
"Tony pulang ya om... assalamualaikum"
"Lha...terus aku kapan di panggil papa donk Ton....Ton....eh....Tony....iiiiisssssshhhhh dasar, waalaikumussalam..."
_________________&&&&____________________
Era perkuliahan pun dimulai
Hari ini aku sama Tony sudah mulai masuk kuliah. Ruangan baru, teman baru, tapi aku tak yakin, bukan tak yakin hanya tak percaya diri apakah di masa baru ini aku akan mendapatkan teman baru atau tidak. Kalian taukan gimana posesifnya Tony dalam milihin aku temen. Sebenernya sering dalam otak aku, yang temenan kan aku, yang jalanin kan aku juga, koq jadi dia yang ribet gitu loh.
Setelah masuk dalam ruangan, kemudian seorang dosen masuk dalam ruangan. Seorang pria paruh baya dengan kepala ala profesor (plontos tengah) mulai memperkenalkan diri dan memulai dengan perkenalan para mahasiswa.
Saat giliran Tony memperkenalkan diri, seluruh mata wanita yang ada di ruangan seperti hyena betina yang menunggun pejantannya buat ngawinin mereka....
Astagaaaaa.....pada buta mungkin tu mata, ganteng siiiihhhh iya, aku sendiri seandainya bukan sahabatnya mungkin dah klepek klepek kayak ikan mabok yang kekurangan air karna di obok-obok..... Tapiiiii.....kalo tau aslinya...beeuuuuhhhhh.....welcome to neraka dunia.....
Setelah acara perkenalan, dosen pun membagikan jadwal makul (mata kuliah) yang dia pegang, untuk makul yang lain ya aktif sendiri donkz nyarinya.
__ADS_1
Aku dan Tony pun berlalu ke ruang dosen untuk mencari jadwal kuliah. Setelah dapat rencana mau pulang karna sudah tidak ada dosen yang mau ngisi lagi.
Tapi, sebelum kami pulang, kami mampir makan siang dulu di kantin. Saat duduk di kantin sambil tunggu pesanan datang, tiba-tiba....
"Kita 1 kelas kan,?" Seorang lelaki duduk di sebelahku.
"Hm,??" Tanyaku bingung
"Kenalin, aku Ryan, aku juga ambil jurusan kedokteran, kita 1 kelas..!" Sambil menyodorkan tangannya mengajak berkenalan.
"Kamu,?" Beralih ke Tony
"Aku Tony" tanpa membalas jabatan tangan Ryan
Ryan pun menarik tangannya kembali dengan sedikit cemberut.
"Kamu nggak ikutan mesen makan juga,?" Tanya ku memecah kecanggungan dan kekecewaan Ryan pada sikap Tony.
__ADS_1
"Udah koq lagi bentar dateng. Lia, bisa tukeran nomor hp, kalo misal ada apa-apa kita bisa saling contack gitu" sambil menyodorkan hpnya.
Aku pun langsung mengambil hp Ryan untuk mengsave nomorku di hp Ryan. Tanpa memperhatikan sorot mata tajam di seberang lautan sana (maksudnya mata Tony ya gaes)
"Makasi ya, aku miscall nomor kamu ya,!"
Sebuah nomor baru masuk ke hp ku. "Okay, udah masuk, aku save nomor kamu ya,!!" Dan aku langsung mengsave nomor Ryan di ponselku.
"Kamu nggak butuh nomor aku, ato cuma modus aj buat deketin Lia. Kalo buat deketin cewek sebelah kamu, mending kamu mikir dulu 1000 kali,!!" Protes Tony karna mulai tak sabar dengan sikap Ryan ke Lia.
"Ah...ehm...boleh aja sih kalo kamu mau kasi nomor kamu,!" Sambil memberikan Tony hpnya.
Selang beberapa saat makanan pun tiba, dan mereka pun mulai makan bertiga. Tetapi, hawa penghuni kursi di depan Lia dan Ryan seperti hawa ingin menerkam mangsanya...
Sial, kutu kupret ne anak, berani banget deketin calon bini gue, nggak tau apa lakinya ada di depan...ya Allah...segini besar ujian yang kau berikan, kalah ma ujian masuk.....alamat saingan baru dah.....mana ne sianida sianida....astagfirullah....
______________&&&&&&_____________
__ADS_1