
Pagi hari yang cerah, aroma tanah basah setelah hujan turun membasahi bumi semalaman, cahaya sinar matahari yang mengintip di celah-celah jendela semakin menambah nikmatnya aroma basah karena hujan di pagi hari.
Lia masih tertidur dengan nyaman di balik selimut tebal nan hangat. Saat akan bangun ia merasakan sesuatu menindih perutnya. Siapa lagi kalo bukan tangannya Tony yang sedang merangkul dengan indahnya di perut Lia.
Lia pun merubah posisi tidurnya jadi menghadap ke arah Tony. Tony masih tertidur pulas akibat olahraga yang mereka lakukan semalam. Melihat Tony yang masih tertidur, tangan Lia mengelus lembut wajah Tony. Lama memandang wajah Tony, Lia tiba-tiba mencium lembut bibir Tony dan memandanginya kembali.
"Aku bahagia bisa jadi milikmu, menjadi orang yang kamu cintai. Dan aku bersyukur, kalau orang yang yang berada di sampingku selamanya itu adalah kamu....Aku cinta kamu Ton, aku harap kita bisa terus selamanya..." gumam Lia pelan.
Tony :"Aku juga sangat sangat mencintaimu sayang....!" jawab Tony tiba-tiba sambil memegang tangan Lia dan menciumnya.
Mendapatkan reaksi seperti itu Lia pun menjadi kaget.
Lia :"Kapan bangunnya,?"
Tony :"Dari kamu pegang muka aku,!" sambil memeluk kencang Lia.
Lia :"Kenapa gak langsung bangun aja,?" sambil mendongakkan wajahnya yang tenggelam di dada Tony.
Tony :"Kalo aku langsung bangun, kan aku jadi gak bisa dengar pernyataan cinta dari kamu....!" sambil mengecup kening Lia.
Lia :"Udah ah...nggak usah dibahas, aku jadi malu...!" kembali memasukkan kepalanya ke dada Tony.
Tony :"Aaahhhhh.....kamu bikin aku tegang pagi-pagi. Mumpung ada waktu...aku makan kamu lagi dah....!" langsung menyerang Lia dengan cumbuan yang bertubi-tubi hingga berlanjut menjadi olahraga ranjang.
Setelah selesai berolahraga, Lia membersihkan diri. Setelahnya ia langsung menuju dapur Tony, dan Tony pun bergiliran masuk ke kamar mandi. Setelah 15 menit, Tony pun sudah selesai mandi dan Lia pun sudah selesai menyiapkan sarapannya.
Tony pun langsung menghampiri Lia dan mencium pipinya kemudian duduk untuk sarapan.
Tony :"Baju kamu kemana sayang, kok gak pake,? Biar gak pakai kemeja aku lagi...!"
Lia :"Gak suka lihat aku pakai kemeja kamu ya,??"
Tony :"Bukan gak suka...tapi sekarang jadi hobi baru aku bisa lihat kamu pakai baju aku yang kebesaran kalau kamu pakai. Yang di bawah tegang terus...pingin masuk lagi....!" canda Tony.
__ADS_1
Lia :"Iiiiiii.....mesum...!" langsung pergi masuk ke kamar untuk ganti baju.
Tony :"Kenapa ganti baju sayang,?" goda Tony.
Lia :"Iya. Biar kamu gak horny terus ngelihat aku." jawab Lia ketus sambil berjalan ke meja makan dan menghabiskan sarapannya.
Setelah selesai sarapan, Tony pun mengantar Lia kembali kerumahnya. Setelah mengantarkan Lia, Tony pun langsung pamit kembalk ke apartemennya karena ia dapat shift siang hari ini. Sedangkan Lia, ia dapat malam karena menggantikan jadwal temannya.
"Sepertinya aku harus membeli lebih banyak kemeja lagi buat Lia....jadi tambah seksi kalo pake kemeja....Aaahhhhh.....gila....mikirin Lia pake kemeja aja udah bikin otak error....!" celoteh Tony dalam mobil sendirian.
Seperti biasanya, Lia dan Tony bekerja sesuai jadwal shift masing-masing. Masalah komunikasi, meskipun tak pernah 1 shift justru mereka semakin romantis. Jika menemukan hari libur yang sama, mereka selalu menghabiskan waktu berdua.
Selain Tony dan Lia yang perasaannya semakin bertambah besar, Ifan pun tetap menyukai Lia, bahkan lebih.
Ifan :"Gimana pasien hari ini,?" tanya Ifan basa basi di sela makan siang.
Lia :"Lumayan capek mas, sampe pegel rasa kakinya Lia,!"
Ifan :"Ya iyalah, kecelakaan beruntun hari ini, makanya penuh UGD kita. Tenaga juga kurang, jadinya kita dech yang extra."
Ifan :"Iya.... Ya udah buruan habisin makannya, entar keburu ada pasien,!"
Lia :"Iya mas,!" sambil menghabisi makannya.
Setelah habis makan siang mereka pun kembali ke UGD bersama. Di UGD ada papa Lia sedang menunggunya.
Lia :"Papa....,!" panggil Lia yang sedang melihat papanya berbicara dengan seseorang.
Ifan :"Dimana,?" tanya Ifan, dan melihat seseorang yang kenal juga sedang berbicara dengan papa Lia. "Ayah,??" ucap Ifan.
Mereka pun berjalan mendekati para ayah mereka. Melihat anak-anak mereka mendekat, mereka pun saling memperkenalkannya.
Papa :"Kenalin, ini anak perempuanku. Sayang salam sama temennya papa, namanya dokter Andika" suruh papa.
__ADS_1
Lia :"Lia om,!"
Ayah Ifan :"Anakmu mirip banget sama si Elly, Wan, cantik lagi. Oh ya....kenalin juga saya ayahnya Ifan, dokter seniornya yang paling dingin. Bisa panggil om Dika aja..." canda ayah Ifan.
Ifan :"Ayah...apaan sih,!" malu Ifan sambil menyenggol ayahnya.
Ayah Ifan :"Cia ilaaaahhhh....bisa malu juga es kutub ne,!" goda ayahnya.
Lia :"Mas Ifan nggak dingin koq om, awalnya aja jutek, tapi mas Ifan baik koq, malah sering ngajarin Lia..." bela Lia.
Ayah Ifan dan Papa Lia :"Mas,??" saling pandang karena kebingungan.
Ifan :"Maaf om Ridwan, Ifan yang minta Lia buat panggil Ifan mas, biar nggak kelihatan tuanya.!" jelas Ifan.
Ayah Ifan :"Emank kamu dah tua kali, umur aja udah hampir 30. Makanya buruan bawain ayah mantu, biar nggak kelihatan tuanya. Lia sayang...kalo ada waktu maen-maen kerumahnya om ya, soalnya si Ifan nggak pernah pulang. Alasannya sibuk terus,!"
Lia :"Iya om, lain kali Lia maen kerumahnya om Dika bareng papa,!"
Ayah Ifan :"Ya udah, Wan, aku balik duluan. Fan kamu jaga Lia, jangan di jutekin terus. Entar kabur lho anak orang. Lia, kalo Ifan dingin-dingin sikapnya, siram aja pake air panes, biar cair."
Lia :"Siap om, kalo om ngijinin Lia akan Lia gunakan kesempatan itu sebaik mungkin....!" tawa Lia bersama Ayah Ifan dan papanya.
Ifan :"Hem...terus dah yah, aniaya aja anaknya sendiri. Nggak akan pulang aku kerumah.!" kesal Ifan.
Ayah Ifan :"Dah aku pamit duluan.!" sambil bersalaman dan berpelukan dengan Ridwan. Lia dan Ifan menyalami tangan Andika.
Papa :"Papa juga pulang dulu kalo gitu. Tadi kesini karena om Dika ngajakin ketemu sebentar. Ya udah papa pulang dulu ya,!"
Lia :"Iya pa,!" menyalami tangan papanya.
Ifan :"Iya om, hati-hati di jalan om,!" sambil menyalami tangan papa Lia.
Dina :"Dokter Ifan sama dokter Lia, udah kayak pertemuan antara calon mertua sama calon besan aja." celetuk Dina.
__ADS_1
Ifan :"Maunya sih gitu...tapi udah keduluan sama dokter Tony...entar dikiranya saya pebinor....!" sambil tersenyum dan menyenggol pundak Lia. "Udah ayo, status pasien-pasien yang kecelakaan tadi buruan di lesein, biar kita cepet pulang," perintah dokter Ifan.