
Kalau udah kerasukan cinta itu susah. Bawaannya jadi gila sendiri setiap ketemu doi.
Complicated Bubble
Hari ini adalah hari di mana anak paskibra se-provinsi Jakarta akan berlomba di SMAN 1 Jakarta. Semua sekolah wajib ikut serta dalam perlombaan ini, termasuk SMAIT 4 Al-Azhar.
Dari pihak sekolah pun meminta agar siswa siswi yang tidak ikut lomba agar hadir guna memberi suport. Dan ada piala suporter terbaik! Jadi jangan salah, jika anak-anak ALKP banyak yang akan menyusul ke SMAN 1 Jakarta.
"Sya!" panggil Fiza.
"Heum?" tanya Syafa, matanya tak lepas dari handphone dan mulutnya yang mengunyah permen karet.
"Lo ikut kan nanti jam 9 ke smansa ?" tanya Fiza. Syafa tanpa ragu mengangguk mengiyakan. Mengingat, kemarin Rendra memintanya untuk datang ke sana, kalau gak nanti dia ga kosentrasi dengan dantonnya soalnya separuh nyawanya gak dateng. Lebay kan?
"Lo lagi ada masalah ya?" selidik Fiza, Fiza ini salah satu orang yang mengetahui kebiasaan Syafa jika ada masalah, ngunyah permen karet cuma sampai gak manis, kalau manisnya hilang pasti ganti permen karet yang lain. Biasanya, Syafa itu tahan sampai permen itu sudah pahit sekalipun.
"Biasa aja," jawab Syafa, sekarang dia malah berjalan ke arah papan tulis dan mencorat-coret papan tulis, kebiasaan.
"Gak usah bohong Mbaknya." Fiza mencubit pipi Syafa. Syafa langsung mengerucutkan bibirnya pertanda tidak suka. Memang faktanya dia paling tidak suka dicubit pipinya! Kecuali sama Rendra, itu mah malah nagih.
"Pijah gue lagi ngunyah permen karet!"
"Bodo amat, lo gak mau jujur, gak asik lo." Fiza berdecak sebal, Syafa yang gak kuat sama muka jelek Fiza itu langsing mengelepehkan permennya hingga menempel di hidung Fiza, lalu Syafa tertawa terbahak-bahak. Guling guling kayak orang keserupan.
"SYAFAAAAAAA HIDUNG GUE RABIES!"
...
Senyuman kamu.
Lengkungan yang aku butuhkan setiap hari,
Memang hanya lengkungan, namun efeknya sangat besar.
...
S
emua siswa siswi yang tidak membawa kendaraan namun ingin menjadi suporter boleh menumpang di bus sekolah. Syafa dan Fiza yang berangkat sekolah diantar pun mau tidak mau harus ke sana dengan bus sekolah. Namun ketika bus sekolah akan berangkat, Syafa dan petugas PMR lainnya diminta untuk menangani siswa yang mengalami kecelakaan kecil. Ingat, Syafa menggeluti organisasi PMR. Jadi, Syafa turun dari bus dan mengatakan kepada Fiza akan menyusul dengan anggota PMR lainnya.
Sekarang jam menunjukkan pukul 11.00 anggota PMR baru ingin berangkat menuju SMAN 1 Jakarta. Syafa memilih untuk dibonceng dengan Hana. Diperjalanan, Syafa membuka handphonenya yang 2 jam belakangan tadi ia abaikan, kasihan. Ada banyak notifikasi dari Rendra, membuat Syafa mengulas senyum tipis.
Rendrazha Di Hatiku
SYAAAAAA-YANG!
KOK KAMU GAK ADA SIH?
__ADS_1
AKU NYARIIN KAMU MUTER-MUTER :(
Kamu di mana!?
Ya Allah separuh nyawaku tidak ada :"(
Syafa, kangen, sini ih :(
Aku sebentar lagi tampil nih:(
Nanti kalo ga fokus tanggung jawab ya :"
Syaaaaa kamu harus dateng
Aku tunggu!
Membaca pesan Rendra bahwa dia sebentar lagi tampil membuatnya panik setengah mati! Ia harus menonton Rendra! "Na, kebut dikit sih, udah mau tampil nih," suruh Syafa.
"Yeuh, udah nebeng, nyuruh-nyuruh lagi, kampret emang lo Sya."
"Kan penebeng adalah raja, Na."
"Cih, mauan disama-samain sama raja, rajakan cowo."
"YAUDAH GUE RATU CANTIK. KARENA GUE RATU CEPETAN KEBUT BIAR NGALAHIN ROSI YA NA! RATU GAK TERIMA PENOLAKAN! KERJAKAN NOW!"
"Gue bukan besaran jadi gak bisa diturunin," jawab Syafa sambil menampakan cengiran yang entah Hana lihat atau tidak.
Sesampainya di parkiran, Syafa langsung lari menuju lapangan yang ramai, meninggalkan Hana begitu saja yang sekarang berdecak sebal dengan tingkah Syafa, untung teman. Di sana terlihat banyak anak ALKP yang sedang berteriak menyemangati, Syafa berlari mendesak, nyempil-nyempil berhadiah, beruntung badan Syafa kecil jadi sekarang dia sudah berada di depan. Ia tersenyum, melihat Rendra dan kawan-kawan yang tengah bersiap-siap menunjukan aksi baris-berbaris di tengah lapangan. Tepat waktu!
"RENDRA!" teriak Syafa, dan berhasil di tangkap oleh indra pendengaran Rendra. Rendra menatap Syafa dari kejauhan dan menggembangkan senyumnya. Syafa mengepalkan kedua tangannya, menyemangati dengan bahasa isyarat dan dibalas anggukan oleh Rendra sebelum akhirnya muka Rendra kembali datar karena komando dari Wahyu, selaku danton, guna memasuki lapangan dan menampilkan aksi mereka.
Setelah variasi-formasi selesai, menandakan selesai sudah aksi cetar dari mereka. Pasukan yang dipimpin oleh Wahyu meninggalkan tengah lapangan disertai tepuk tangan dan teriakan yang menggelegar. Syafa membuka tasnya dan mengambil aqua botol yang sempat dia beli sebelum berangkat bersama Hana. Syafa berjalan menghampiri Rendra dan menyerahkan minuman. Rendra mengambilnya degan senang hati, dan meminumnya tanpa sisa.
"Kamu keren banget tadi!" Syafa exited. Rendra yang gemas langsung mengacak-acak anak rambut Syafa sembari terkekeh. "Makasih udah datang," tulus Rendra.
"Senang?" goda Syafa.
"Senang banget! Jadi pengin peluk, boleh gak?" balas Rendra.
"Gak boleh!" jawab Syafa, Rendra menunjukan ekspresi kecewa yang dibuat-buat refleks membuat Syafa tertawa. "Mukanya gak usah sok sedih!" Syafa mengelap wajah Rendra dengan satu tangan. Rendra ikut tertawa melihat gadisnya itu tertawa.
"Mau foto gak?" tawar Rendra.
"Mau!" angguk Syafa dengan semangat. Lagi lagi Rendra jadi gemas sendiri melihatnya, Rendra memanggil Faiq, dengan gerakan cepat, Faiq berlari dan sekarang dia berdiri tepat di depan Rendra.
"Apaan?" tanya Faiq.
__ADS_1
"Fotoin gue dong, pake kamera lo."
"Kampret ya lo manggil gue cuma buat dijadiin fotografi, hayati sakit bang!" dramatis Faiq.
"Gak usah drama dulu dasar jomblo," ledek Rendra.
"Beda aja yang udah taken mah, aku mah apa atuh hanya daun yang dimakan ulat, gak berguna."
"Nah itu tau, jadi mending lo fotoin gue biar berguna hidup lo," sahut Syafa.
"Untung calon bini Rendra, sabar-sabar orang ganteng pasti punya pacar."
"Apa banget sih lo! Udah sana mundur dikit fotoin kita," suruh Rendra.
"Iya-iya," dengus Faiq.
Rendra merangkul Syafa lalu menyengir pepsodent udah kayak iklan, sedangkan Syafa menyunggikan senyuman manisnya. Dalam hati Syafa berteriak PERTAMA KALI FOTO SAMA RENDRA COY!
"Lagi?" tanya Faiq. Dan dijawab anggukan oleh Rendra membuat Faiq mendengus kesal.
Pose kedua, Rendra bersidekap dada sedangkan Syafa menaruh kedua tangannya di pinggang, mereka saling bertatapan satu sama lain.
Pose ketiga, formal. Berdiri tegak sambil menampakan senyumnya, namun sebelum foto itu diambil, Rendra dengan jahilnya menggendong Syafa. Dan terambilah pose Rendra yang tertawa sambil menggendong Syafa, sedangkan Syafa menatap Rendra sebal, imut dan menggemaskan!
"Rendra turunin ih!" paksa Syafa, namun Rendra tidak menurunkan Syafa melaikan berlari menyusuri koridor dengan tetap menggendong Syafa. Aksi Rendra membuat para wanita histeris berteriak memuji ketampanan Rendra dan keromantisan Rendra, ada juga yang berteriak pengin di posisi Syafa. Ngarep haha.
"Rendra!" kesal Syafa.
"Turunin gak! Kalau gak, aku gak mau ketemu kamu seminggu!" ancam Syafa. Ancaman Syafa berhasil membuat Rendra menurunkan Syafa.
"Diacam baru diturunin, dasar!" decak Syafa.
"Ya, mana tahan aku gak ketemu kamu seminggu, gak ketemu sehari aja rasanya pengin ketemu terus."
"Lebay!" ledek Syafa. Oke kali ini Rendra gak bisa nahan diri untuk tidak gemas dengan gadis ini, satu tangannya menekan kedua pipi Syafa hungga bibirnya berbentuk seperti ikan koi.
"Kamu lucu," ucap Rendra tangannya tak lepas memainkan pipi Syafa yang seperti squisy itu.
"Lew-paws." kata Syafa, tangannya memegang tangan Rendra yanng masih betah memaikan pipinya.
"Hah? Apa?" kekeh Rendra.
"Lew-paws-iwn," sentak Syafa berhasil memerdekaan pipinya. Namun kini tangannya yang dijajah oleh Rendra. Tangan Syafa digenggam erat oleh cowo itu, dan tanp berdosa menunjukan senyuman manisnya yang khusus ditunjukan kepada Syafa.
"Kamu lucu, jadi pengin aku bawa ke KUA sekarang juga." perkataan Rendra membuat jantung Syafa memberontak tanpa ampun. Syafa berusaha mengontrol dirinya, setelah itu Syafa berbicara, "Masih lama!" Tangan Syafa menjitak kening Rendra membuat si pemilik kening tertawa. Anehkan? Namanya juga kerasukan cinta jadi bawaannya bahagia terus.
"Jadi mau nih nikah sama aku?"
__ADS_1