Cukup aku saja

Cukup aku saja
Gosip


__ADS_3

Keesokan paginya, Lia masih dengan kegiatannya yang seperti biasa, hanya saja pagi ini ia berangkat sendiri karna Tony piket malam.


Setelah semua siap Lia pun bergegas turun ke basement, sesampainya di basement ia pun menyalakan mobil dan bersiap menuju rumah sakit.


Sesampainya di persimpangan jalan, tiba-tiba saja mobil Lia mogok dan mengeluarkan asap dari mesin mobilnya. Melihat kendaraannya mengeluarkan asap, Lia pun menjadi panik, takut terjadi sesuatu yang berbahaya.


Orang-orang yang melihat kejadian itu membantu Lia dengan menghubungi petugas bengkel. Lia pun menunggu sampai petugas datang dan membawa mobilnya.


Di sisi lain, dalam perjalanannya Ifan ke rumah sakit, Ifan melihat orang-orang yang berkumpul di pinggir jalan raya.


Ifan :"Ada apa ne pada kumpul-kumpul,? Ada orang kecelakaan ya,?" tanya Ifan berbicara sendiri sambil menepikan mobilnya untuk melihat apa yang membuat orang-orang berkumpul.


Ifan :"Permisi pak...lewat sedikit..." ucap Ifan berusaha masuk ke dalam kerumunan orang-orang.


Ifan kaget karna mendapati orang yang ia kenal berada diantara kerumunan orang-orang tersebut.


Ifan :"Lia...." berjalan cepat menghampiri Lia.


Mendengar seseorang yang tak asing memanggilnya Lia pun menoleh ke sumber suara dan langsung berdiri dari duduknya.


Lia :"Dokter Ifan..."


Ifan :"Kamu kenapa,? Kamu nggak napa-napa kan,? Nggak ada yang kebentur, nggak ada yang luka kan,?" khawatir Ifan sambil memeriksa badan dan kepala Lia.


Lia :"Saya nggak kenapa-napa koq pak dokter.." sambil melepaskan tangan Ifan yang bertengger dengan manis dan imutnya di kedua bahu Lia. "Mobil saya tiba-tiba mogok, udah dipanggilkan tukang bengkel juga, lagi bentar dateng koq. Karna dari mobil saya keluar asap jadi heboh deh ditontonin orang-orang..." jelas Lia sambil tersenyum dan menunjuk ke arah mobilnya yang masih mengeluarkan asap.


Ifan :"Haaaaaaahhhh...." sambil menundukkan kepala dan memegang pinggangnya sendiri. "Aku kira kamu tabrakan...."


Lia :"Saya baik-baik aja koq pak dok..." jawab Lia masih dengan tersenyum seakan memberitahukan bahwa dirinya memang sedang baik-baik saja.


Ifan :"Senyumnya kamu tu bikin adem tau nggak sih.."


Lia :"Ha....maksudnya pak dokter,??" tanya Lia yang kaget mendengar perkataan Ifan yang mungkin ia salah dengar.

__ADS_1


Ifan :"Ah..nggak ada koq. Ikut ma aku aja kalo gitu, biar nggak terlambat. Juga petugasnya udah dateng koq itu.." sambil menunjuk petugas bengkel untuk mengalihkan perhatian Lia tentang apa saja yang barusan Ifan ucapkan.


"Keceplosan dah ne bibir.." batin ifan sambil mengajak Lia ke mobilnya dan berangkat bersama ke rumah sakit.


Sesampainya dirumah sakit, Ifan dan Lia bergegas untuk pinjer/absen karna waktu mereka mepet sekali.


Lia :"Yosh....tepat waktu....Makasi banyak pak dokter, kalo nggak ketemu dokter Ifan mungkin saya terlambat di hari kedua saya magang."


Ifan :"Iya sama-sama. Oh iya...kamu langsung ke UGD aja operan pasien yang malem sambil kasi tau temen-temen perawat kalo saya telat 5 menitan, mau taruh mobil ke basement dulu." perintah Ifan.


Lia :"Tapi tas saya masih di mobilnya pak dokter,!!"


Ifan :"Udah tenang aja...nanti saya yang bawain. Umurmu berapa,?"


Lia :"Umur saya 24 tahun dok,!"


Ifan :"Saya baru 27, kalo cuma ada kita kamu jangan panggil saya pak dok ato pak dokter, kelihatan banget tuanya, panggil nama aja to mas juga bisa,!"


Ifan :"Kalo nggak mau panggil nama ya kamu bisa panggil pake mas juga. Ya udah, aku ke mobilku dulu, tolong handle UGD dulu ya sebentar,!" perintah Ifan sambil berlalu menuju parkiran.


Lia :"Belum bilang setuju to nggak udah maen kabur aja.." protes Lia pelan sambil berjalan ke UGD.


Sesampainya di UGD, ia langsung operan pasien terlebih dahulu dengan para perawat dan dokter yang shift malam.


Tony :"Koq mepet banget datengnya,? Kamu nggak ada masalah apa-apa kan,?" tanya Tony sambil melihat jam yang sudah menunjukkan jam 08.20 setelah selesai operan pasien.


Lia :"Tadi waktu berangkat kesini tiba-tiba mobil aku mogok, terus keluar asap gitu dari mesinnya."


Tony :"Terus kamu nggak kenapa-kenapa kan,?" tanya Tony dengan khawatir.


Lia :"Nggak napa-napa koq sayang..." jawab Lia dengan tersenyum manis berusaha menenangkan kekasihnya.


Tony :"Terus tadi kesininya ma siapa,? Tak lihat koq sayang nggak bawa apa-apa,??"

__ADS_1


Lia :"Sama dokter Ifan, tadi ketemu di jalan terus ditawarin tumpangan. Maaf ya, aku nggak langsung kasi tau kamu kalo aku ikut nebeng sama dokter Ifan..."


Tony :"Iya sayang...nggak kenapa-kenapa koq, yang penting kamu selamet sampe sini, aku juga percaya koq ma kamu..." ucap Tony dengan penuh perhatian sambil menangkupkan tangannya di kedua pipi Lia.


"Aku harus bisa bersikap sewajarnya...aku nggak mau menjadi overprotektif, aku nggak mau kejadian kemarin terulang yang bikin Lia takut dan pergi ninggalin aku..." gumam Tony dalam hati.


"Makasi Ton, kamu udah percaya ma aku dan nggak bersikap seperti kemarin.." gumam Lia. Lia pun memegang tangan Tony sambil tersenyum.


Tony :"Ya udah, ntar siang biar aku yang jemput kami ya, jangan sama dokter Ifan. Ntar malah digosipin yang nggak-nggak..."


Lia :" (sambil tersenyum) Iya sayang ku...bilang aja kalo kamu juga cemburu kan,??"


Tony :"Nah....tu kan tau..." senyum Tony. "Ya udah, aku absen dulu terus pulang, kamu jangan terlalu capek , inget sarapan ya,!"


Lia :"Iya... Sarapan masih di apartemen aku, ntar tinggal kamu maem aja, udah aku taruh di atas meja,!"


Tony :"Makasi sayang... Emang ya...calon bini idaman..." sambil mencubit pelan pipi Lia. "Ya udah, aku pulang dulu ya, assalamualaikum..."


Lia :"Waalaikumussalam..."


Beberapa menit kemudian dokter Ifan kembali ke rumah sakit sambil membawakan tas Lia dan makanan untuk sarapan.


Ifan :" Gimana pasien hari ini,? Pasien apa aja,?" sambil meletakkan tas Lia di atas meja UGD dan sarapannya.


Lia :"Pasien ada 2, sama dokter senior yang shift tadi malem advice (perintah) buat cek DL (darah lengkap) pagi ini, sekarang tinggal pak dokter visite aja,!" jawab Lia menjelaskan hasil operannya.


Ifan :"Oke...kita visite sekarang kalo gitu, biar pasiennya nggak lama nunggu." perintah Ifan.


Irma :"Ehhhmmmm...dokter Ifan mau tanya, dokter Ifan kesini pake tas cewek,?" tanya Irma kepada Ifan sambil menunjukkan tas Lia yang dibawa oleh Ifan.


Ifan :"Enak aja, mank dikira saya banci apa. Ne tasnya dokter Lia, tadi dia berangkat sama saya, terus tasnya ketinggalan di mobil, jadi tasnya saya yang bawain" jelas Ifan dengan ketus. "Ikuti saya visite, cepat." perintahnya.


Irma :"Wah..wah..wah..bahan gibahan baru ne...hot news in hospital...!" ucap Irma pelan agar tidak di dengar oleh ifan

__ADS_1


__ADS_2