Cukup aku saja

Cukup aku saja
Dia yang berbeda


__ADS_3

Aku Lia...


Melia Anggraini Putri. Aku anak semata wayang dari pasangan dokter yang waktunya hampir tak ada untukku. Saat ini aku tinggal dengan kedua orang tuaku. Aku masih sekolah SMA di salah satu sekolah favorit.


Selama aku sekolah temanku tidak banyak, hanya ada satu orang, itupun sejak kami duduk di bangku sekolah dasar.


Seorang lelaki, menjadi sahabat karib ku. Padahal, dengan wajahnya yaaaaa....yang cukup bisa dibilang lumayan menurutku, mampu menggaet deretan gadis cantik yang bisa ia pilih seperti milih baju di mall.


Tony Bagaskara


Nama yang selalu di kumandangkan oleh para siswi di setiap kelas dimana pun ia bersekolah. Sampai para guru wanita yang masih melajang pun siap melahapnya hidup-hidup untuk dijadikan husband handsome mereka.....


Teeet....teeet....teeet....


Lia :"udah bel masuk nih Ton, buruan ayo masuk kelas. Habis ini kan kimianya Bu Linda, aku nggak mau lihat tanduknya keluar" sambil merapikan bekas makan dan berlalu membayar ke bibi kantin.


Tony :"Iya iya....sabar dikit apa" sahut Tony dengan tergesa gesa menyelesaikan makannya sambil berjalan ke bibi kantin.


Tony :"Bi Ijah, makan ku hari ini di bayarin Lia ya...." sambil berlalu tanpa memperdulikan diriku.


Aku hanya bisa menarik nafas panjang sambil menepuk dahiku dan memberikan uang kepada Bi Ijah. Setelahnya akupun berlalu untuk masuk kelas.


Bel pulang berbunyi.


Seperti biasa, aku pulang bersama dengan Tony, ya....karna hanya dia temanku.


Mungkin kalian bertanya mengapa aku tidak punya teman perempuan atau teman laki laki. Siapa lagi dalangnya kalau bukan si Tony, dia terlalu overprotektif dalam memilih teman untukku. 1001 macam alasannya.


Tony :"orang tuamu jaga apa hari ini,??"


Lia :"Mereka jaga siang, pulangnya jam 8 malam, itupun kalo lagi. Temenin aku dulu ya, sampai mereka pulang....!!!!"


Tony :"oke...tapi pakai imbalan ya....!!!"


Lia :"Imbalan apa,????"


Sebelum Tony menjawabnya, ada seorang gadis yang datang menghampiri dengan wajah yang malu malu..


Gadis :"Ton, bisa kita ngomong berdua nggak bentar" pinta gadis itu yang tak ku tau entah siapa namanya


Tony :"Ngomong aja disini." dengan nadanya yg ketus


Aku pun menjadi kaget mendengar suara ketus dan dingin dari Tony, setahuku ia orang yang lemah lembut terhadap wanita. Tak pernah ia berbicara kasar.


Gadis :"emmmmm...." dengan malu malu sambil menatapku.


Akupun tau maksud tatapan itu. Gadis ini ingin menyatakan cintanya pada Tony. Aku beranjak untuk pergi meninggalkan mereka untuk memberikan ruang dan waktu untuk gadis itu.


Sebelum aku beranjak pergi Tony memegang tanganku, aku pun menjadi bingung, apalagi gadis yang ada di depannya.

__ADS_1


Tony :"Kalo ada yang mau diomongin, omongin aja langsung, ngapain pakai ngomong berdua segala, kenal aja nggak." jawabnya dengan ketus


Gadis :"aku mau ngomong kalo aku suka ma kamu, aku mau kita jadian, aku mau jadi pacarmu..." dengan wajah menunduk sambil menahan malu


Tony :" Kamu lihat kan cewek sebelah aku," sambil menunjukkan gandengan tangan kita. "dia pacarku, kalo kamu ada waktu buat nembak aku, mending pake belajar aja, ganggu orang berduaan aja" menarikku sambil berlalu di hadapan gadis itu tanpa memperdulikannya.


Baru kali ini aku melihatnya berbicara dengan wanita lain secara langsung di hadapanku. Apakah selama ini ia selalu bersikap seperti itu,? Tapi mengapa denganku dia selalu lembut,??


Sepanjang perjalanan Tony hanya diam sambil menggandeng tangan ku. Aku pun hanya terdiam, memikirkan sikap Tony pada gadis itu.


Tony :"udah sampai rumahmu ni, maaf, aku nggak bisa nemenin kamu sampai orang tuamu pulang"


Lia :"ah....iya, nggak papa kok. Kamu pulang aja. Makasi udah nganterin aku sampai rumah"


Tony :"kalo ada apa-apa kamu langsung hubungin aku ya"


Lia :"iya bawel. Aku masuk ya, hati-hati di jalan"


Aku pun masuk ke dalam rumah. Rumah yang luas tapi sepi penghuni. Mama sama papa memang tidak menyewa pembantu. Karna tadi sebelum berngkat kerja mama udah masak jadi aku makan makanan yang tadi pagi untuk siang ini.


Aku masuk kamar, merebahkan diriku di kasur. Masih berkutat dengan pemikiran ku sendiri tentang sikap Tony tadi siang saat pulang.


**Bunyi pesan masuk


Tony**


Maaf


Lia


Kukirimkan emoticon bingung, karna tiba-tiba dia mengirimiku pesan dengan kata-kata maaf.


Tony


Maaf, udah bikin kamu kaget ma sikapku barusan.


Kamu sama siapa dirumah,?


Lia


iya,,nggak papa koq, selow aja. Masih sendiri ne sambil tiduran


Tony


Perlu aku temenin nggak,? Juga dirumah aku sendirian.


Lia


Nggak usah, aku nggak mau ngerepotin kamu. Gimana-gimana kalo ada apa-apa kalo orang tua ku belum pulang nanti aku hubungin kamu koq.

__ADS_1


Tony


Emmmm....oke...terserah kamu aja.


Lagi sekali aku minta maaf ya....


Lia


Hemmmmm.....oke...no problem


Aku meletakkan HP ku di samping, dan aku pun mulai menutup mata karna sudah mulai mengantuk.


----------------------------------


Mama :"Lia....bangun sayang....Lia...."


Aku mengucek mataku, karna sayup ku dengar suara mama memanggilku.


Mama :"Kamu ketiduran sampe malem sayang, bangun dulu ayo, kita makan malam dulu, mama yakin kamu pasti belum makan malamnya" seru mama sambil berusaha membangunkan ku.


Lia :"heeeeeemmmmmm....iya ma...Lia bangun sekarang. Lia cuci muka dulu kalau gitu"


Setelah cuci muka, aku dan mama pergi ke dapur untuk makan malam bersama. Di meja makan papa sudah menunggu kami untuk bersantap bersama


Papa :"gimana persiapan kamu untuk ujian,?"


Lia :"udah pa...tenang aja...anak papa yang cantik ini yakin 1000% akan lulus"


Papa :"PD itu penting, tapi harus juga ada buktinya. Buktikan dengan nilai..."


Lia :"iya sih pa...."


Mama :"kamu yakin mau ambil jurusan kedokteran, nggak ambil jurusan lain aja,? Jadi dokter itu ya.....sibuk kayak mama papa sekarang"


Lia :"sangat yakin koq ma....juga dari dulu itu kan dah jadi cita-citanya Lia ma"


mama :"ya udah kalau memang kamu dah yakin ma pilihannya kamu, ya...mama sama papa sih oke-oke aja....."


Papa :"gimana hubunganmu sama Tony, udah sampe tahap mana,?


Lia :"Pa...kan dah aku bilang, aku sama Tony itu cuma temenan aja, nggak lebih koq"


Papa :"ehhhmmmmm.....oke...sampe saat ini papa akan percaya" sambil tersenyum ke arah mama.


Lia :"Lagi nyembunyiin apa sih mama sama papa,? Tanyain Toni terus,?"


Papa :"Gak ada yang disembunyikan kok, kamunya aja yang mikir berlebihan.!"


Mama :"Udahan berantemnya, makan dulu baru ngobrol lagi.!"

__ADS_1


"Kenapa aku jadi curiga sih ke papa, setiap kali selalu tanya aku sama Tony.?" tanya Lia dalam hati. Kemudian melanjutkan makan malamnya.


__ADS_2