
Setelah dari ruang Ifan, Tony segera menyusul Lia dan mengajaknya pulang. Karena kebetulan hari ini mereka mendapatkan jadwal libur. Dan untuk acara mereka, mereka sudah meminta izin dan sudah mendapatkan izin.
Di dalam mobil perjalanan kembali ke apartemen.
Lia :"Gimana,? Udah ketemu dokter Ifan tadi,?
Tony :"Ketemu tadi, udangan juga tak kasi koq" sambil fokus menyetir karna sedang turun hujan.
Lia :"Nggak pake berantem kan,?"
"Bilang jujur ntar Lia malah mikirin, ogah gua sampai kutu kupret Ifan ntu dipikirin ma bini gua...!" batin Tony.
Tony :"Nggak koq sayang...malah baik-baik aja, dokter Ifan juga mau dateng koq acara kita besok."
Sesampainya di apartemen, mereka makan malam terlebih dahulu di apartemen Lia, mengobrol sejenak dan kembali ke apartemen masing-masing.
Hari H pertunangan....
Acara diadakan di rumah orang tua Lia. Para tamu undangan sudah hampir semua datang. Ifan pun sudah terlihat di acara tersebut.
Terlihat orang tua Lia sedang mengobrol dengan para sesepuh rumah sakit tempat anak dan menantunya magang. Dan ternyata mereka juga mengenal Ifan. Ifan adalah salah satu anak didik mereka saat Ifan masih menjadi dokter magang dan dokter junior di tempat orang tua Lia bekerja.
__ADS_1
Ifan :"Loh...itu bukannya dokter Ridwan dan dokter Elly,?" tanya Ifan pada seseorang yang juga mengenal orang tua Lia.
Sebelum mendapat jawaban dari orang yang Ifan tanya, Ifan langsung menuju ke arah dimana orang tua Lia berdiri.
Ifan :"Dokter Ridwan kan,?" tanya Ifan menghampiri papa Lia.
Papa :"Iya...eh...bukannya ini nak Ifan ya,?" tanya balik papa Lia sambil mengingat-ingat wajah Ifan.
Mama :"Iya pa beneran Ifan ne pa..!" terang mama sambil memeluk Ifan, seakan bertemu dengan anak lelakinya yang sudah lama merantau.
Ifan langsung membalas pelukan dari mama Lia dan bergilir memeluk papa Lia.
Ifan :"Dokter Ridwan sama dokter Elly gimana kabarnya,?" tanya Ifan senang karena bertemu dengan senior yang sudah membimbingnya dan sudah menganggapnya sebagai orang tua keduanya.
Ifan :"Alhmdulillah sehat koq om,!"
Mama :"Kamu sendirian dateng kesini, nggak sama istri to pacarmu nak,?"
Ifan :"Ah tante....Ifan belum nikah juga belum punya pacar, soalnya nggak ada yang mau sama Ifan..." jawab Ifan sambil tersenyum.
Mama :"Masa...ganteng kayak gini nggak ada yang mau sih...."
__ADS_1
Papa :"Udah ah ma...nggak usah di bully... Kamu kerja dimana sekarang nak,?"
Ifan :"Di rumah sakit kota om, di unit UGD,!"
Papa :"Rumah sakit kota, berati sama dong sama tempatnya Lia dan Tony magang..!!"
Ifan :"Emank om kenal sama Lia dan Tony,?" tanya Ifan.
Mama :"Lia itu anaknya tante, dan Tony itu mantunya tante sayang..." jelas mama Lia.
Penjelasan dari mama Lia membuat Ifan menjadi kaget, karna ia baru mengetahui bahwa mereka adalah orang tua Lia.
"Ini adalah kartu as bagiku buat dapetin kamu Lia sayang. Tunggu sebentar saja...aku akan membuatmu mejadi milikku..." batin Ifan sambil tersenyum licik.
Kemudian pembawa acara memulai acaranya. Orang tua Lia di persilahkan menaiki mimbar yang sudah disiapkan. Kemudian Tony dengan jas hitamnya menaiki mimbar berdiri di depan orang tua Lia.
Setelahnya, Lia pun turun dari tangga dengan menggunakan pakaian kebaya bewarna putih dengan juntaian kain di belakangnya. Rambutnya hanya disanggul ringan setengah dan setengahnya lagi biarkan terurai.
Tony pun terpana melihat kemolekan dan kecantikan wanitanya. Lia pun terus berjalan sampai di depan orang tua Lia.
Papa :"Jangan dilihatin terus, ntar matamu bikin anak gadisku jadi berlubang..!" goda papa.
__ADS_1
Tony pun langsung melepaskan penglihatannya dan memandang papa mertuanya. Lia dan mama hanya bisa tersenyum mendengar percakapan keduanya.
Lalu mama memberikan sepasang cincin diantara Tony dan Lia. Tony dan Lia pun saling berhadapan dan saling bertukar cincin. Dan resmilah mereka bertunangan hari ini....