
Sebelumnya maafkan author karna baru bisa update lagi, dikarenakan kesibukan yang padat sehingga harus meninggalkan dunia yang nyata ini.
______&&&&______
Setelah Lia mendapatkan apa yang ia inginkan, Tony pun mengajak Lia untuk pulang.
Lia :"Kita mampir cari makan dulu ya, lapar ne...!"
Tony :"Iya sayang. Oh ya, besok piket apa,?"
Lia :"Piket malem. Kenapa,?"
Tony :"Paginya kita periksa kandungan kamu ya sayang, biar aku bisa tau kandungan kamu sehat nggaknya, juga ngobatin ngidamnya sayang yang aneh itu....!"
Lia :"Hehehe....maaf sayang...aku juga maunya nggak kayak gini, tapi ya mau gimana lagi, yang penting aku bisa makan. Terus kita periksanya jangan di rumah sakit ya, cari tempat lain yang nggak ada kenal sama kita,!" pinta Lia.
Tony :"Iya sayang....!" sambil mengelus kepala Lia. "Terus sekarang maunya makan apa,?"
Lia :"Aku mau makanan yang sayang masak..."
Tony :"Oke...kalo gitu kita belanja dulu, baru kita masak ya...!"
Mereka pun menuju ke minimarket terdekat. Sesampainya di minimarket, Lia dan Tony pun mulai mengisi keranjang belanjaan mereka. Saat sampai di tempat sayur, tangan Lia bertemu dengan sebuah tangan yang sama-sama mengambil jenis sayur yang di pilih. Seketika Lia pun menoleh ke pemilik tangan tersebut.
Lia :"Mas Ifan....mau beli sayur juga..."
Ifan :"Iya ne, mau masak...maklumlah tinggal sendiri...jadi semua urus sendiri deh. Kamu sama siapa ke sini,? Mana si Tony,?" sambil mencari keberadaan Tony.
Lia :"Lagi cari daging mas, aku pingin makan masakan Tony, akhirnya kita belanja kesini dulu..!"
Ifan :"Ooohhh... Gimana mualnya,? Masih nggak bisa bauin apa-apa ya,?"
Lia :"Kan ada ini mas...!" sambil mengeluarkan baju Ifan dan tersenyum sambil menghirup baju Ifan.
__ADS_1
Ifan :"Lain kali...jangan senyum manis kayak gini di depan cowok lain selain ke aku atau ke Tony...." ucap Ifan tiba-tiba sambil memegang lembut pipi Lia.
Lia pun hanya terdiam mendapatkan Ifan yang memegang wajahnya. Tiba-tiba Tony langsung menghempaskan tangan Ifan yang memegang wajah Lia.
Tony :"Apaan sih pake pegang-pegang segala,? Sial banget ketemu sama kamu lagi disini..." tanya Tony marah.
Ifan :"Kalo kamu mau Lia nggak di ambil orang, harusnya tu kamu tetep di sampingnya jagain dia."
Lia :"Maaf sayang....(sambil memegang tangan Tony) Mas Ifan maaf...Lia tertolong dengan deket sama Mas Ifan, tapi bukan berati Lia ngasi harapan ke Mas Ifan. Saat ini Lia sudah jadi seorang ibu, dan akan menjadi seorang istri. Dan itu adalah karena Tony. Lia harap Mas Ifan bisa cari cewek lain...banyak yang lebih dari Lia mas. Walaupun begitu Lia harap, kita masih bisa deket layaknya saudara." jelas Lia pada Ifan.
Ifan :"Mas tau. Tapi...asalkan kamu tau, bagaimana pun, di hati mas cuma kamu. Meskipun kamu jadi milik Tony. Jadi biarin aja mas dengan perasaannya mas ini. Dan maaf...mas akan jaga sikap...!"
Tony :"Karena Lia udah ngasi tau apa yang harus kamu perbuat, jadi tolong jaga jarak."
Ifan :"Mas pulang dulu ya, kebetulan belanjaannya mas juga udah dapet semua. Bajunya mas jangan di buang ya, kasi tau Tony juga."
Lia :"Iya mas pastinya. Mas nggak ikutan maem bareng aja,?"
Ifan :"Mang mas boleh ikutan maem bareng,?" senyum Ifan sambil menoleh ke arah Tony.
Lia pun hanya menjawab dengan senyum, dan berlalu mencari buah. Meninggalkan 2 makhluk yang terdiam di belakangnya.
Setelah memilih bahan-bahan yang akan dimasak malam ini, Lia dan Tony pun kembali ke apartemen Tony. Dan jangan lupakan Ifan yang setia nguntilin di belakangnya Lia, jelas dengan kendaraannya sendiri dan mengikuti mobil Tony.
Sesampainya di apartemen Tony, mereka pun masuk. Tony langsung menuju dapur dan merapikan belanjaan. Ifan mendudukkan dirinya seakan rumah milik pribadi. Sedangkan Lia langsung menuju kamar mandi.
Hoooeeeekkk.....hoooeekkkk....
Terdengar suara Lia yang sedang muntah di kamar mandi. Sontak saja Ifan dan Tony menuju ke sumber suara. Sesampainya di depan kamar mandi, mereka menunggu Lia dengan setia, seperti anak anjing yang duduk cantik dikasi makan sama majikannya.
Setelah puas mengeluarkan semua isi perutnya, Lia pun keluar dari kamar mandi dan terkejut melihat 2 orang laki-laki yang menunggunya di depan kamar mandi.
Lia :"Pada ngapain numpuk di depan kamar mandi,?" tanya Lia kebingungan.
__ADS_1
Tony :"Aku denger kamu muntah-muntah lagi sayang...makanya aku langsung ke sini buat lihat keadaan kamu,! Gimana,? Masih mual rasanya,?" tanya Tony khawatir dan mendekat ke arah Lia untuk merangkulnya dan membawanya istirahat. Tapi belum sampai tangan Tony yang akan merangkul Lia, Lia langsung menutup mulut dan hidungnya.
Melihat Lia yang akan muntah lagi langsung saja Tony mengambil jarak menjauh darinya. Ifan pun maju dan merangkul bahu Lia, meninggalkan Tony dengan senyum licik penuh kemenangan.
Tony :"Kutu kupret, kalo nggak lagi ngidam, udah tak formalin tu kampret..." gumam Tony dengan kesal setelah Ifan meninggalkannya dengan Lia.
Tony pun langsung menyusul Lia dan Ifan.
Tony :"Sayang, kamu mau makan lagi atau mau istirahat,? Biar aku bikinin kamu susu ya. Tadi sempet beli susu ibu hamil rasa coklat."
Lia :"Aku makan dulu yank. Susu juga boleh...mungkin bisa berhenti muntahnya." sambil menidurkan kepalanya di bantalan sofa. Dan Ifan sedang duduk manis dengan tersenyum karena Lia hanya bisa dengan dirinya sambil mengelus punggung Lia dan memijat pelan kepalanya.
Tony yang melihat tingkah Ifan pun menjadi gerah.
Tony :"Tu tangan kalo nggak mau jadi sup nggak usah elus-elus biniku, modus aja pake pegang-pegang segala.!"
Ifan :"Calon bini bukan bini. Lagian Lianya aja nyaman deket ma aku, ngapain kamu yang sewot...!" sambil tetap memijat pelan kepala Lia.
Lia :"Mas Ifan....Tony sayang....bisa kan kalo nggak berantem....aku pusing ne...!" pinta Lia dengan nada yang lemah. "Mending sekarang Mas Ifan bantu Tony, aku mau tidur di kamar aja." sambil berlalu menuju kamar Tony.
Tony :"Ibu hamil yang minta ne. Buruan ke dapur bantu aku masak."
Ifan :"Maaf. Tanganku nggak biasa kerja di dapur." cuek Ifan sambil bersiap berlalu. Tiba-tiba saja Lia berteriak dari dalam kamar.
Lia :"Mas Ifan harus masakin lauknya ya.....!!"
Ifan pun hanya diam mematung mendengar teriakan dari Lia.
Tony :"Hem.....****** lo..... bumil tu yang minta. Buruan kerjain, aku nggak mau anakku besok ileran gara-gara kemauan emaknya nggak diturutin sama yang disuruh....!" ejek Tony sambil tertawa dan kembali ke dapur untuk menyiapkan makanan.....
-----&&&-----
Maaf karna sangat lama tidak up. Untuk menebusnya maka akan saya up kan sampai tamat.....
__ADS_1
Selamat membaca....
😘😘😘😘😘😘😘