
"Kamu hadir. Lalu membuatku khawatir. Khawatir, jika suatu saat kamu akan menyakitiku."
Complicated Bubble
"Sya? "
"What?"
"Gak usah sok inggris deh lo."
"Ya suka-suka gue dong, emangnya lo siapa?"
"Gue majikan lo."
"Eh, eh, kok gitu sih?" Syafa bernyanyi lagu dengan judul 'Kok Gitu Sih' yang dipopulerkan oleh Dewiq dan Indra Bekti itu.
"Lho kok marah?!" lanjut Rendra.
"Jangan gitu sayang, jangan gitu sayang."
"Ciee bilang 'sayang' ke gue ."
"Apaan sih, kan nerusin lagu."
"Emang itu lirik lagu ya?"
"Iya, tadi kan lo lanjutin juga."
"Jadi kata 'sayang' itu cuma lagu?"
"Iya, lah"
'Kalau bisa sih, beneran," batin Syafa.
"Gue anggap bukan lagu tapi beneran kata lo."
"Up to you."
"Syafa, ya?" tanya seorang cowo yang tiba-tiba muncul.
"Eh iya, siapa ya?"
"Eh ada titipan nih," tanya orang itu tanpa menjawab pertanyaan Syafa.
"Dari siapa?"
"Gue gak bisa ngasih tau."
"Lho, kenapa?"
"Udah ambil aja."
"Jangan Sya!" kata Qiqi, yap mereka masih stay di kantin.
"Kenapa, Qi?"
"Gak dikenal soalnya."
"Yaudah kalau gak mau ambil juga gapapa. Gue pergi," ucap seseorang itu.
"Eh, jangan pergi dulu."
"Kenapa?"
"Gue ambil titipannya. Thanks ya," jawab Syafa sambil menggambil bag paper mini itu. Seseorang itu hanya tersenyumlalu pergi.
"Kenapa diambil sih, Sya?"
"Kasian kalau gak diambil, dia udah diamanahin ngasih ke gue, Qi."
"Coba buka, Sya."
Syafa membuka bag paper tersebut, baru dua detik dia membuka bag paper itu langsung ia jauhkan dari dirinya dan lari keluar dari kantin, dengan mata berkaca-kaca.
"Syafa kenapa?" tanya Raina.
"Emang isinya apa?" Tanya Qiqi. Kemudian tanpa basa basi Rendra langsug melihat isi bag paper itu, matanya memancarkan aura kemarahan.
__ADS_1
"Rai, Syafa takut apa?"
"Dia mah takut hantu sama ulat bulu doang. Kenapa emang?"
"Ck, brengsek!" Setelah mengucapkan kata itu, Rendra langsung pergi keluar dari kantin, menyusul Syafa, mungkin.
"Lah Rendra kenapa marah?" heran Wahyu.
"Coba Iq, liat isinya apa?"
"Ulat bulu!" pekik Faiq sambil membuang bag paper itu ke tempat sampah.
"Pantesan Rendra marah."
"Gue mau nyusul Syafa."
"Eh jangan, kasih waktu untuk mereka berdua, Qi,"
***
"Kamu bisa membuat aku lupa dengan kesedihan. Kamu mengembalikan kebahagiaan yang sempat hilang. Namun, setelah itu, kamu kembali membuatku jatuh ke lubang kesedihan yang lebih dalam."
Complicated Bubble
Di kelas 11 IPA 3, Syafa Sabila duduk ditempatnya dengan menundukan wajahnya dan tangan menjadi tumpuannya, dia sedang menangis, teman-temannya pun menghampiri dirinya, dan bertanya mengapa ia menangis, tetapi Syafa tidak menjawab, ia masih shock dengan apa yang ia lihat barusan, ulat bulu, menyebut namanya saja sudah geli, apalagi melihat kumpulan ulat bulu. Ah, merinding jadinya.
"Ada Syafa?" bu
"Eh kak Rendra, nih Syafa kak, daritadi gak berhenti nangisnya."
Rendra langsung mengusir teman-teman Syafa yang sedang membujuknya agar tidak menangis lagi, dan ia duduk di samping Syafa yang masih menunduk itu.
"Sya."
"Hiks hiks hiks," suara tangisan lah yang menjawab Rendra.
"Liat gue, Sya."
Syafa melihat Rendra. Ah, keadaan Syafa sangat lucu tapi juga sangat buruk. Keringat bercucuran di dahi dan pelipisnya, matanya yang memerah masih mengalirkan air matanya, hidungnya memerah. Rendra yang melihat keadaan Syafa, entah kenapa hatinya perih, ia tidak rela Syafa menangis seperti itu!
"gue sal-lah ap-pa si-i Ren?" tanya Syafa, sesegukan.
"Lo gak salah apa-apa. Tetapi orang itu yang salah udah buat lo nangis."
"Hiks hiks hiks."
Rendra yang tidak tahan melihat Syafa menangis langsung keluar kelas.
'Kok keluar sih? Jahat banget jadi cowo, gua lagi sedih bukannya dihibur,' batin Syafa, kemudian ia kembali keposisi awal, menunduk dan menangis.
jreng..
"Hei kamu jangan kau bersedih
Hei kamu jangan kau menangis."
Lagu berjudul Cantik yang dipopulerkan oleh Vierra mengalun indah, dinyayikan oleh Rendra. Tak lupa dengan gitar yang sedang dimainkan Rendra dengan lincahnya. Syafa yang mendengar suara Rendra langsung mencari sumber suara.
Melihat Syafa menatapnya, Rendra langsung menghampiri Syafa, dan melanjutkan bait lagu yang ia nyanyikan sambil melihat Syafa yang juga melihatnya.
Dan detik itu juga banyak orang yang mengelilingi mereka berdua, mulai dari teman sekelas Syafa, adik kelas maupun kakak kelas. Ah, kapan lagi live melihat cowok ganteng bernyanyi sambil memainkan gitar, tingkat kegantengannya auto bertambah!
"Hei kamu hidup ini indah
Hei kamu harusnya bersyukur
Kamu cantik bila tersenyum
Kamu cantik bila tertawa
Kamu cantik luar dan dalam
Bersyukurlah padaNya."
Jreng..
Rendra berhenti bernyanyi yang diakhiri oleh petikan gitarnya. Dia tersenyum melihat Syafa yang sudah berhenti menangis dan tersenyum tipis. Kemudian ia langsung menarik halus tangan mungil Syafa, mengajaknya berdiri. Setelah itu, ia memeluk Syafa. Tak disangka, Syafa membalas pelukan Rendra, dengan kencang.
__ADS_1
"Makasih," ucap Syafa tulus.
"Jangan nangis lagi, hati gue perih lihat lo nangis."
Syafa melepaskan pelukannya lalu menatap lekat Rendra.
"Makasih."
"Apapun untuk lo. Gue suka lihat senyum lo, nggak pernah bosan untuk dipandang. By the way lo lucu."
Rendra mencubit gemas pipi Syafa, lalu menangkup pipi Syafa dengan tangannya. Syafa tidak memberontak, dia hanya senyum tetapi juga risih dengan posisinya yang dikelilingi orang, keadaan saat itu sepi, yang lain hanya memandang dua orang yang menjadi pusat perhatian.
"Senyum lo itu sumber semangat gue. Tawa lo itu sumber kebahagiaan gue. Kesedihan lo itu sumber khawatir gue. Lo, bidadari gue."
Keadaan yang awalnya hening seketika menjadi riuh.
"OH MY GOOD!"
"Rendra, lo jahat!"
"Rendra guebaper!"
"Sya lo beruntung banget."
"Woi gue juga mau gituin."
"Pacar gue mana! Gue mau juga digituin!"
"Dede baper mas!"
"Ren tanggung jawab! Gue baper woi!"
"Rendra kok so sweet banget sih!"
"Rendra sama Syafa cocok deh!"
"Sya tukeran jiwa yuk!"
"Ah Rendra cocokan sama gue!"
"Lepas Ren."
"Kenapa?"
"Malu."
"Malu ya?" Rendra kembali memeluk Syafa dengan kepala Syafa berada di dada bidangnya. dagu Rendra menempel dengan kepala Syafa.
"Kalau gini, malu gak?"
"Ih Rendra!"
"Gak usah malu, ada gue."
Drrtt drrtt drttt
Getaran handphone yang berada di saku bajunya, membuat tubuh Syafa ikut bergetar.
"Kenapa? Sampe bergetar gitu, ya pelukan sama orang ganteng didepan orang?" goda Rendra seraya melepas pelukannya
"Ih gausah sok tau! Ini ada SMS!"
Syafa pun merogoh saku bajunya, lalu mengambil handphone yang bergetar pertanda masuknya SMS.
089641119644
Jangan dekat-dekat dengan Rendra!
'Ini siapa? Kenapa bilang kek gitu?' batin Syafa
"Dari siapa, Sya?"
"Dari Raina, katanya dia khawatir sama gue."
"Ah, lebih khawatiran gue dibanding Raina."
"Gak nanya."
__ADS_1