Cukup aku saja

Cukup aku saja
Mama


__ADS_3

3 hari kemudian......


"ma......lihat baju putih aku nggak, mau tak pake ne buat ospek...." teriak ku dari kamar sambil mencari baju putih yang akan ku gunakan untuk ospek hari ini


"cari di keranjang, kemarin dah kamu cuci aja belum kamu setrika....." teriak mama dari dapur.


Pak..!!!! "aku lupa kalo aku belum nyetrika baju..." bangkitku sambil tepok jidat mencari baju di keranjang dan langsung menyetrika baju yang harus ku gunakan hari ini


"assalamualaikum Tante, Lianya mana,?"


"eh Tony....tu masih di atas, barusan dah ribut gara-gara bingung cari bajunya yang belum di setrika,!" sambil menunjuk ke arah kamar Lia.


"kamu tunggu aja disini, sambilan nunggu Lia turun. Kamu belum sarapan kan,?" menyuruhku duduk di meja makan dan mengambilkan ku nasi.


"Tante tau aja kalo aku belum maem,!!!!!" balas ku sambil cengengesan. "andainya bunda ma ayah masih ada, aku pasti nggak akan susahin terus-terusan kayak gini..." gumam ku sambil menyendok nasi dan lauk.

__ADS_1


"sayang....bunda ma ayahmu udah tenang disana, kita yang masih hidup cuma bisa kirim doa aja...kalo kamu mau, kamu bisa panggil Tante mama ato bunda, juga kan kamu mank mantunya Tante, nggak apa kan kamu Tante anggap jadi anaknya Tante..." hibur Tante sambil mengelus kepala ku


"makasi Tan...eh ma....kalo nggak ada mama, mungkin aku juga udah nyusul bunda ma ayah..." balas ku sambil tersenyum bahagia dan memeluk mama baruku....(bukan mama baru, tapi mama mertua.....)


"lagi pada kenapa sih kalo saling peluk,? mama nggak berubah haluan kan,? Ton, papa ku masih hidup lho, mu ngapain peluk-peluk mama...!!" sarkas Lia yang melihat pemandangan di meja makan.


"eh kupret....gini-gini aku masih normal, aku kan lagi pendekatan ke camer aku.......iya kan ma...." godaku sambil memeluk mama lagi.


"camer,,,???? maksud looooo,?" bertanya sambil berjalan ke arah meja makan.


Kami pun makan bersama, berangkat ospek hari ini aku pergi sama Tony. Ya karna kita 1 jurusan, 1 angkatan dan 1 kampus jadi ospeknya samaan.


Ospek berlangsung selama 3 hari. Nggak ada cerita seru, semua biasa-biasa saja, berlangsung damai dan normal tanpa ada bumbu-bumbu KDRT dan romansa ospek....


Penutupan Ospek

__ADS_1


"Terimakasih untuk para mahasiswa baru yang sudah mengikuti kegiatan ospek di kampus kita ini, dengan pengharapan dalam kegiatan ini bisa saling menjaga silaturahmi dan rasa kekeluargaan. Di akhir kata penghujung acara ini, saya selaku ketua tim dan rektor universitas mengucapkan terimakasih banyak kepada tim ospek kampus dan selamat kepada mahasiswa mahasiswi yang sudah lulus serta mengikuti kegiatan ini"


Prok...prok...prok...


Suara tepuk tangan bergemuruh di aula tanda penutupan kegiatan yang melelahkan ini berakhir.


"udah nggak ada acara lagi kan,? Pulang yok, laper ne, juga barusan mama nelpon buat kita langsung pulang kalo dah lese ospek" ajak Lia untuk segera pulang kerumah


"ya udah ayo pulang, laper juga. Tapi bentar, kenapa kamu manggil mama aku mama juga,? tanya Lia bingung. Iya, sejak kejadian di meja makan, aku manggil Tante dengan sebutan mama, ntahlah.....tapi itu terasa nyaman di hatiku. Karna aku juga merindukan sosok seorang ibu


sambil menarik Lia ke arah parkiran "nggak usah banyak tanya ma banyak mikir, belum jadi dokter tu rambut dah botak" ejekku sambil tersenyum.


"biarin..." jawabku ketus kepada Tony. Dia hanya menjawab dengan senyuman dan menggelengkan kepalanya sambil menggandeng tanganku. Tapi....perasaan apa ini,???????


_____________$$$______________

__ADS_1


__ADS_2