berjalan menuju Raina yang sedang memainkan laptopnya.
Ya, disinilah Syafa berada, di Rumah Raina, yang kebetulan sedang sepi, hanya ada mereka berdua didalam .
Setelah izin pulang kepada Rendra seusai membersihkan gudang tersebut, ia menemui Raina dikelas, tak lupa ia membawa pel-an dan ember yang diamanahkan kepadanya. Tetapi sudah telat, kelas sudah bersih, pel-an dipinjam oleh Fiza dari kelas sebelah.
Dilihatnya, Raina sedang menonton anime Hunter X Hunter, anime kesukaannya.
Raina itu pencinta anime jepang, stock di laptopnya pun banyak, sampai-sampai video laptopnya hampir dipenuhi oleh anime jepang. Bukan hampir, tetapi semua videonya terisi dengan berbagai judul anime.
Mulai dari anime Hunter X Hunter yang episodenya mencapai ratusan, Kimino namae, Inuyasha, Plastic Memories, dan masih banyak video anime yang ada di laptop Raina. Ya bisa disebut, Raina adalah wibu.
Sedangkan Syafa? Tidak menyukai film 2 dimensi tersebut. Raina pernah memaksanya untuk menonton anime, siapa tau suka, katanya. Tetapi, Syafa tidak tertarik. Bahkan, kakak kelasnya, Qiqi Queeny Putri, kekasih Wahyu Pramudinata, juga membujuk Syafa untuk menonton anime. Tetapi Syafa tetap tidak tertarik, dia memang keras kepala.
"Rai, gue pengen curhat, nih."
"Nanti."
"Prioriasnya anime mulu, kapan gue diprioritasin?" ucap Syafa, tetapi Raina malah mengabaikan Syafa, ia lebih memilih menonton anime.
"Ih, Raina!" kesal Syafa, sambil menutup paksa laptop Raina.
"Apa Syafa? Iya iya, mau curhat apa?"
"Nah gitu dong!"
"Eits! Tetapi ada syaratnya."
"Pake syarat-syarat banget, sih Rai."
"Mau curhat gak nih? Kalau mau pake syarat, kalau gak ya, gak usah."
"Iya-iya, apaan?"
"Lo harus nonton anime bareng gue!"
"Gue, kan, gak suka anime, Rai."
"Coba, sih, tonton dulu. Gue juga dulu kayak lo, gak suka anime, liat abang sama kakak gue liat anime aja gue ledekin, eh sekarang malah suka banget sama anime."
"Yaudah iya, gue nonton anime. Tapi ada syaratnya."
"Kok pake syarat lagi, sih, Sya."
"Ya biarin, lo harus curhat juga tentang kisah cinta lo."
"Itu mah gampang, tetapi jangan nyebar ya, gue pernah kapok curhat ke teman, akhirnya tersebar, kan kampret."
"Syafa, mah, gak akan nyebar, dijamin."
"Yaudah mau curhat apa?"
"Gue mau nanya dulu, ciri-ciri orang jatuh cinta itu kayak gimana?"
"Entar dulu, emang cowonya siapa? Biar jelas gitu lho curhatnya."
"Hmm. Rendra. Tapi gua Gak tau ini cinta atau bukan, gue belum yakin sama perasaan gue, Rai," jujur Syafa.
"WHAT THE? RENDRA? RENDRAZHA FAUZAN? MOST WANTED DI SEKOLAH KITA? SERIUS? DEMI APA?!"
"Ih Raina, gak usah heboh juga kali, kek dapat doorprize aja."
"Gue kaget setengah jiwa dan raga, tau Sya! Kok bisa sih?"
"Ya bisa lah, Rai. Lo kira gue pura-pura cinta apa, cinta bagi gue gak sebercanda itu."
"Habisnya lo kan gak suka sama siapapun, apalagi setiap Atika bahas Rendra, lo kayak gak suka gitu sama si Rendra. Jadi, wajar dong, gue kaget."
"Ya itu kan dulu, Rai."
"Oke-oke, gue percaya. Kembali topik awal, ciri-ciri sedang jatuh cinta. Hmmm lo senang gak kalau Rendra ada di dekat lo?"
"Senang sih, tapi gak seneng juga."
"Lah? Kok bisa gitu?"
"Ya, gak senang aja, setiap di dekat dia, pasti gue kena serangan jantung mendadak."
"DEG-DEGAN GITU, MAKSUD LO?"
"Iya, Rai,"
"Lo cemburu gak, maksud gue kurang suka, sedih deh pokonya kalau dia dekat dengan perempuan lain?"
"Perih, sih."
"ASTAGA SYAFA! LO BENAR JATUH CINTA SAMA RENDRA!"
"Ih, Raina, gak usah teriak-teriak juga kali, telinga gue masih normal."
__ADS_1
"Habisnya gue gak nyangka sih."
"Gak nyangka mulu, lu! Eh, tapi Rai..."
"Tapi apa?"
"Kalau benar ini cinta, gimana sama Atika?"
"Cinta itu wajar kok, lo berhak cinta sama siapapun. Cinta itu hati yang nentuin bukan kita. lo sama Atika sama-sama berjuang secara sehat. Gue gabisa maksa salah satu dari kalian untuk moveon dari Rendra. Tapi Rendra yang bisa nentuin."
"Maksudnya?"
"Ya kalau Rendra cintanya sama Atika, berarti lo harus moveon. Kalau Rendra cintanya sama lo, Atika yang harus moveon."
"Oh iya Rai, lo udah moveon dari kak Wahyu?"
"Udah dong!"
"Terus sekarang sama siapa?"
"Rafa Ramadhan. Dia ganteng ih, manis ada gingsulnya gitu."
Mereka pun melanjutkan sesi curhat mereka hingga puas. Setelah itu, Raina menagih janji Syafa untuk menonton anime, mereka pun menonton anime Hunter X Hunter.
Raina menyukai karakter Gon, sedangkan Syafa yang melihat kegantengan 2 dimensi dengan nama tokoh Killua itu, rupanya mampu menyihir Syafa, sehingga Syafa menyukai anime Hunter X Hunter, lebih tepatnya menyukai karakter
"Siapa, Sya?"
"Rendra."
"Angkat-angkat! Speaker ya, gue mau dengar."
Syafa menjawab panggilan telepon dari Rendra, ditambah dengan mode speaker, agar didengar oleh Raina.
"Assalamu'alaikum, bidadari bumi."
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. Tumben ngucap salam?"
"Lagi insap, kan hari ini menang banyak."
"Menang banyak?"
"Seharian sama lo, hal terbahagia dihidup gue."
"Hmm."
"Lagi dimana?"
"Di rumah Raina."
"Dimana?"
"Penting."
"Buat apa?"
"Cepat kasih tau, pulsa gue keburu habis."
"Halah, gak modal."
"Dimana?"
"Ck iya-iya, Perumahan Galaxi, Kompleks Bulan C, jalan Pluto."
"Thanks."
"Emang ta---"
'Tutt tutt tutt'
Panggilan dimatikan sebelah pihak oleh Rendra.
'Kebiasaan," batin Syafa.
"Tuh kan, Rai, dia main matiin aja, ngeselin emang."
"Ciee bidadari bumi. Bidadari bumi gak boleh kesel sama pangeran Rendra hahaha."
"Apaan sih, Rai."
***
"Cinta dan benci itu tipis. Setipis lapisan bawang merah. Buktinya, dulu, saya membencimu. Sekarang, saya tergila-gila padamu."
Complicated Bubble
"Drrtt drrtt drrt."
089651855523
Cepat, keluar.
-Rendra ganteng
...
__ADS_1
"Rai, lihat! Dia menyuruh saya keluar, emangnya dia kesini?"
"Cek lewat jendela coba, Sya."
Syafa melihat ke arah jendela, dan benar, diluar sana sudah ada Rendra dan motor kesayangannya.
"Ada Rendra, Rai."
"Samperin, sana."
"Anterin, dong, Rai."
"Gue gak mau ganggu orang PDKT, hahaha."
***
"Kamu sudah membuat saya jatuh cinta
Saya harap, kamu tidak akan membuat hati saya terluka
Tetapi sayang, harapan itu kosong, hampa
Ternyata, kamu juga membuat hati saya terluka."
Complicated Bubble
"Kok kesini, Ren?"
"Nih," ucap Rendra sambil memberikan uang Rp. 50.000,-
"Buat apa?"
"Buat beli susu sama roti besok, tadi gue lupa ngasih, lo udah kabur duluan."
"Lah, ini mah kelebihan."
"Gak kelebihan, cukup. Sisanya untuk beli permen milkita sama bubble gum."
"Lo suka permen?"
"Gak."
"Terus ngapain beli? Mubadzir tau beli-beli tapi gak dimakan."
"Gue sukanya sama orang yang suka permen."
"Siapa?"
"Orang yang saat ini sedang berdiri di depan gue."
"Emang ada yang lagi berdiri di depan lo?"
"Ada.
"Siapa?"
"Lo"
"Gue?" tanya Syafa sambil menunjuk dirinya sendiri, dengan ekspresi muka yang kebingungan.
"Lo lucu kalau lagi bingung," ucap Rendra sambil mencubit gemas hidung Syafa.
"Jangan pegang hidung gue," Syafa menepis tangan Rendra yang mecubit hidungnya.
"By the way, kok tahu gue suka permen terutama milkita dan bubble gum."
"Gue tahu semua tentang lo, tanpa harus lo beritahu, jangan tanya kenapa."
"Udah kan? Cuma mau ngasih ini doang? Sana, pergi."
"Ada satu lagi."
"Apa?"
Rendra melangkahkan kakinya, mendekatkan dirinya ke tubuh syafa, hingga jarak mereka hanya menyisahkan dua hasta saja.
"Lo mau ngapain?" pekik Syafa sambil mundur satu langkah.
Rendra yang melihat Syafa mundur satu langkah, langsung memegang bahu Syafa. Lalu kembali mendekatkan dirinya kepada Syafa, tetapi kali ini menyisahkan jarak 1 hasta saja.
"Gue pingin liat lo," bisik Rendra,
"Gak usah deket-deket Rendra!" Syafa sambil mendorong Rendra.
"Nanti malam, tidur, jangan mikirin gue terus."
"Siapa juga yang mau mikirin lo."
"Lo. Cewek lain yang gak sengaja gue lihat dari jauh doang, malam nya gak bisa tidur. Apalagi lo yang hari ini gue pegang tangannya, gue peluk, gue tatap, gue cubit pipi sama hidungnya."
"Sorry ya, gua gak baperan!"
'Lo bener Ren, sepertinya nanti malam gue gak bisa tidur,' batin Syafa.
"Gue pulang Sya, sampai ketemu besok, ya, pembawa susu dan rotinya Rendra."
__ADS_1