Cukup aku saja

Cukup aku saja
RIP : RIZQIFAN WIJAYA


__ADS_3

Mendengar kata talak dari Ifan semakin membuat suasana tak tenang. Ifan yang tiba-tiba sakit, langsung menceraikan Lia. Membuat Lia berfikir flash back tentang pertanyaan serta sikap Ifan yang berbeda dari beberapa hari setelah ia melahirkan.


Ifan :"Aku. . .mohon. . .kembalilah pada. . .Lia. . .!"


Tony :"Berhenti berbicara dan gunakan waktumu untuk bernafas dengan benar..."!


Tiba-tiba saja monitor yang dipasangkan di badan Ifan menandakan garis lurus panjang disertai suara "niiiiiiiiiiiittttttttt......"


Spontan saja Tony berteriak memanggil dokter jaga. Beberapa dokter langsung datang dan melakukan RJP kembali tetapi gagal. Dan sesuai surat persetujuan donor organ yang sudah disetujui oleh Ifan dan X, dokter langsung membawa Ifan ke ruang operasi dan menyuruh X untuk mengikutinya juga.


Ayah Ifan tidak bisa berkata apa-apa lagi, karena ini adalah permintaan terakhir dari Ifan. Dan ia pun mengikuti dokter menuju ruang operasi dan mengajukan dirinya untuk masuk tim operasi pada anaknya.


Sedangkan di dalam ruangan tadi, masih ada mama, Al, papa, Lia dan Tony. Papa mendekat ke arah Tony yang masih berdiri dengan menggunakan tongkatnya. Memeluk anak laki-laki yang sudah ia anggap sebagai anaknya sendiri.


Papa :"Syukurlah kamu masih hidup nak, syukur kamu selamat nak...kembalilah pada kami....!" ucap papa Lia yang masih memeluk Tony.


Tony :"Iya pa, iya...aku akan kembali pa...!" tangis Tony sambil memeluk erat papa Lia.

__ADS_1


Mama Lia pun mendekat ke arah Tony sambil membawa Al.


Mama :"Nak....mau kamu gendong anakmu,?"


Tony pun melepaskan pelukan papa dan beralih ke arah mama, melihat bayi dalam gendongan mama Lia. Ia menyentuh pipi Al yang sedang tertidur. Langsung saja Al terbangun dan memegang jari Tony. Tony pun duduk di kursi yang sudah diambilkan oleh papa Lia. Mama menyerahkan Al kepada Tony. Tony mengambilnya, menggendong Al, mendekapnya, mencium pipi anaknya.


Tony :"Maafkan ayahmu ini...yang tidak bisa menemani mu dan bundamu....!" sambil mencium kembali wajah Al.


Mama dan pala Lia pun keluar dari ruangan, pergi menuju ruang tunggu operasi untuk menanti jenazah Ifan yang sedang di operasi untuk pendonoran organ.


Lia :"Sekarang aku harus bagaimana,?"


Tony :"Apakah aku akan terlambat jika aku menikahimu,?"


Lia :"Maka tunggulah sampai masa eddahku berakhir (waktu seorang wanita yang sudah di talak untuk dirujuk atau menikah kembali),!" dengan tersenyum sambil menghapus air matanya yang hampir jatuh.


Tony :"Selama apa pun, aku selalu menunggumu. Siapakah nama lengkap anak kita,?"

__ADS_1


Lia :"Muhamad Al Farizki."


Tony :"Nama yang bagus. Dan di panggil Al. Apa Ifan yang memberikannya nama,?"


Lia :"Bukan. Ayah yang memberikannya.!"


Tony :"Al adalah cucu dari Om Dika juga. Bisakah kau ambil Al, sepertinya ia mulai kehausan,!" sambil menyerahkan Al kepada Lia. Dan Lia pun duduk di kursi yang disediakan Tony dan mulai menyusui Al.


Setelah beberap jam dilakukan operasi, akhirnya ayah Ifan keluar dengan mendorong jenazah Ifan.


Ayah :"Aku akan membawa Ifan pulang untuk dimandikan di shalatkan."


Papa :"Aku akan ikut denganmu. Ifan juga anakku."


Tony :"Kami semua akan ikut bersama sampai pemakaman Ifan."


Ayah :"Terimakasih....terimakasih banyak...!" ucap ayah Ifan sambil menangis dan papa Lia langsung memeluknya, memberikan sandaran serta kekuatan seorang sahabat.

__ADS_1


__ADS_2